Uji Publik RIK: Transparansi dan Uji Publik UI Art War

Saturday, 30 November 19 | 12:55 WIB

Uji publik untuk Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK)telah berlangsung di Taman Bougenvile Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI pada Rabu (27/11). Uji Publik ketiga ini, berlangsung hingga lewat tengah malam. Banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh para IKM RIK ke Calon Kabem dan Wakabem UI, baik pertanyaan yang trivial hingga krusial.

Uji publik pertama dibuka untuk calon Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) 2020. Dalam uji publik MWA UI UM itu, publik sempat bertanya tentang inovasi apa yang diberikan oleh MWA UI UM terkait transparansi. 

Zaki Zamzami, calon nomor urut 1, menyatakan bahwa terkait transparansi telah ada diatur oleh Surat Keputusan (SK) UI dan jika MWA UI UM menyebarkan informasi yang bersifat rahasia, sanksi terbesarnya adalah dicabut jabatannya. 

Kemudain Zaki menambahkan, akan ada delapan poin perjuangan yang akan dia bawa ke forum MWA UI

“Nanti hasilnya akan di-publish di media sosial MWA baik di Instagram maupun Line,” ujar Zaki. Kemudian, dia juga akan mengadakan forum mahasiswa di tempat-tempat yang sekiranya strategis. 

Selanjutnya, Alim Anggono, calon nomor urut 2, memberikan penjelasan terkait inovasinya. Ia menekankan bahwa terdapat kode etik yang membatasi MWA UI UM untuk membagikan hasil rapat. Tapi, ia akan tetap lebih transparan. Ia tetap akan melakukan publikasi hasil rapat, dengan terlebih dahulu melakukan filtrasi terhadap hal yang dapat dirahasiakan atau tidak. 

“Tiga program yang akan dilaksanakan untuk inovasi transparansi MWA yaitu, rapat pansus tata kelola, notulensi (untuk -red) menulis hasil rapat untuk dipublish tetapi terlebih dahulu difilter, (dan -red) Datakita, (itu -red) kayak katadata.com (yang -red) mereka akan mempublish data melalui infografis agar lebih menarik,” ujarnya. 

Pembahan Mengenai Penghapusan UI Art War 2020

Setelah uji publik untuk MWA UI UM selesai dilakukan, rangkaian acara kembali dilanjutkan dengan uji publik Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020. 

 

Salah satu hal menarik yang ditanyakan oleh peserta uji publik adalah urgensi diadakannya UI Art War. Penanya menanyakan pada masing-masing pasangan calon (paslon) bila sudah terpilih apakah mau menghapuskan UI Art War atau tidak.

Pertanyaan tersebut dijawab oleh masing-masing Calon Wakil Ketua BEM dimulai dari Calon Wakil Ketua BEM nomor urut 03, Tri Rahmawati. Ia mengatakan bahwa untuk paslon nomor urut 03 sendiri tidak memiliki niatan untuk menghapuskan UI Art War. Hal ini menurutnya UI Art War merupakan salah satu program terbesar dari BEM UI yang mampu menjangkau hampir seluruh lapisan mahasiswa di UI.

“Karena balik lagi ke fungsi dari kegiatan kemahasiswaan itu. Menurut kami proker dari UI Art War itu merupakan salah satu program besar dari BEM UI yang bisa me-reach hampir semua lapisan mahasiswa,” ujarnya. 

Berbeda dengan Tri, Camar Maulana, Calon Wakil Ketua BEM nomor urut 02 mengatakan bahwa dari mereka berniat untuk menghapuskan UI Art War secara bertahap. Ia ingin awalnya ada jembatan antara UI Art War dengan UI ArtX dalam hal mewadahi karya seni dari mahasiswa yang berpartisipasi dalam UI Art War sebelum akhirnya UI Art War benar-benar dihapuskan.

“Emang enaknya UI AW mungkin dihapus. Tapi secara bertahap. Gak langsung tahun depan. Maka diarahkan ke UI ArtX yang dia sifatnya lebih apresiatif. Seni itu akan sulit untuk dipertandingkan, nah kalau ArtX kan sifatnya lebih ke arah apresiasi. Nah dia tetap mewadahi dari kebutuhan seni mahasiswa. Sebenernya targetnya di tahun depan pingin bikin jembatan dulu antara AW dan ArtX biar lebih enak ketika AW itu dihapus secara total,” paparnya.

Selanjutnya untuk Calon Wakil Ketua BEM nomor urut 01, Kabul Hidayatullah mengatakan bahwa pihaknya belum ada niatan untuk menghapus UI Art War karena menurutnya bila UI Art War dihapus maka harus ada penggantinya. 

“Kalau dari kami sendiri sebenernya sih belum ada kepikiran untuk menggantinya. Karena pun ketika meniadakan kan harus ada penggantinya,” ujar Kabul.

Setelah ketiga Cawakabem mengutarakan pendapatnya, penanya selanjutnya menjelaskan bahwa pada mulanya di UI hendak diadakan festival seni namun kualitas dari tiap fakultas tidaklah sama. Akhirnya, diadakanlah UI Art War yang pada dasarnya bertujuan untuk menyamakan kualitas tiap-tiap fakultas di bidang seni. Selanjutnya, bila tujuan itu tercapai maka seharusnya akan dikembalikan wadah apresiasi seni tersebut dalam wujud festival.

Penulis: Sulthan F. Basyah, Rahayu Z. Utami
Editor: Muhamad Aliffadli
Foto: Anggara Alvin

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Profil Calon MWA UI UM 2020 : Upaya dan Rencana Mengenai Aspek Transparansi
Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020: Representasi Perempuan di Organisasi
MWA UI UM Kurang Dikenal Mahasiswa, Kedua Calon Berikan Solusi
Cakabem UI 2020: Relevansi Pembagian 3 Bidang Minat dan Bakat