Maraknya Aksi Pencopetan di Wisuda UI

Tuesday, 23 September 14 | 07:47 WIB

Kasus pencopetan kembali terjadi pada acara wisuda  di Balairung UI tanggal 29 dan 30 Agustus 2014 lalu. Setidaknya puluhan mahasiswa dan  pengunjung lain yang hadir kehilangan barang yang dibawa saat menghadiri acara tersebut.

Hilangnya barang diadukan oleh para korban pencopetan ke pihak Balairung UI. Saat dikonfirmasi, Agus Suhendi dari pihak Sekretariat Balairung UI membenarkan bahwa banyak aksi pencopetan saat wisuda.

“Banyak yang kehilangan (barang-red), kebanyakan diantaranya dompet, telepon genggam, dan kamera”, kata Agus.

Salah satu korban, Yesinia Agnesiaputri (Sastra Inggris) yang kehilangan dompet waktu menghadiri wisuda. Ia menduga kalau dirinya dicopet saat sedang berteduh di tenda dekat parkir mobil. “Di sana rame banget orang dan pada pake baju rapi gitu, gue kan jadi enggak curiga,” kata Yesinia.

Jane Hillary (Sastra Perancis) juga kehilangan telepon genggam saat keadaan sedang ramai. “Waktu desak-desakan masuk ke bagian kursi undangan, gue enggak sengaja nemu robekan vertikal di tas gue, pas gue nyari hape sama dompet ternyata udah enggak ada” katanya.

Menurut Agus, hal seperti pencopetan ini tidak harus terjadi lagi pada acara besar seperti wisuda. Seharusnya, lanjut Agus, pihak PLK UI (Pembinaan Lingkungan Kampus) sudah bisa mengevaluasi kejadian seperti ini.

Dia mengatakan sebaiknya saat ada acara besar seperti wisuda, para petugas membentuk tim khusus penjaga keamanan yang tidak memakai seragam dinas agar bisa berbaur dengan tamu  lainnya. Sehingga pencopet tidak sadar sedang diawasi.

“Kalau petugas pakai safari kan pencopet dapat menghindarinya dan mencopet di daerah yang tidak ada petugas,” kata Agus.

Yogi Febri Setiawan
Foto: Hanna Maulida

Komentar



Berita Terkait

Untuk Keamanan, Perpustakaan UI Tempatkan Mesin Pemindai
Mempertanyakan Arti Rupawan
Tiga Faktor Maraknya Aksi Pencopetan di Wisuda UI
Aksi Pencopetan Saat Wisuda, PLK Sudah Melakukan Penjagaan Optimal