Kenali Lebih Dekat Penyakit Skizofrenia

Sunday, 18 October 15 | 03:17 WIB

Tanggal 10 Oktober lalu merupakan salah satu agenda yang penting di dunia kesehatan, yaitu perayaan World Mental Health Day.

Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu kesehatan mental di seluruh dunia dan memobilisasi upaya dalam mendukung kesehatan mental.

Tema untuk World Mental Health Day tahun ini adalah “Dignity in Mental Health”.  Diharapkan orang dengan kondisi kesehatan mental dapat hidup dengan martabat, melalui hak asasi manusia berorientasi kebijakan dan hukum.

Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, mari kita mengenal lebih dekat penyakit kesehatan mental yang banyak menjadi bahan pembicaraan di dunia kesehatan, yaitu skizofrenia.

Apa itu Skizofrenia?

Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak, kognitif, emosional, dan tingkah laku manusia

Menurut National Library of Medicine, skizofrenia adalah penyakit mental yang membuat penderitanya sulit melakukan beberapa hal, diantaranya membedakan antara apa yang nyata dan tidak nyata, berpikir dengan jelas, memiliki respon emosional yang normal, dan bertindak normal pada situasi sosial.

Skizofrenia dan dissociative disorder adalah dua hal yang berbeda. Skizofrenia bukan kepribadian ganda atau Dissociative Identity Disorder (DID). Penderita DID memiliki dua atau lebih kepribadian yang mengontrol sikap dan perilaku seseorang pada waktu yang berbeda.

Berbicara mengenai penyebab dari skizofrenia, para ahli kesehatan mental belum dapat menyimpulkan secara langsung apa penyebab utamanya.  Namun diduga gen dan lingkungan lah yang berperan dalam penyakit ini.

bigstock-Schizophrenia-in-word-collage-small

Dua Gejala Skizofrenia

Gejala penyakit ini umumnya dibagi menjadi dua, yaitu gejala positif dan negatif. Gejala positif adalah perilaku psikotik yang tidak terlihat pada orang sehat diantaranya halusinasi, delusi, dan gangguan kognitif.

Gejala negatif adalah ganguan emosi dan perilaku normal yang bisa saja merupakan bagian dari skizofrenia ataupun kondisi lain. Misalnya, tidak mampu mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku (ekspresi wajah datar–red), tidak dapat menikmati kegiatan yang disenangi, kurangnya dorongan untuk melakukan aktivitas, dan sedikit berbicara bahkan ketika dipaksa untuk berinteraksi.

Halusinasi pada penderita skizofrenia pada umumnya membuat mereka mendengar suara-suara yang sebenarnya tidak ada, melihat orang atau benda yang tidak ada, mencium bau yang tidak dideteksi oleh orang lain, dan bahkan memiliki perasaan seperti terdapat jari atau invisible fingers yang menyentuh tubuh mereka saat sebenarnya tidak ada orang yang mendekat.

Berbeda dengan halusinasi, delusi adalah keyakinan yang tidak benar atau salah. Penderita skizofrenia biasanya memiliki delusi yang tampak aneh, seperti percaya bahwa tetangga dapat mengontrol perilaku mereka dengan gelombang magnetik, orang di televisi mengarahkan pesan khusus pada mereka, atau radio yang menyiarkan pikiran mereka kepada orang lain.

Kadang, penderita skizofrenia juga percaya bahwa mereka adalah orang lain. Contohnya percaya bahwa dirinya merupakan tokoh sejarah terkenal, atau raja dan ratu dari kerajaan tertentu.

Selain itu, mereka mempunyai delusi paranoid dan percaya bahwa orang lain berusaha menyakiti mereka maupun orang-orang yang mereka sayangi. Contohnya menipu, memata-matai, meracuni, atau melecehakan.

Bagaimana Menangani Skizofrenia?

Untuk menangani dan menyembuhkan skizofrenia, perawatan terpenting adalah kombinasi perawatan obat-obatan antipsikotik dan terapi psikologis. Namun, perlu diingat bahwa penderita skizofrenia membutuhkan perhatian dan empati dari orang di sekelilingnya.

Keluarga penderita juga perlu menghindari perilaku seperti terlalu memanjakan, mengkritik, dan mengontrol  penderita, yang justru dapat menyulitkan penyembuhan.

Dalam proses pemulihan, diperlukan kesabaran dan perhatian yang tepat dari keluarga dan kerabat penderita.

Keluarga dan kerabat penderita diharapkan untuk senantiasa mendukung dan memotivasi penderita. Jangan meninggalkan atau membiarkan mereka sendiri. Mulailah merangkul mereka hingga pulih.

Sumber:

  1. World Health Organization. World Mental Health Day. [Internet]. 2015. [Cited: Oct 5 2015]. Available from: http://www.who.int/mental_health/world-mental-heaalth-day/en/
  2. National Library of Medicine. Schizophrenia. [Internet]. 2015. [Cited: Oct 5 2015]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000928.htm
  3. National Institute of Mental Health. Schizophrenia. [Internet]. 2015. [Cited: Oct 5 2015]. Available from: http://www.nimh.nih.gov/health/topics/schizophrenia/index.shtml
  4. Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit. Skizofrenia. [Internet]. [Cited: Oct 5 2015]. Available from: http://www.bbtklpp.pppl.depkes.go.id

Oleh: Husain M. Fajar Surasno (CIMSA FK UI)

Foto: Alvian Putra Adhitama (CIMSA FK UI)

Desain: Satrio Wahyu F. (CIMSA FK UI)

Editor: Melati Suma Paramita

 

 

Komentar



Berita Terkait

World Antibiotic Awareness Week: Jadilah Agen Perubahan
Text Neck: Perhatikan Postur Tubuh Saat Gunakan Gadget