Mahasiswa UI Gelar Konsolidasi Akbar Tuntut Pendidikan Terjangkau

Tuesday, 25 April 17 | 09:51 WIB

Malam ini, Selasa (25/4) diadakan konsolidasi akbar “Menyusun Strategi Tuntut Pendidikan Terjangkau untuk Semua” di Teater Kolam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Konsolidasi tersebut diselenggarakan sebagai langkah mahasiswa UI untuk mengawal biaya pendidikan tinggi yang semakin mahal.

Menurut Ali Zainal Abidin, Ketua BEM FISIP, konsolidasi kali ini merupakan sebuah upaya untuk membangun tekanan masa pada Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada (2/5) mendatang.

Hal yang dibawa dalam momentum tersebut berupa tuntutan untuk merevisi Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“Selama ini, UU Dikti belum membatasi otonomi keuangan. Gerakan yang akan dibangun (oleh mahasiswa UI -red) sifatnya mengadakan pasal dengan pembatasan seberapa jauh otonomi keuangan bisa dilaksanakan,” ujar Ali.

Ali menjelaskan bahwa gerakan yang akan dibangun merupakan gerakan lintas organisasi dan nonorganisasi. Menurutnya, gerakan yang baik adalah yang mempunyai tekanan masa dan berjalan secara konsisten.

“Kita ingin membuka akses bagi semua orang untuk bergerak. Kita ingin membentuk gerakan yang menjadi gerakan bersama, yang memang didasari oleh keresahan bersama.”

Selain itu, ia berharap konteks gerakan yang dibangun tidak terjebak pada dikotomi menyerang UI atau menyerang pemerintah, melainkan bagaimana membangun keresahan, tekanan publik, kesadaran bahwa ada permasalahan di UI dan akar permasalahannya ada secara nasional.

Sebelum membentuk gerakan lebih lanjut, El Luthfie, Kepala Departemen Kajian dan Aksi dan Strategis (Kastrat) BEM UI berpendapat, “Masalah kampus, misalnya jam malam, diskusi yang dibubarin dan lain sebagainya harus diselesaikan dulu. Kita harus sama-sama menyatukam frame,” ujarnya.

Konsolidasi hari ini diinisiasi oleh BEM Se-UI yang bekerja sama dengan FSPP (Front Mahasiswa Nasional [FMN], Serikat Mahasiswa Progresif [Semar] UI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PMII], Peduli Kampus [Peka] UI).

 

Teks dan foto: Frista Nanda Pratiwi dan Halimah Ratna

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait