Kebijakan Kantin Self Service di UI

Wednesday, 26 February 20 | 07:32 WIB

Self service merupakan tindakan di mana kita membiasakan untuk mengurus hal-hal sendiri, seperti mengambil dan mengembalikan piring di restoran dan membuang sampah sisanya sendiri. Sejumlah kantin fakultas di UI telah menerapkan kebijakan self service, di antaranya kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), kantin Fakultas Psikologi dan kantin Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB).

Di kantin FISIP, berdasarkan informasi dari petugas kebersihan di sana, self service telah diterapkan lebih dari satu tahun yang lalu. Namun, Rahman dan Agung sebagai petugas kebersihan Balsem (nama lain kantin FISIP) merasa pelaksanaannya masih belum maksimal karena kurangnya kesadaran dari mahasiswa itu sendiri.

Awalnya, peraturan mengenai self service di Balsem disampaikan melalui tulisan dan ditempel di dinding-dinding Takor, tapi justru banyak yang melepasnya. Aturan baru ini menimbulkan pro dan kontra pada awalnya, Rahman dan Agung juga mengeluhkan kurangnya kesadaran dari mahasiswa yang menyebabkan antrean pengambilan piring karena mereka tidak mengembalikan piringnya sendiri. “Kekurangannya ya itu banyak yang ditinggal di meja sementara yang mau makan banyak. Kalau kita kan fokusnya yang di rak-rak. Kalau di meja kadang. Cuma ada jam-jam tertentu, jam lima kita ambil.”

Sisi baiknya, dampak dari penerapan self service ini menurut Rahman dan Agung dapat membantu pedagang karena mereka tidak perlu mengantar ataupun mencuci piring sendiri. Kantin di sebelah Takor, Kantin Sejiwa milik Fakultas Psikologi pun menerapkan aturan self service. Mengenai pelaksanaan aturan ini, Emon, petugas kebersihan Sejiwa menyatakan bahwa kesadaran mahasiswa sudah terbentuk. “Mahasiswa yang makan di sini sudah 60% sadar. Tapi yang sisa 40% masih susah dan harus diberitahu secara jelas,” ujarnya.

Berbeda dengan petugas kebersihan di Balsem, Emon berpendapat jika self service justru mempersulit pemilahan sampah. Emon berharap kesadaran mahasiswa mengenai aturan ini dapat ditingkatkan sehingga tidak perlu diingatkan lagi. Pendapat yang sama dikatakan oleh Trisno, salah satu pedagang di kantin FIB, Kansas (Kantin Sastra), merasa belum semua mahasiswa melaksanakan aturan ini. Selain itu, dampak negatifnya, penerapan self service justru merugikan OB karena aturan ini terkadang menyebabkan inventaris di kampus berkurang. “Kalian nih mahasiswa kan udah dewasa ya. Cuma naro piring apa susahnya sih?” tanyanya.

Di sisi lain, penerapan self service ternyata didukung oleh sebagian mahasiswa. Di antaranya Annisa Anggistamaya dari FISIP 2019 dan Nirmala dari FISIP 2019 yang merasa jika penerapan self service tidak memberatkan dan sejak awal mereka telah mengikuti aturan ini. Menurut mereka, tidak diperlukan usaha yang besar untuk melaksanakan self service.Self service tuh ga ribet-ribet amat, cuma naro piring sendiri ga sampe nyuci,” ujar Annisa.

 

Teks: Rahayu Zahra Utami
Kontributor: Giovanni Alvita, Sultan Falah Basyah
Foto: Azka Alfuady
Editor: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas

Komentar



Berita Terkait