Menilik Lebih Dalam Berbagai Manfaat Green Tea

Wednesday, 03 June 15 | 02:59 WIB

Mengkonsumsi teh hitam atau black tea sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan masyarakat. Namun, belakangan ini terdapat varian baru dari teh yang kaya akan manfaat bagi tubuh, yakni teh hijau atau yang lebih kerap dikenal dengan green tea.

Teh hijau berbeda dengan teh hitam. Wahyu Kurnia Yusrin selaku dosen Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI,  menjelaskan bahwa perbedaan teh hijau dengan teh hitam terletak pada ada atau tidaknya proses fermentasi.

Menurut Wahyu, pada teh hijau, daun teh yg telah dipetik tidak melalui proses fermentasi. Sementara pada teh hitam, daun teh yang telah dipetik melalui proses fermentasi untuk mendapatkan warna dan aroma khas teh hitam.

Hal lain yang membedakan teh hijau dengan varian teh lainnya adalah proses pasca panen. Untuk menghasilkan teh hijau, daun teh yang telah dipetik melalui proses pelayuan lalu difiksasi (proses pemanasan daun teh dengan dikukus atau disangrai untuk inaktivasi enzim pengoksidasi, dan untuk menjaga warna daun teh–red). Kemudian, daun teh dikeringkan dan dibentuk untuk siap dipasarkan.

Ragam Jenis Teh Hijau

Teh hijau dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan perlakuan yang diberikan saat panen. Jenis teh hijau antara lain sencha, bancha, matcha, gyokuro, dan genmaicha.

Sencha adalah daun teh yang dipetik pada sekitar bulan Februari sampai Mei saat pucuk daun pertama muncul. Bancha adalah daun teh yg dipetik setelah pemetikan di bulan Februari hingga Mei.  Nibancha dipetik di bulan Juni, sanbancha di bulan Agustus, dan  yonbancha di bulan Oktober.

Matcha adalah bentuk bubuk dari tencha. Terdapat proses khusus untuk daun teh yg akan menjadi tencha. Saat daun baru muncul sebanyak 2-3 helai, pohon teh ditutupi dengan anyaman jerami, bambu, atau kain untuk menghalangi sinar matahari selama 2-3 minggu.

Hal ini dilakukan guna mendapatkan rasa manis dan aroma khas. Proses pembuatan tencha  juga tidak melalui proses pembentukan  atau rolling seperti pada teh lainnya.

Seperti tencha, gyokuro juga mengalami proses yang sama. Namun saat dikeringkan, daun teh gyokuro melalui proses pembentukan atau rolling.

Jenis terakhir, yakni genmaicha, merupakan bancha yang dikombinasi dengan beras coklat panggang.

Kaya Akan Manfaat

Teh hijau kaya akan kandungan vitamin C, mineral, dan polifenol katekin terutama epigallocatechin gallate (EGCG).

Tak hanya itu, teh hijau juga mengandung asam amino yang dapat membantu relaksasi, mencegah stres, membantu fokus, serta mengandung antioksidan yang membantu mencegah proses penuaan hingga penyakit kronis. Zat fitokimia seperti kafein, teobromin, dan teofilin juga terkandung dalam teh hijau.

“Pada sejumlah penelitian, konsumsi teh hijau terbukti menurunkan resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melitus dan beberapa jenis kanker, seperti paru-paru, kulit, kolorektal; penurunan berat badan; pengontrolan kadar kolesterol darah; dan antimikroba terutama bakteri Streptococcus mutans yang memicu terjadinya karies gigi,” ungkap Wahyu  saat ditemui oleh Suaramahasiswa.com.

Kini, teh hijau yang dipercaya menguntungkan bagi kesehatan, tidak lagi hanya dikonsumsi hanya dengan  sekedar diseduh seperti teh pada umumnya.

Teh hijau banyak digunakan sebagai bahan dasar dalam olahan makanan dan minuman. Contohnya  martabak green tea, kue cubit green tea, dan green tea latte.

Melihat tren kuliner berbahan dasar teh hijau, Muhammad Fakhrijal Agausti, pemilik usaha makanan bernama Classic Cubit yang belokasi di Depok, mengakui bahwa varian teh hijau meningkatkan omset penjualan pada bisnisnya.

“Tentu, varian green tea ikut meningkatkan angka penjualan kami. Sekitar 50-60% dari total pendapatan diperoleh dari hasil penjualan olahan green tea,” tuturnya.

Menanggapi tren teh hijau sebagai bahan dasar makanan, Wahyu mengatakan, secara umum manfaat yang didapatkan antara teh hijau yang  diminum langsung dengan teh hijau yg dijadikan bahan campuran olahan makanan atau minuman, sama dengan ketika teh hijau belum diolah.

Namun Wahyu menambahkan bahwa hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan teh hijau pada makanan atau minuman tersebut. Juga proses pengolahan yang dapat mempengaruhi manfaatnya.

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi teh hijau yang diseduh, adalah menunggu hingga suhu air menjadi dingin sebelum diminum. Sebab, meminum teh dalam suhu panas dapat memicu terjadinya risiko kanker esofageal (kanker yang disebabkan karena kerongkongan teriritasi air dengan suhu panas–red).

Lebih lanjut, teh hijau juga lebih baik dikonsumsi dengan kadar gula yang rendah atau tanpa gula. Lebih baik membatasi teh hijau kemasan yang memiliki kandungan gula yang tinggi. Sebab, hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas.

Melihat manfaat yang terkandung dalam teh hijau, Angela Natasya Liberty yang rutin mengkonsumsi teh hijau mengatakan, “Gue suka green tea karena kandungan yang terdapat di dalamnya bermanfaat bagi tubuh, selain itu rasanya juga enak,” ungkap mahasiswi Vokasi UI itu.

Senada dengan Angela, Fitria Istikara, salah seorang mahasiswi Fakultas Teknik (FT) UI juga mengungkapkan hal yang sama.

Green tea itu rasanya unik. Tidak telalu pahit dan tidak terlalu manis, jadi gue suka. Apalagi kalau sudah diolah,” katanya.

Susi Ambarwati

Foto: everydaypublic.com

Editor: Melati Suma Paramita

Komentar



Berita Terkait