Kasubdit Penalaran UI: Diskusi Terbuka Ganja Salahi Etika Akademis

Wednesday, 08 March 17 | 07:08 WIB

Diskusi terbuka yang dilaksanakan oleh Komunitas Deadpool UI, “Ganja Ganja Manja: Menakar Imbas Kebudayaan dari Ganja” pada Rabu (1/3) dinilai menyalahi etika akademis oleh Kasubdit Penalaran UI.

Ditemui di Gedung Pusat Pelayanan Mahasiswa Terpadu (PPMT), Anna Amalyah Agus, selaku Sub Direktorat Kegiatan Penalaran Mahasiswa, menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki izin dan berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga UI berupaya melakukan tindakan preventif dengan meminta panitia mengakhiri diskusi.

“Setelah ditimbang-timbang tentang diskusi ini, ditambah lagi dengan kenyataan anaknya (panitia—red) tidak mengajukan surat izin kegiatan. Jadi, kami menganggap tidak ada itikad baik mau melakukan diskusi secara ilmiah. Untuk melakukan diskusi, mestinya meminta izin kegiatan baik di tingkat universitas maupun di tingkat fakultas,” papar Anna.

Anna yang tergabung dalam Panitia Penyelesaian Tata Tertib Kampus bersama salah satu dosen dari Fakultas Hukum kemudian menjelaskan bahwa diskusi yang bertempat di Bono Cooks, FISIP UI ini telah melanggar Undang-Undang (UU) terkait narkotika dan psikotropika serta UU penistaan agama.

“Yang pertama, ganja merupakan narkotika golongan 1 menurut UU. Kedua adalah terkait dengan UU penistaan agama (pengajian ganja—red), itu kan sudah merujuk pada prosesi agama Islam. Jadi itu kena dua,” ujar Anna.

Anna menilai diskusi publik yang dimulai sekitar pukul 17.00 dan dibubarkan pada pukul 19.00 ini, tidak memiliki bobot akademik karena narasumber yang dihadirkan hanya berasal dari satu sisi, yaitu Lingkar Ganja Nusantara.

Selain itu, Anna juga menjelaskan bahwa diskusi tersebut tidak menghadirkan ahli seperti dosen atau pakar dalam bidang hukum maupun kesehatan sehingga menghasilkan kajian yang mencakup banyak sisi.

“UI sudah memberlakukan kawasan tanpa rokok di seluruh fakultas, akan terlihat sangat tidak logis, apabila rokok dilarang sementara ganja dibebaskan,” tambah Anna.

Menanggapi pembubaran diskusi, Fathul Purnomo selaku Ketua Deadpool menjelaskan bahwa dalam diskusi justru membahas sejarah, posisi politik, relasi industri serta farmasi. Ia mengungkapkan bahwa pembubaran itulah yang melecehkan kegiatan akademik.  “Tentu ini melecehkan akademik, berpikir kritis justru disunat.”

“Itu bukti nyata kalau UI pro war on drugs.” Ungkap Dhira Narayana, Ketua Lingkar Ganja Nusantara, selaku pembicara dalam diskusi. Meskipun demikian, Dhira mengaku gembira karena bisa bertemu kawan-kawan UI yang berani membuat diskusi semacam itu.

 

Teks: Eri Tri Anggini

Foto: Istimewa

Editor: Riani Sanusi Putri

Komentar



Berita Terkait