Menari dengan Bayangan: Menerima dan Memaafkan

Friday, 13 March 20 | 07:01 WIB

Nama Album:  Menari dengan Bayangan
Artis: Baskara Putra/Hindia
Genre: Alternatif
Label: Sun Eater Coven
Tanggal rilis : 29 November 2019
Kolaborator: Rara Sekar, Petra Sihombing, Sal priadi, Kamga, Natasha Udu, dan Matter Mos

Setiap orang memiliki bayangan dari masa lalu, terutama pengalaman buruk, yang kerap menghantui perjalanan hidup di masa kini. Baskara Putra turut menuangkan bayangan masa lalunya dalam bentuk album lagu bertajuk Menari dengan Bayangan. Sebuah kutipan yang menggambarkan isi hati Baskara yakni pada lagu yang berjudul “Evakuasi” berbunyi, “Aku hanya ingin ketenangan / Bukan rumah, uang, atau ketenaran / Aku hanya butuh ketenangan / Ia sangat jauh, hanya angan-angan”. Potongan lirik tersebut merupakan gerbang pembuka sekaligus pengantar dari album ini. Tiap kata dalam lagu “Evakuasi” seakan mengucapkan “Selamat datang, inilah ceritaku”. 

Album debut solo milik musisi yang juga disebut sebagai Hindia ini telah dirilis pada 29 November 2019 lalu. Jauh sebelum itu, pada Maret 2019, Hindia telah meluncurkan sebuah lagu berjudul “Evaluasi”. Kini lagu tersebut menjadi penutup dalam Menari dengan Bayangan. Awalnya, “Evaluasi” hanya sebagai media untuk mencurahkan isi hati Hindia dan dibuat untuk dirinya sendiri. Ternyata, perilisan tersebut disambut baik oleh khalayak ramai. Setelah “Evaluasi”, beberapa lantunan lainnya mulai dirilis, seperti “Secukupnya”, “Jam Makan Siang”, “Belum Tidur”, dan “Membasuh”.

Dalam pembuatan albumnya, Hindia berkolaborasi dengan musisi-musisi lain, seperti Matter Mos pada lagu “Jam Makan Siang”, Rara Sekar pada lagu “Membasuh”, Petra Sihombing pada lagu “Dehidrasi”, dan Kamga serta Natasha Udu pada lagu “Mata Air”. Selain itu, salah satu hal unik dapat ditemui dalam lagu “Belum Tidur” yang melibatkan Sal Priadi. Ketika mendengarkan lagu ini menggunakan earphone, suara Hindia dihasilkan melalui sisi kiri, sedangkan Sal Priadi di sisi kanan. Konsep ini terlihat berbeda dari lagu-lagu pada umumnya.

Menari dengan Bayangan mencakup dua belas lagu—ditambah tiga voice over—di dalamnya. Tiga voice over tersebut yaitu “Wejangan Mama”, “Wejangan Caca”, dan “Voice Note Anggra”, yang merupakan ungkapan dari orang-orang terdekat Baskara. Keputusan Hindia dalam memasukkan voice note tersebut membuat album ini semakin menarik karena pendengar tidak hanya menikmati setiap lantunan dari Hindia, tetapi juga menerima pesan langsung dari kerabat sang musisi.

Musik milik Hindia semakin dikenal masyarakat luas setelah lagu “Secukupnya” menjadi original soundtrack dari film “Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini”. Salah satu cuitan Baskara dalam akun Twitter pribadinya pada 5 Januari 2020 mengatakan, “Secukupnya ini gak bisa mati”. Hal ini dibuktikan melalui pemutaran lagu tersebut sebanyak 30.448.549 kali di Spotify.

Lima hari setelah perilisan Menari dengan Bayangan, Hindia menggelar konser tunggal “Perayaan Bayangan”. Konser ini diselenggarakan di Studio Palem, Kemang, serta dimeriahkan oleh beberapa musisi lainnya, seperti Kunto Aji, Nadin Amizah, Sal Priadi, dan Saleh Husein ‘The Adams’. Tidak hanya konser tunggal, tetapi Hindia juga membuat sebuah tur untuk mempromosikan dan mengunjungi para pendengarnya di beberapa kota di Pulau Jawa. Tur ini dinamakan “Tur Bayangan” yang digelar pada Februari 2020. Antusiasme para pendengar Hindia sangatlah tinggi. Hal ini terlihat ketika tiket tur tersebut habis dalam beberapa jam setelah penjualannya dibuka. 

Hindia cukup aktif di dunia maya. Tidak hanya memublikasikan mengenai diri dan karyanya di berbagai platform media sosial, Hindia juga membuka diri dengan bertanya dan mendengarkan cerita para pengikutnya. Komunikasi yang terjalin antara penyanyi dan pendengar membuat Hindia terlihat semakin menarik. Selain itu, Hindia juga sempat membuka open submission video dari para pengikutnya. Kemudian, video-video tersebut digabungkan menjadi music video untuk beberapa lagunya. Hal ini membuktikan bahwa Hindia tidak membuat jurang pemisah antara dirinya dan pendengarnya. Sebaliknya, ia ingin melibatkan para pendengarnya dalam proses kreatif tersebut.

Selain menghasilkan banyak hal menarik, Hindia juga menawarkan cara bernyanyi yang berbeda, yakni seperti orang yang sedang berbicara dan terkesan monoton. Hal ini menuai kritikan bagi dirinya. Terlepas dari itu, inilah Baskara sebagai Hindia dan inilah caranya menyampaikan pesan yang jujur dan tidak dibuat-buat.

Ketika Menari dengan Bayangan diputarkan, rasanya seperti mendengar kisah suka dan duka yang dialami oleh orang terdekat. Lebih lagi, semua lagu dalam album ini seakan-akan mewakili “masalah kita bersama”. Tentunya, masalah tersebut perlu kita terima, hadapi, hingga akhirnya mau berdamai dengan apa pun yang telah terjadi. Setelah memaafkan semua bayangan yang ada, berbenahlah dan mulailah kembali. 

Teks: Putri Melina
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas

Komentar



Berita Terkait