Kuliah Tanpa Tatap Muka Lewat PDITT

Sunday, 08 March 15 | 09:20 WIB

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan memperluas akses sistem kuliah online, salah satunya lewat Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) yang sudah diresmikan sejak April 2014 lalu.

Sistem yang sudah banyak digunakan oleh perguruan tinggi terkemuka dari berbagai belahan dunia ini memungkinkan mahasiswa untuk bisa mengikuti kuliah lintas perguruan tinggi tanpa harus terdaftar sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi itu.

Awalnya, pengadaan PDITT ini dilatarbelakangi oleh Angka Partisipasi Kasar Perguruan Tinggi (APK-PT) di Indonesia yang belum mencapai 30 persen. Selain itu, layanan pendidikan tinggi bermutu di Indonesia juga belum merata sehingga diperlukan strategi khusus untuk dapat mewujudkan hal tersebut dalam waktu singkat dan dengan  biaya yang terjangkau.

Dalam program ini, Dirjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan enam perguruan tinggi negeri dan swasta yakni, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Bina Nusantara (BINUS), dan STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Sistem registrasi yang diperlukan untuk dapat mengikuti dan memilih mata kuliah daring ini juga cukup sederhana. Calon pengguna hanya perlu membuka portal PDITT (http://pditt.belajar.kemendikbud.go.id) untuk melakukan registrasi akun dan mata kuliah.

Namun, untuk registrasi mata kuliah oleh mahasiswa aktif yang terdaftar dalam prodi di perguruan tinggi yang sudah menggunakan sistem ini, diperlukan otorisasi dari Ketua Program Studi agar perolehan kredit dapat diakui.

Dalam satu mata kuliah, penargetan jumlah mahasiswa yang mengikuti mencapai 100 orang dengan 4 orang tutor. “Jadi keempat tutor tersebut akan berusaha untuk menjawab pertanyaan, atau mengarahkan mahasiswanya secara online. Dosennya sendiri pun terkadang juga ikut mendampingi tutornya,” ujar Ketua Kantor Pelayanan dan Pengembangan Sumberdaya Pembelajaran (PPSP) Universitas Indonesia, Gatot Fatwanto Hertono, Ph.D.

Sayangnya, untuk sementara waktu, pengguna yang bisa melakukan interaksi dengan tutor yang disediakan oleh PDITT hanyalah mahasiswa aktif yang terdaftar di Perguruan Tinggi penyelenggara.

“Dalam pembelajarannya, sumber belajar hanya dapat diunduh di SceLe untuk mahasiswa Universitas Indonesia, dan Learning Management System (LMS) masing-masing perguruan tinggi penyelenggara. Jadi untuk sementara ini, hanya materi kuliah terbuka yang bisa diunduh oleh mahasiswa umum,” jelas Gatot.

Saat ini, sejumlah 34 dari total 50 mata kuliah yang dapat diakses secara daring dan memperoleh sertifikat yang dapat dialihkreditkan. Tujuh diantaranya adalah Akuntansi Keuangan, Pengantar Ilmu Politik, Pengembangan Perangkat Lunak, Machine Learning, Metabolisme, Advokasi Kesehatan, dan Komputasi Saintifik yang diadakan oleh Universitas Indonesia.

Tersedianya media pembelajaran online baru berbasis Massive Open Online Courses (MOOC’s) yang diusung PDITT dirasa sangat berguna bagi mahasiswa yang membutuhkan mata kuliah tambahan untuk menunjang studinya.

Seperti yang dikatakan oleh Siti Nurfaizah, Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, “Belajar menggunakan internet memang bukan hal baru di dunia pendidikan, apalagi di era digital seperti sekarang yang semuanya serba instan tanpa kenal waktu dan tempat. Mahasiswa Universitas Indonesia juga sepertinya sudah tidak asing dengan diskusi online, maupun pemberian tugas dan pengumpulan via internet. Tapi dengan adanya PDITT, sumber belajar kita jadi bertambah karena mata kuliah yang disediakan oleh perguruan tinggi lain belum tentu ada di universitas kita sendiri,” ucap Siti Nurfaizah.

Sementara itu, Fadzan Dafrisyakinta, mahasiswi Program Vokasi Universitas Indonesia mengutarakan pendapat berbeda. Ia meragukan keefektifan sistem kuliah daring mengingat masih banyak mahasiswa yang belum bisa memanfaatkan fasilitas pendidikan di Indonesia. “Dalam kegiatan perkuliahan saja masih banyak mahasiswa yang suka cabut-cabutan, apalagi di kuliah online yang tidak memberikan interaksi tatap muka secara langsung,” ungkap Fadzan.

 

Rafiqah Nurrahmi

Editor: Dara Adinda Kesuma Nasution

Gambar: http://pditt.belajar.kemdikbud.go.id

 

Komentar



Berita Terkait

Pemira IKM UI dan Partisipasi Mahasiswa
Peringati Hari Pers Nasional, Kompas Gelar #PeopleTalk Perdana
Penerapan Teknologi Baru pada Kapal Pelat Datar Triwitono
Tim UI Raih Medali Emas di Kompetisi Rekayasa Genetik Internasional