Menikmati Tradisi Minang di Minang Culture Festival 2019

Sunday, 12 May 19 | 07:52 WIB

(28/4) Minang Culture Festival (MCF) merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Minang (IMAMI) Universitas Indonesia. MCF ke-12 ini kembali digelar di Makara Art Center dengan mengusung tema, “Lapau Bukan Sekadar Tempat Berbicang”. Dalam bahasa minang, “lapau” berarti warung, warung yang biasanya sekadar tempat berbincang, namun kali ini mengajak penonton merasakan peran penting lapau dari sisi fungsi sosialnya sebagai tempat pembentuk budaya kebebasan berpendapat dalam kehidupan bermasyarakat budaya Minang.

Lalu, apa yang membedakan MCF tahun ini dengan sebelumnya?

“Perbedaannya yang paling terlihat itu memang dari tema cerita yang diangkat, kalau tahun lalu itu tentang pengangkatan datuak (tetua adat di Minang) lebih banyak scene resmi budaya di teaternya. Sedangkan tahun ini mengangkat tema yang lebih ringan, lebih ke kehidupan sehari-hari dan lebih akrab dengan masyarakat Minang sendiri. Tarian pelengkap teater tahun ini juga semuanya berbeda dengan tahun lalu,” ujar Sylvia Gusnanda selaku Wakil Project Officer MCF 2019.

Pada tahun ini, MCF mengundang Gebu Minang, Ikatan Keluarga Minang Depok, Alumni Ikatan Mahasiswa Minang (IMAMI) UI, dan otoritas lainnya seperti Fasli Jalal (mantan Wakil Menteri Pendidikan), Andrinof C. (mantan Menteri Pembangunan), Oesman Sapta Odang (mantan Ketua DPD RI), Irwan Prayitnyo (Gubernur Sumatra Barat), dan perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatra Barat (Minang Diaspora)

Acara dibuka dengan Tari Pasambahan. Tari Pasambahan merupakan cara masyarakat Sumatera Barat dalam menyambut tamu-tamunya.  Selanjutnya, beberapa orang penari membawa carano (wadah bagi perlengkapan—red) yang berisi sirih, pinang, sadah dan perlengkapan lainnya sebagai suguhan kepada tamu. Tari Pasambahan juga diiringi dengan alunan musik tradisional sebagai pengiring tarian dan lagu sebagai ucapan selamat datang. Dilajutkan dengan tamu undangan akan merobek daun sirih, sebagai bentuk terimakasih telah disambut dengan baik.

Hal menarik lainnya, festival ini turut mengundang bintang tamu dari Minangkabau, Ratu Sikumbang. Ia menyanyikan beberapa lantunan lagu pop minang, salah satunya “Kusia Bendi” yang mampu membawa penonton larut dalam suasana dan mengajak bernyanyi bahkan menari bersama di panggung yang menambah kemeriahan MCF.

Selanjutnya, penonton disuguhi oleh pertunjukan drama berbahasa Minang, yang berjudul ‘Lapau Bukan Hanya Sekadar Tempat Berbincang’. Dalam drama tersebut, lapau ditampilkan sebagai tempat berkumpulnya para warga, mereka bisa jajan dan berkelakar tentang kehidupan. Unsur komedi yang kental membuat penonton tertawa lepas karena jokes khas Minang dalam pementasan drama tersebut. Di antara pergantian sesi pementasan drama, terdapat penampilan randai, yaitu kesenian teatrikal yang menggabungkan unsur tari, musik, dan silat di dalam koreografinya. Kepiawaian para pemain drama serta randai mampu membuat pesan dari drama tersampaikan. Penonton terhibur dengan kesenian-kesenian yang ditampilkan. “Tujuan MCF pada tahun ini yaitu memperkenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas dan sebagai wujud cinta dan pengabdian IMAMI UI dalam pelestarian budaya,” tambah Weno Mariano selaku Project Officer Minang Culture Festival.

Saniyah Pertiwi, Ketua Paguyuban Urang Bandung (URBAN) UI yang turut menghadiri acara MCF mengaku terhibur dengan rangkaian acara pada MCF tahun ini. Mendapat informasi kegiatan MCF dari Grup Paguyuban se-UI, Saniyah mengharapkan hiburan dalam bentuk pertunjukan budaya yang bisa menjangkau semua orang yang hadir. “Meski aku bukan orang Minang, tapi aku tetap terhibur meski tidak mengerti bahasa yang digunakan sepenuhnya. Ceritanya sampai, komedinya juga dapat, tari-tariannya juga baru untukku, penampilannya pun sudah sangat maksimal, aku terhibur,” ujarnya.

MCF 2019 telah digelar dengan apik dan rapi. Persiapan acara yang tidak singkat membuat keseluruhan penampilan terasa sangat total. Eksekusinya sangat apik, baik dari segi penampilan maupun tata panggung. MCF telah berhasil memperkenalkan kebudayaan Minang secara menarik kepada masyarakat, khususnya kepada sivitas akademika UI.

 

Teks: Ersa Pasca & Nada Salsabila
Foto: Nada Salsabila
Editor: Grace Elizabeth  

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait