Mengulik Potensi Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Iran

Thursday, 19 February 15 | 12:20 WIB

Dubes RI untuk Iran, Dian Wirengjurit mengisi kuliah umum bertajuk “Berbagi Pengalaman Meniti Karier Diplomasi” pada Rabu (11/2) lalu. Dalam acara yang berlangsung di FKM UI itu, Dian menyoroti hubungan Indonesia dengan Iran dari konteks politik dan ekonomi. (Baca: Dubes Dian Wirengjurit: “Iran Berharap Banyak pada Indonesia.”)

Dalam konteks ekonomi, Dian mengatakan bahwa negara kita punya banyak peluang perdangangan dengan Iran. “Di satu sisi, kita butuh gas dan minyak yang mereka hasilkan. Di sisi lain, kita dapat menjual hasil alam kita seperti kelapa sawit, karet, kertas dan banyak lagi yang dapat kita jual,” ujar alumni Hubungan Internasional UI ini.

Namun, Dian menyayangkan, “Negara tetangga, kita yaitu Singapura dan Malaysia lebih dulu melihat peluang ini.” Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia terlalu mudah puas dengan apa telah dicapai. “Baru mengekspor ke negara tetangga aja kita bangga, misal, kelapa sawit ke Malaysia. Tapi, Malaysia melihat peluang untuk mengirim ke Iran dengan nilai yang lebih tinggi,” tuturnya.

Bagi Dian Wirengjurit, diplomasi ekonomi yang digalakkan sekarang terlambat. Ia mengatakan bahwa seharusnya dari dulu kita melakukan diplomasi ekonomi, bukan hanya menjadi anggota organisasi internasional atau  tuan rumah sidang internasional.

“Kegiatan itu membuang-buang waktu membuang-buang biaya.  Kita boleh melakukan hal itu, tapi jika hanya digembar-gemborkan tanpa dimbangi dengan diplomasi ekonomi, tidak akan ada gunanya. Berapa banyak kita membiayai saudara-saudatra kita dari Afrika untuk menghadiri sidang peringatan Gerakan Non-Blok hanya supaya  kelihatan penuh?” tanya Dian kepada peserta kuliah.

Ia juga menyayangkan ketiadaan masalah diplomasi ekonomi yang diangkat dalam acara-acara semacam itu. Namun, menurut Dian, kebijakan Presiden Jokowi  soal   diplomasi ekonomi membuat hal tersebut kembali pada ‘relnya’.

“Buat saya, konteks politik, sosial, dan budaya tidak ada masalah. Namun, ekonominya menjadi tantangan karena nilai perdagangan ekonomi Indonesia dengan Iran lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia dan Singapura. Padahal hasil bumi yang mereka perdagangkan, seperti kelapa sawit dan karet pun kita punya,” ujar Dian menyimpulkan kuliah umum hari itu.

 

Roni Resky Pauji

Editor: Dara Adinda Kesuma

Komentar



Berita Terkait

RS UI sediakan Fasilitas Lengkap dan Efisien
Korban Revenge Porn Belum Terlindung Payung Hukum yang Tepat
Sisi Kehidupan Kala Menimba Ilmu di Negeri Orang
Sesparlu Gandeng Mahasiswa di Simulasi MSNS 2018