Kontroversi Peleburan Departemen Kastrat dan Akprop di BEM UI 2018, Eto: “Masalah sebetulnya ada di komunikasi”

Sunday, 21 January 18 | 06:59 WIB

Sabtu (20/1) Idmand Perdina selaku wakil ketua BEM UI 2018 menjelaskan beberapa hal terkait peleburan departemen Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) dengan departemen Aksi dan Propaganda (Akprop). Diwawancara melalui telepon, Idmand Perdina alias Eto menjelaskan  pemicu timbulnya kontroversi peleburan fungsi kajian dan fungsi aksi dalam satu departemen diakibatkan oleh masalah komunikasi yakni pada terlambatnya penyampaian perubahan struktur yang ada.

Kalo orang-orang yang tadi mau maju (menjadi Kadep dan Wakadep Akprop–red), jadi nggak mau maju, terus kalo anak-anak yang tadinya akprop, kalo akpropnya nggak ada jadi merasa kehilangan, jadi kayak ada rasa kecewa, mempertanyakan kenapa (nggak ada akprop–red), itu yang jadi masalah sebetulnya, ada di komunikasi, ya kenapa ada masalah di komunikasi? Ya kami juga kejar-kejaran, mengejar semua hal,” ujar Eto.

Di sisi lain, Muhammad Arif Dalimunthe selaku Bakal Calon Kepala Departemen Akprop BEM UI 2018, saat kami mintai tanggapannya (21/1) menyayangkan ketidakmampuan pimpinan BEM UI 2018 dalam mengomunikasikan keputusan peleburan departemen Kastrat dan Akprop kepada publik. Arif juga mengatakan seharusnya pimpinan BEM UI 2018 dapat membangun komunikasi yang baik dengan para bakal calon BPH BEM UI 2018 yang nantinya akan membantu mencapai visi-misi, dan Arif percaya bahwa dalam menyiapkan hal fundamental (struktural BEM UI 2018—red) itu merupakan perkara yang serius.

“Simpelnya menurut gua hal ini gak pernah diomongin sama Babeh (Zaadit—red)  pas kampanye, pun detik-detik setelah terpilih. Dan tiba-tiba  bawa sesuatu yang berbeda dari yang dikampanyekan. Pun hingga saat ini, sudah menimbulkan kegaduhan di publik, belum ada rilis klarifikasi sejauh ini,” tutur Arif.

Saat ditanya perihal penyatuan departemen Kastrat dan Akprop dalam satu struktur yang tidak sesuai dengan grand design yang dipublikasikan, Eto menganggap jika hal itu lumrah terjadi dikarenakan grand design yang ditawarkan saat kampanye memang masih dapat mengalami perubahan. Grand design yang sifatnya hasil akhir adalah jika sudah disahkan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI yang bersamaan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BEM UI serta saat sudah tersedianya komposisi Badan Pengurus Harian (BPH) BEM UI.

Menangggapi hal tersebut, Teuku Muhammad selaku ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UI tahun 2017  menjelaskan bahwa grand design yang dibawa ketika kampanye tetapi kemudian tidak sesuai dengan eksekusinya itu merupakan hal yang sah-sah saja. “Dalam peraturan perundang-undangan di IKM UI sejauh ini tidak ada hal-hal yang mengatur mengenai GD (grand design—red ) sama sekali, prinsipnya pengawasan DPM UI kembali kepada RKAT yang dibuat oleh BEM UI, jadi menurut saya sih ini tentang bagaimana mereka mentransformasikan GD yang mereka buat ke dalam bentuk usulan RKAT yang formatnya diatur lebih lanjut oleh DPM UI,” jelasnya.

Tak hanya masalah komunikasi dan grand design, Eto juga menjelaskan mengenai latar belakang pengambilan keputusan peleburan departemen Kastrat dan Akprop. Salah satu alasan yang melatarbelakangi Zaadit dan Idmand menyusun struktur tersebut didasarkan pada konsep dan prinsip yang mereka pegang, yakni prinsip structure follow function dan lean organization.

Eto juga menerangkan bahwa proses penyusunan struktur disesuaikan dengan kebutuhan yang ada serta melihat evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut ia, structure follow function memiliki arti yaitu jika dalam proses awal penyusunan struktur organisasi terlebih dahulu melihat pada tujuan serta nilai berupa visi-misi yang mereka bawa. Berikutnya disusunlah struktur yang dapat menunjang dan mendukung pelaksanaan program-program kerja yang ada. Sedangkan prinsip lean organization dilakukan untuk merampingkan struktur yang ada dengan tetap mempertimbangkan koordinasi dan misi membangun gerakan.

Dalam hal kepastian keputusan untuk melakukan perubahan struktur pada BEM UI 2018, Eto mengatakan sudah melihat pertimbangan-pertimbangan yang ada, pihak Zaadit-Eto juga melakukan tukar wawasan terhadap beberapa pejabat struktural BEM UI sebelumnya. “Yang pasti ya, yang pasti kami tetap, tetap berpegang pada keputusannya (untuk meleburkan departemen kastrat dan akprop—red), pro dan kontra itu wajar. Terus ada beberapa saran yang jadi pengingat kami juga,” jelas Eto.

Adapun mengenai klarifikasi dari  pihak Zaadit-Eto, Eto mengatakan bahwa rencananya akan merilis hal tersebut pada malam hari ini (21/1).

 

 

Teks: Elsa Manora

Foto: Diana

Editor: Halimah Ratna Rusyidah

 

Komentar



Berita Terkait