Ketua Pelaksana Pemira IKM UI Beri Penjelasan Soal Tidak Lolosnya Wanda-Sayyid

Tuesday, 07 November 17 | 10:33 WIB

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Panitia PP (Panitia Pemilihan Raya -red) Nomor 09 tentang Penetapan Hasil Sidang Permohonan Keberatan menyatakan bahwa Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI atas nama Wanda Melani Larasati dan Sayyid Ridha dinyatakan tidak lolos dalam Pemira IKM UI 2017.

(Baca Juga: Tak Lolos Sidang Banding, Tim Wanda-Sayyid Pertanyakan Kepastian Hukum ) 

Menanggapi hal tersebut, Mirza Amadea selaku Ketua Pelaksana memberikan penjelasan tidak lolosnya Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakik Ketua BEM UI, Wanda-Sayyid, saat ditemui Suara Mahasiswa pada Senin (6/11) di Fakultas Psikologi UI.

Dalam rilis di akun resmi LINE Pemira IKM UI 2017, pasangan Wanda-Sayyid tidak lolos karena keterlambatan CM dalam menghadiri Sidang Verifikasi dan juga Surat Kuasa yang tidak ditulis berdasarkan aturan yang berlaku.

Sebelumnya, Sayyid yang merupakan pasangan Wanda dalam Pemira IKM UI menyatakan tidak dapat mengikuti Sidang Verifikasi karena masalah keluarga. Perihal ketidakhadiran Sayyid, Dea menyatakan, “Menurutku masih bisa dibikin Surat Kuasa kalau emang Sayyidnya gak bisa datang, kan aku juga mundurin (Sidang Verifikasinya –red) dua jam, (Surat Kuasa seharusnya –red) dengan tanda tangan Sayyid karena Sayyid bilang gak bisa datang jam 5.”

Adapun mengenai Surat Kuasa, berdasarkan pemaparan Dea, tidak ditulis berdasarkan aturan umum yang berlaku. “Akhirnya surat yang kami terima pun suratnya tidak sesuai dengan kaidah tata cara penulisan surat kuasa secara umum. Namanya Sayyid memberikan kuasa kepada Nisa (CM tim Wanda-Sayyid –red), tapi tertanda tanda tangan Sayyid Ridha bawahnya terus dicoret dan diganti Wanda Melani,” jelas Dea.

Selanjutnya pada saat sidang verifikasi kedua, berdasarkan Peraturan Panitia (PP) bila Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua tidak membuat Surat Kuasa atas Nama Campaign Manager (CM) untuk mengikuti Sidang Verifikasi, maka pasangan Bakal Calon tersebut dinyatakan mengundurkan diri.

(Baca Juga: Sidang Verifikasi Kedua Tak Loloskan Satupun Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI )

Akan tetapi, saat itu Nisa Adlina Sharfina selaku CM tidak dapat hadir sidang karena sakit. Menurut Dea, mengacu pada PP Pasal 13, yang tidak dapat hadir dengan alasan sakit harus menyertakan surat keterangan dokter, tetapi Wanda hanya melampirkan bukti chat dengan CM-nya.

Selanjutnya Wanda menghubungi CM untuk menghadiri Sidang Verifikasi, akan tetapi, pada saat tiba di ruang sidang, CM dinyatakan terlambat datang. Menanggapi hal tersebut Dea menyatakan bahwa keterlambatan itu dihitung dengan 31 menitnya, bukan 1 menitnya.

“Akhirnya dengan yang seperti itu CMnya juga datang terlambat, kami menyepakati dengan waktu andorid network time maksudnya yang bisa dilihat semua orang, akhirnya pada saat itu kami membiarkan beliau masuk tapi tidak sebagai CM, tapi sebagai peserta IKM biasa,” tambah mahasiswa angkatan 2013 itu.

Di akhir wawancara, Dea mengungkapkan harapannya terhadap pelaksanaan Pemira IKM UI tahun ini. Mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah dan panitia lainnya menginginkan proses Pemira ini berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang ada di Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pemilihan Raya Paasangan Ketua dan Wakil Ketua BEM UI, Anggota MWA UI, Anggota DPM UI.

 

Teks: Eri Tri Anggini dan Kezia Estha

Foto: Diana

Komentar



Berita Terkait

Peserta Pemira IKM UI Beri Jawaban Soal Kenaikan Biaya Pendidikan Vokasi
Dinyatakan Lolos Bersyarat, M. Luthfie Arif Merasa Sangat Tidak Puas
Lolos Bersyarat, Zaadit Taqwa Akui Cukup Puas dengan Hasil Sidang Banding
Ralat Hasil Sidang Verifikasi Kedua, Panitia Pemira IKM UI Loloskan Bakal Calon Anggota MWA UI UM