Mengenal Kehidupan Orang Laut Lewat Ekskursi Arsitektur UI 2019

Saturday, 23 November 19 | 01:49 WIB

Di dalam kehidupan di Indonesia yang sudah modern ini, ternyata masih ada bagian dari suku di Indonesia yang hidup dengan cara yang sangat tradisional. Hal itu dikarenakan masih terjaganya adat-istiadat dari leluhur mereka yang sudah menjadi keseharian dan bagian dari kehidupan mereka, sehingga mereka sudah merasa nyaman dengan cara hidup yang sedehana tersebut. Pada bulan Maret lalu, tim ekskursi Arsitektur UI yang beranggotakan 24 orang dari gabungan 3 angkatan ini berhasil menemukan sekumpulan orang di Indonesia yang ternyata hidup di kapal-kapal di atas perairan Riau secara nomaden. Tim ekskursi Arsitektur UI kemudian berangkat ke Riau untuk menjalankan ekspedisi pada 24 Juni sampai 15 Juli 2019. Lewat ekskursi yang mereka adakan, kita dapat ikut mengenal dan mengetahui bagaimana kehidupan sekumpulan orang di atas kapal-kapal tersebut.

Ekskursi pertama kali dibuka pada hari Senin (11/11) di Perpustakaan Universitas Indonesia dengan sambutan dari Project Officer (PO) Ekskursi Arsitektur UI 2019, Maghfirasari Adhani atau Hani dari Arsitektur 2016. Selanjutnya, beberapa kata sambutan disampaikan juga oleh Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto selaku Kepala Departemen Arsitektur UI. Ia menyampaikan apresiasinya untuk mahasiswa Arsitektur UI yang telah berhasil menjalankan ekspedisi untuk ekskursi ini serta para dosen yang telah sabar menemani dalam menjalani ekspedisi acara ekskursi. Selanjutnya, pembukaan diisi dengan pertunjukan sederhana dari dua orang mahasiswa Arsitektur UI sebagai simbolisasi dan Ekskursi Arsitektur UI tahun 2019 pun resmi di buka.

“Kita merasa unik bahwa ternyata ada loh orang yang begini (hidup di atas air -red),” ujar Hani mengekspresikan inspirasi dari tema ekskursi tahun ini yaitu orang laut. “Kita biasanya kan ngerasa rumah gue adalah tempat gue memiliki memori kita, territory kita, sedangkan bagi mereka yang rumahnya berpindah-pindah teritorial gimana sih dia tuh terikat sama apa,“ tambah Hani mengenai makna dari tema pameran yang secara garis besar menafsirkan definisi teritiorial dalam arsitektur.

Tujuan dari acara ekskursi ini adalah untuk mendokumentasikan secara vernakular terhadap arsitektur tradisonal Indonesia yang kontekstual agar bisa dinikmati, diketahui, dan dipelajari bersama oleh masyarakat Indonesia. Setiap ekskursi ternyata memiliki destinasi yang berbeda-beda. Untuk tahun ini, tim ekskursi Asitektur UI 2019 memilih untuk melakukan penelitian dan ekspedisi di daerah Lingga dan Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Di daerah-daerah itulah suku Asli dan suku Duano yang tinggal di sampan berkajang secara nomaden dengan keluarganya. Meskipun pada tahun 1980-an mereka sudah diberikan tempat tinggal tetap oleh Departemen Sosial Indonesia, mereka masih melihat laut sebagai rumah mereka dan aktif beraktivitas di laut sekaligus tempat mata pencaharian mereka.

Pameran ini terbuka untuk umum dan diselenggarakan secara internal di Perpustakaan Universitas Indonesia mulai dari 11-19 November 2019 dengan bedah buku sebagai salah satu bagian dari rangkaian acara pada 16 November 2019. Pameran eksternal juga rencananya akan diselenggarakan di Museum Nasional pada 17- 31 Januari 2020. “Ekskursi itu bukan program pengabdian masyarakat. Jadi, kurang lebih kita ingin membantu orang-orang untuk lebih tahu bahwa ternyata ada yang namanya orang laut di Indonesia, mereka tinggal dimana atau kayak gimana. Kita ingin masyarakat bisa lebih mengenali negeri sendiri,” tutup Hani.

Penulis: Fira Izdihar
Editor: Kezia Estha T
Kontributor: Nada Salsabila
Foto: Anggito Z.

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait