Les Desireux & Les Desirables

Monday, 26 January 15 | 01:28 WIB

Judul                             : Les Desireux & Les Desirables

Durasi                           : 40 menit

Sutradara                     : Yoga Arif

Pimpinan Produksi : Ronantikarunia

Manajer Panggung : Anastasya Margareth

Pemain                        : Salsabila Ramadita, Clarissa R. Fredricka, Fadhol Hasby, Amarra R. Gabriella, Arissya Novarianti, Astrid V. Cassondra, Argo Y. Sambuaga, Lazuardi Chindaku

Penulis Naskah        : Yoga Arif

Musik                           : M. Rezan

Penata Cahaya          : Mardi Wirengkoso

Kostum                        : Rizki A. Pertiwi

Properti                        : Marisa Safitri

Make up                       : Asya Daniaputri

Penari                            : Nabila P. Andika

Poster                            : M. Prakatama

 

Pementasan teater berjudul Les Desireux & Les Desirables merupakan pementasan yang dipersembahkan oleh program studi Sastra Prancis UI pada Petang Kreatif Festival Budaya ke-29 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI pada (6/12/2014) lalu. Les Desireux & Les Desirables bercerita tentang tokoh Sesil, seorang gadis asal Prancis yang mempunyai keinginan untuk menjadi orang lain.

Sesil merasa iri dengan kakaknya, Audrey, yang berparas cantik, sukses, dan populer. Audrey berkali-kali berpesan padanya “Yang terpenting bukanlah berapa orang yang menyukaimu, tapi seberapa besarkah kamu menyukai dirimu sendiri”. Namun petuah itu pun tidak dihiraukan. Ia tetap merasa iri dan berharap bisa menjadi orang lain.

Seorang Badut muncul dan menawarkan diri untuk membantu Sesil mewujudkan keinginannya. Badut itu mengajaknya untuk menemui seorang Ratu. Sesil yang awalnya ragu akhirnya ia memberanikan diri untuk menerima tawaran sang Badut. Sesil di bawa ke kerajaan untuk menemui Ratu. Sang Ratu tidak mau membantu secaranya Cuma-cuma. Sesil harus melalui tiga tantangan terlebih dahulu.

Sesil harus mengalahkan Oberon, sang ksatria istana. Setelah berhasil mengalahkan Oberon karena kecerdasannya, Sesil ditantang untuk membuat Gisel dan Bianca, anak kembar yang selalu satu pikiran dan perasaan, untuk berpikiran berbeda. Sesil memulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan selalu gagal. Kemudian Sesil memutar otak dan bertanya “Siapa yang paling bodoh?”. Gisel dan Bianca saling menunjuk satu sama lain. Ini dia, jawaban yang akhirnya berbeda.

Tantangan terakhir Sesil adalah menghibur sang Ratu. Sesil mengajak Ratu untuk menari bersama. Menurutnya, hiburan tidak harus datang dari luar, tapi hiburan dapat hadir dari diri sendiri. Saat sang Ratu menari, ia merasa terhibur karena merasa menyatu dengan para penari yang biasanya hanya ia tonton dari kejauhan.

Setelah memenuhi tiga tantangan, Ratu memberikan Sesil kotak ajaib. Kotak tersebut dapat mengabulkan keinginannya untuk menjadi Audrey. Namun, saat hendak membuka kotak ajaib, sang Badut justru menghalanginya. Rupanya sang Badut juga ingin memiliki kotak ajaib. Bertengkarlah mereka hingga sang Badut berhasil merebut kotak ajaib. Ketika kotak ajaib dibuka, terkejutlah mereka karena kotak tersebut kosong.

Kelebihan dari pementasan ini adalah tata panggung yang baik, pemain yang dapat menghayati perannya masing-masing, dan cerita yang berisi. Di setiap pergantian babak, tim produksi selalu mengatasi pergantian properti yang tergolong banyak, dalam waktu singkat.

Tiap pemain berhasil berperan secara maksimal. Penonton dapat menyaksikan tiap perubahan emosi dan memahami watak tokoh. Keseluruhan narasi sangat padat. Tidak terdapat jeda kosong dalam pementasan tersebut. Penonton terlihat cukup antusias untuk menyaksikan pementasan hingga berakhir.

Terlepas dari itu, akhir cerita masih terkesan menggantung dan membingungkan. Adegan penutup tidak menggambarkan dengan jelas apa yang sebetulnya terjadi pada Sesil. Tokoh Sesil hanya menampilkan monolog.

Secara keseluruhan, terdapat beberapa makna tersirat yang berusaha disampaikan dalam “Les Desireux & Les Desirables”. Berbanggalah pada diri kita sendiri dan tidak usah menjadi orang lain. Ditonjolkan bahwa manusia memiliki kelebihan tersendiri yang unik. Kemudian, beranikanlah diri kita untuk mencoba pengalaman baru dan berhati-hati saat mempercayai orang lain.

Pementasan teater “Les Desireux & Les Desirables” ini menarik. Dari segi narasi maupun penampilan teater,  berhasil disampaikan dengan kualitas yang baik. Pementasan ini membuktikan bahwa teater produksi mahasiswa tidak kalah menarik jika dibanding dengan pementasan teater yang biasa diselenggarakan oleh para profesional. “Les Desireux & Les Desirables” berhasil meraih juara tiga Petang Kreatif tahun 2014 lalu.

 

Hana Berliani

Delima Rohatullatifa

 

Komentar



Berita Terkait

Keberagamaan adalah Keseimbangan
Ragam Semarak dari Bangku Penonton
Peringati 17 Agustus, Klub Pecinta Alam Fakultas Teknik Kibarkan Bendera di Bawah Laut
Menggali Potensi Mahasiswa Melalui MIPA Untuk Negeri