Kebijakan UTBK dan Simak UI di Masa New Normal

Giovanni Alvita D., 25 June 2020

Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia, proses penerimaan mahasiswa baru pun tetap berjalan. Penerimaan mahasiswa baru di tengah pandemi ini memiliki beberapa perubahan yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini. Seperti halnya Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan SIMAK UI 2020.

Pada tanggal 23 Juni 2020, pihak LTMPT menyatakan bahwa UTBK akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Sebelumnya sempat diwacanakan akan dilaksanakan sekali saja. Selain itu, peserta mendaftar UTBK sekaligus memilih PTN, sehingga pengumuman UTBK pun merupakan pengumuman diterima atau tidaknya peserta di jurusan dan PTN yang dipilih, berbeda dengan tahun lalu, dimana peserta menunggu skor UTBK terlebih dahulu lalu memilih jurusan dan PTN yang diinginkan. Peserta dapat memilih 2 jurusan. Untuk pelaksanaan ujian gelombang pertama akan dilaksanakan pada 5-12 Juli dan gelombang kedua akan dilaksanakan pada 20-29 Juli. Dalam sehari, dilaksanakan 4 sesi ujian, kecuali hari Jumat yang hanya 2 kali sesi ujian. Pengumuman pun diundur hingga Agustus 2020.

Perubahan UTBK pun juga terdapat pada materi yang diujikan. Bila tahun-tahun sebelumnya materi yang diujikan ada Tes Kemampuan Dasar Soshum, Saintek, dan Tes Potensi Akademi, untuk tahun ini, materi yang diujikan hanya TPS yang mencakup 4 materi, yaitu kemampuan penalaran umum, kemampuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis. Untuk kemampuan kuantitatif materinya mencakup matematika dasar yang sebagian soal berbahasa Inggris. Untuk soal, tidak ada pembedaan antara kelompok soshum dan saintek.

Saat menjalani ujian, peserta diminta mematuhi protokol kesehatan dan juga wajib menggunakan masker serta menjaga jarak dengan peserta lainnya. Tim UTBK juga mempertimbangkan kondisi pengantar peserta ke tempat ujian, tak hanya peserta dan pengawasnya saja. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Jamal Wiwoho. “UTBK pada saat new normal ini tentu kita harus bisa melakukan dengan beberapa hal yang kita pertimbangkan bersama-sama. Yang pertama adalah bagaimana kita kemudian menjamin keselamatan dan kesehatan peserta, panitia, pengawas, termasuk pengantarnya. Yang kedua adalah dalam praktik UTBK besok, kita mencegah terjadinya perpindahan para peserta dari satu daerah, bisa kota, bisa kabupaten, bisa provinsi, bahkan antarpulau,” ujarnya, dilansir dari siaran Instagram Live LTMPT.

Peserta UTBK wajib menggunakan masker ketika melaksanakan ujian. Selain itu, bila peserta tidak lolos uji kesehatan, mereka dilarang mengikuti UTBK dan tidak ada jadwal penggantinya. Maka dari itu, penyelenggara UTBK menghimbau agar peserta selalu menjaga kesehatannya.

Beberapa pihak, terutama dari kalangan peserta ada yang menyayangkan dan khawatir akan kebijakan ini. “Untuk UTBK tahun ini sebelum ujian harus di cek kesehatan dulu, kalo (suhu tubuhnya—red) diatas 38 derajat tidak boleh ikutan. Gimana kalo itu karena hal lain yang bukan berarti terkena penyakit atau Covid, masa gagal karena suhu tubuh sehari berubah? Dan kena imbasnya 1 tahun ke depan? Kan ga lucu kalo ditanya, ‘Kenapa ga kuliah?’ (lalu dijawab—red), ‘Pas UTBK panas badannya’,” ungkap Sabrina, calon peserta UTBK 2020.

Sedangkan untuk SIMAK UI, ujian akan dilaksanakan pada satu hari saja, yakni tanggal 26 Juli 2020. Detail waktu ujian masing-masing peserta baru dapat dilihat setelah mengunduh kartu ujian. Ujian kali ini akan dilakukan secara daring yakni melalui masing-masing gawai milik peserta, sehingga peserta dapat melakukan ujian dari rumah. Selain itu, SIMAK UI tahun ini pun akan menggunakan nilai rapor SMA dari semester 1-6 sebagai pertimbangan kelulusan.

Tidak seperti UTBK tahun ini, materi yang diujikan SIMAK UI pun tetap sama seperti tahun lalu, yakni mencakup TPA, TKD Soshum, dan TKD Saintek. Bila tahun sebelumnya diadakan pengisian esai, tahun ini ujian esai ditiadakan. Sistem penilaian SIMAK UI pun menganut sistem skor benar +4, salah -1, tidak diisi 0.

Terkait pemilihan program studi, untuk terdapat pilihan yang lebih banyak dibanding UTBK. S1 Reguler maksimal 3 pilihan, S1 Paralel maksimal 3 pilihan dan Vokasi maksimal 3 pilihan. Total maksimal pilihan adalah 6 program studi. Jadi dalam satu formulir, pendaftar dapat memilih beberapa prodi dari program pendidikan yang berbeda sekaligus. Prodi yang dipilih dapat berupa kelompok IPA seluruhnya, atau prodi kelompok IPS seluruhnya, atau terdiri dari beberapa prodi kelompok IPA dan prodi kelompok IPS sekaligus (biasa dikenal kelompok IPC). Hal itu tertera dalam website Simak UI.

Daya tampung SIMAK UI 2020 ini juga tergolong besar, yakni 50% untuk jalur reguler. Total sejumlah 3.769 kursi pun dapat diperebutkan untuk jenjang S1 Reguler, S1 Paralel, dan Vokasi.

Sistem SIMAK daring ini juga menuai pro-kontra dari para calon peserta ujian. “Kalo ane bener-bener ga setuju sih sama sistem SIMAK yang ujiannya online di rumah masing-masing, karena ga adil menurut ane. Kecuali penyelenggara SIMAK bisa meyakinkan ane kalo SIMAK nanti bisa tetep kondusif dan ga akan ada kecurangan sama sekali, karena suasananya juga beda banget antara ujian dari rumah sama ke tempat ujian langsung. Harusnya ga masalah ujian di tempat langsung, asal menerapkan protokol kesehatan yang sesuai sama yang disosialisasikan pemerintah,” ungkap Faiq, calon peserta SIMAK UI.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan para netizen di Twitter yang mengomentari postingan akun SIMAK UI. “Min demi Allah gapapa daring asal jangan di rumah,” ujar akun @Putrinrsmw.

Selain itu, pengguna dengan akun @2ndfunid juga tidak menyetujui sistem ujian SIMAK UI. “Min ujian di tempat dgn protokol kan bisa? Plis minn,” cuitnya.

Namun ada juga netizen yang menyetujui kebijakan ini, seperti pengguna akun @wevvs. “Di kondisi sekarang saya setuju online, daripada kena Covid, buat apa lolos tapi positif Covid,” ujarnya.

Teks: Giovanni Alvita D.
Kontributor: Ahmad Thoriq, M. Sbastian Rai
Foto: Liputan6

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas



include('analytics') @