Kilas Balik Proses Evakuasi Massa Aksi Mahasiswa UI

Thursday, 26 September 19 | 08:18 WIB

Aksi Tuntaskan Reformasi hingga hari ini, Kamis (26/9), masih menuai kontroversi. Berawal dari turun ke jalan hingga diundangnya ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa universitas untuk berdialog langsung dengan perwakilan pemerintah dan perwakilan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di TV Nasional, masyarakat masih terus memperbincangkan hal ini.

Aksi yang diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai universitas ini juga sempat terjadi kericuhan. Penyemprotan gas air mata dan water cannon membuat massa aksi kalang kabut mencari tempat perlindungan. Kericuhan tersebut terjadi karena adanya provokasi dari beberapa pihak. Hal ini disampaikan oleh M. Luthfi selaku mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) yang kemarin sempat membantu evakuasi massa aksi mahasiswa UI.

“Gue bisa bilang keduanya melakukan provokasi. Polisi memulai dengan dorong-dorong dan baris di depan pager (yang -red) sebelumnya di samping. Ada beberapa kelompok massa yang juga jadi provokator. Gue bahkan ngeliat, seseorang gak pake almet (jas alamamater -red) apapun, terus ambil botol untuk dilemparin,” tutur M. Luthfi yang akrab disapa El.

Kemudian, mengenai evakuasi massa aksi mahasiswa dari UI yang dilakukan pukul 16.00 WIB, El mengatakan bahwa massa aksi sempat terpecah. Ada yang di depan pagar DPR RI, di dekat Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), dan ada beberapa mahasiswa yang ikut kloter dua baru datang dari kampus UI. Ia mengatakan bahwa yang berada di dekat JPO kurang lebih ada 1000 orang dan dimobilisasi menuju Gelora Bung Karno (GBK). Ada pun mobilisasi pengamanan massa aksi dilakukan karena terdengar info bahwa pukul 17.00 WIB akan ada skenario ricuh dari penyusup.

“Gue sendiri gak mau ambil risiko kalau misalkan ada anak UI yang jadi korban jiwa,” jelasnya.

Untuk massa aksi yang di depan pager DPR, dievakuasi langsung oleh Manik Marganamahendra selaku ketua BEM UI. Manik membawa kurang lebih ratusan orang untuk kemudian dibawa ke Gedung Kompas, Palmerah, Jakarta. Sedangkan, massa yang baru datang dari UI pengevakuasian dipimpin oleh Zafira selaku Kepala Departemen Aksi dan Propaganda (Kadep Akprop) BEM UI.

Tak hanya itu, menurut keterangan El, massa aksi dari UI tidak ada satu pun yang ditahan oleh aparat kepolisian. Namun, massa yang dibawa ke arah GBK ada yang dikejar dan ditembak dengan gas air mata sampai di depan pintu Gerbang GBK.

Melihat adanya kericuhan yang terjadi, hingga malam hari kondisi masih belum terkendali. Menurut pengkuan El, ada sepuluh orang termasuk dirinya yang tidak bisa pulang karena suasana yang tidak kondusif. El sendiri mengaku baru bisa pulang pukul 04.00 dini hari.

“Kalau yang 10 orang, ketahan karena kondisi enggak kondusif untuk pulang. Kericuhan terjadi, mereka bisa aja jadi korban kericuhan ataupun ditangkap aparat,” jelasnya.

Teks: Halimah Ratna Rusyidah
Foto: Anggara Alvin
Editor: Ramadhana Afida Rachman

Pera Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Kenang Massa Aksi yang Gugur, Mahasiswa UI Gelar Aksi Solidaritas
Tolak Undangan Jokowi, BEM se-UI Enggan Dipolitisasi
Pemilihan Rektor UI 2019: MWA UI UM dan BEM UI Tanggapi Animo Mahasiswa yang Masih Kurang
BEM UI dan KPU Adakan Program Pindah Memilih untuk Mahasiswa Rantau UI