Komunitas Ranting Hijau Ajak Mahasiswa UI Lebih Peduli Lingkungan

Monday, 16 March 15 | 10:05 WIB

Ranting Hijau merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan. Komunitas ini merupakan hasil kolaborasi antara Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dan para penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) dari Dompet Dhuafa.

Meski baru diresmikan pada 13 Februari 2015, Ranting Hijau telah melakukan aksi kepedulian terhadap lingkungan sejak tahun 2014. Dalam pelaksanaan Orientasi Kegiatan Kampus (OKK) UI 2014, Ranting Hijau melakukan aksi lingkungan berupa pemilahan sampah dengan menukarkan  limasampah yang dapat ditukarkan dengan satu tumbler (botol minum-red) gratis.

Sampah yang telah dipilah ini kemudian diteruskan pada Zero Waste Indonesia (ZWI), yang kemudian akan ditukarkan dengan sejumlah uang sebagai dana yang akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Sesuai namanya, komunitas Ranting Hijau digambarkan seperti pohon yang memiliki banyak cabang. “Maknanya berarti rotating the life, sebuah kebermanfaatan yang terus berotasi tanpa terputus, untuk membentuk alur siklus kebaikan,” ujar Silvia Ranny Walfiroh, mahasiswi Psikologi UI yang merupakan salah satu pengurus Ranting Hijau.

Makna filosofis dari penamaan Ranting Hijau itu kemudian diturunkan menjadi tiga misi, yaitu pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan. Silvia menjelaskan, “Misi ini diwujudkan dengan kampanye gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, edukasi pemilahan dan pengumpulan sampah, persuasi mencintai lingkungan dan pengelolaan dana untuk memperkuat dan memberdayakan komunitas.”

Menyoroti sejarah terbentuknya komunitas ini, Ranting Hijau pertama kali digagas oleh para penerima beasiswa Bakti Nusa. Ide tentang komunitas lingkungan muncul ketika penerima beasiswa Bakti Nusa angkatan pertama diwajibkan membuat sebuah gerakan sosial.

Hingga sampailah pada penerima beasiswa angkatan ketiga, nama Ranting Hijau baru dicetuskan. Karena jumlah anggota kepengurusan yang tidak memadai, komunitas Ranting Hijau sadar akan kebutuhan untuk bekerjasama dengan Departemen Lingkungan Hidup BEM UI.

Dalam beberapa tahun mendatang, Ranting Hijau merencanakan kerjasama dengan KOPHI (Koalisi Pemuda Hijau Indonesia) dan lembaga – lembaga lain yang juga fokus di bidang lingkungan.

“Hal ini untuk membuat gerakan Ranting Hijau dikenal luas oleh masyarakat,” ujar Silvia.

Ia juga menambahkan adanya rencana untuk melatih kepengurusan untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan program bank sampah yang dimiliki.

Ditemui di Fakultas Psikologi, Silvia mewakili Ranting Hijau memaparkan harapannya mengenai komunitas ini. “Semoga mahasiswa UI bisa lebih sadar tentang isu – isu lingkungan bahwa isu tersebut tidak hanya diselesaikan dengan hal – hal yang bersifat matang, namun kita bisa melakukannya dengan hal yang sederhana seperti bergerak dengan memilah sampah dan membawa sampah tersebut ke bank sampah. Harapannya, semoga gerakan hijau ini bisa dikenal minimal oleh mahasiswa UI dan mereka bisa ikut berkontribusi,” tuturnya.

Di sisi lain, Kusuma, mahasiswa FISIP UI, merasa perlunya sosialisasi lebih untuk memperkenalkan komunitas ini. “Gagasan adanya Ranting Hijau ini termasuk keren sih, tapi sayangnya belum banyak yang tahu apa program dan bagaimana manfaatnya secara meluas. Mungkin perlu sosialisasi yang massif sih untuk menyukseskan komunitas baik seperti ini,” ujar Kusuma.

 Cindy A. Fiona

Editor: Dara Adinda Kesuma Nasution

Foto: @ranting_hijau

Komentar



Berita Terkait