Melirik Sisi Lain Kota Jakarta Melalui Hidden Jakarta Tour

Wednesday, 25 March 15 | 10:40 WIB

Mengunjungi museum dan tempat-tempat wisata yang umum di Jakarta merupakan hal yang sudah biasa. Hidden Jakarta Tour, menghadirkan pengalaman tur yang memberikan kesempatan pada wisatawan untuk melihat sisi lain Ibukota.

Di balik kemegahan gedung-gedung tinggi, masih banyak daerah-daerah kumuh atau slum area di Jakarta. Ronny Poluan, selaku pendiri Hidden Jakarta Tour, memulai gagasannya atas dasar kondisi tata ruang ibu kota ini.

“Bangunan di Jakarta didesain dengan tumpang tindih. Ibarat membuat rumah yang paling penting adalah gambarnya. Gambar tata ruang Jakarta masih terlihat tidak rapih, sementara pemerintah masih kurang cerdas menangani masalah tersebut,” ujarnya.

Founder Hidden Jakarta Tour oleh Cindy Andika Fiona

Awalnya, Hidden Jakarta Tour dimulai ketika Ronny bertemu seniman-seniman asing pada tahun 80an. Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut, melihat bahwa representasi seni dari Indonesia masih kurang dibandingan dengan luar negeri. Ia pun berinisiatif mengajak para seniman asing untuk berkeliling, guna melihat potensi dan kehebatan Jakarta.

Kemudian pada tahun 1992, kerangka pendirian Hidden Jakarta Tour mulai dikonstruksi. Tujuannya menurut Ronny, adalah membongkar kebohongan wisata Jakarta yang ironisnya hanya berfokus pada tempat-tempat yang kurang merepresentasikan Jakarta.

“Hidden Jakarta Tour berdiri tahun 2008 dengan tiga pengurus di dalamnya, lalu kegiatannya mulai berjalan aktif pada tahun 2009,” tutur Ronny.

Wisatawan akan diajak mengunjungi area-area kumuh yang menurut Ronny termarginalisasi. Selain itu, wisatawan juga berkesempatan melakukan dialog interaktif bersama masyarakat di lingkungan tersebut.

Austin, yang merupakan salah seorang wisatawan Hidden Jakarta Tour, berpendapat, “Sangat berbeda dengan tur lainnya. Tur ini sangat menyenangkan. Saya datang ke Indonesia untuk kepentingan bisnis. Menurut saya, masyarakat di sini kurang peduli dengan lingkungannya,” ujarnya ketika diwawancara pada awal Maret 2015 lalu.

Wujud Pemberdayaan Masyarakat

Lebih lanjut Ronny mengatakan, Hidden Jakarta Tour memiliki tiga program berlandaskan pemberdayaan masyarakat, yaitu emergency, education, dan empowerment.

Tiga program tersebut ditujukan untuk membantu mengobati penyakit masyarakat yang kurang mampu, mencerdaskan, dan memperkuat potensi yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Founder Hidden Jakarta Tour berbincang dengan anak-anak oleh Cindy Andika Fiona

Selain itu, Ronny menjelaskan, sebanyak 50% biaya tur akan diberikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dikunjungi.

Terakhir, Ronny mengatakan bahwa dirinya ingin berkontribusi dalam membangun masyarakat dengan kualitas hidup yang layak dan bahagia.

“ini bukan jalan-jalan untuk mencari kesenangan, tapi ini melatih kita untuk berfikir keras tentang sisi lain Jakarta,” tutupnya.

Halimatussyadiyah

Foto: Cindy Andika Fiona dan Mohammad Toha S.

Editor: Melati Suma Paramita

 

Komentar



Berita Terkait