Kampung Digital: Cegah Anak & Remaja Menjadi Brutal & Radikal

Wednesday, 01 May 19 | 05:03 WIB

Depok, 27 April 2019 – Bertempat di Kelurahan Mekar Jaya, Depok, Vokasi Humas dan Himpunan Mahasiswa Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia (HM Vokom UI) membuka Kampung Digital bersama tim Kelurahan Mekar Jaya Depok. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (pengmas) ini menghadirkan Rita Nurlita selaku pendiri Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA), Shanaz Haque selaku Aktivis Peduli Anak dan Amelita Lusia selaku Co-Founder Klinik Digital Vokom UI. Peluncuran pengmas ini akan mengangkat tema “Internet Ramah Anak” yang dihadiri lebih dari 350 peserta yang terdiri atas anak, remaja, dan orang tua.

“Pengmas Kampung Digital ini akan beroperasi sepanjang tahun 2019 dengan menghadirkan berbagai tema diantaranya pelatihan ketrampilan dasar digital seperti ketrampilan fotografi, olah foto, membuat tulisan, kemampuan editing serta membangun branding positif di media sosial seperti Facebook atau IG (Instagram -red). Hal ini dimaksudkan agar anak dan remaja tidak lagi menggunakan media sosial misalnya untuk memamerkan aksi BRUTAL seperti merampok toko melalui IG Story misalnya, “ujar Devie Rahmawati Ketua Pengabdi Pengmas Vokasi UI, dalam pembukaan kegiatan.

“Berbagai media telah merilis temuan (yang -red) merisaukan tentang kasus kenakalan hingga kejahatan yang dilakukan oleh anak dan remaja di Depok. Data Bulan Januari hingga Bulan Mei 2018 saja, Depok menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan jumlah pelanggaran terhadap anak tertinggi dari seluruh kawasan Jabodetabek. Berkaca pada hasil-hasil studi di dalam dan luar negeri yang senantiasa merujuk pada benang merah yang sama bahwa anak dan remaja yang melakukan berbagai kenakalan hingga bergabung dalam geng motor misalnya, sejatinya adalah juga korban dari sistem sosial yang tidak berpihak kepada mereka,” tambah Devie, Peneliti Pusat Kajian Inovasi Vokasi.

“Kami, dosen dan mahasiswa, juga akan membangun literasi digital kepada masyarakat agar tidak terpapar pemikiran-pemikiran yang berujung pada aksi radikalisme yang pangkalnya adalah kemampuan untuk membaca, membedakan dan menyerap informasi positif dan produktif di gawai mereka masing-masing, “ tandas Devie, Kaprodi Vokasi Humas UI.

“Untuk itu diperlukan sebuah upaya sistematis untuk mulai merangkul mereka dengan (cara -red) membekali anak dan remaja agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang memadai dalam pergaulan sosial di rumah, sekolah, dan masyarakat. (Dunia -red) digital merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak dan remaja dewasa ini,” tambah Rangga Wisesa, Pengajar Vokasi Humas.

“Kampung Digital ini adalah pengmas berkelanjutan dalam bentuk pelatihan yang akan diadakan setiap akhir pekan di Kelurahan Mekar Jaya dengan target peserta anak, remaja, dan masyarakat luas. Pelatihan akan diisi oleh Mahasiswa Himpunan serta Dosen Vokasi Humas. Himpunan Mahasiswa Vokasi Komunikasi UI akan melibatkan komunitas-komunitas masyarakat untuk berpartisipasi sebagai pengajar di Kampung Digital, “ ujar Danurifqi, Ketua HM Vokasi UI.

“Pembukaan ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat dimanapun untuk bergabung dengan kami, bersama-sama membentengi masyarakat dari pengaruh buruk yang tidak bermanfaat bagi remaja dan masyarakat pada umumnya,” tutup Sasthi Nandani, ketua panitia peluncuran Kampung Digital 2019.

 

Teks & Foto: Istimewa
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait