Menyelisik Kisah Dibalik Kemenangan Syamsuri Firdaus dalam Ajang MTQ Internasional di Turki

Tuesday, 28 May 19 | 04:54 WIB

Setelah media nasional dipenuhi dengan aksi 22 Mei lalu, kini media gempar dengan kemenangan Syamsuri Firdaus, mahasiswa Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) yang meraih juara pertama dalam ajang perlombaan Turkey 7th International Contest of Memorization and Fine Recitation of The Holy Quran tahun 2019.

Euforia kemenangan mahasiswa UI asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut telah menghiasi media-media nasional. Tak hanya itu, kemenangan Syamsuri juga turut menghiasi instagram Presiden Turki sekarang, yaitu Recep Tayyip Erdogan dengan mengunggah fotonya bersama Syamsuri.

Melihat prestasinya yang begitu gemilang, Abdullah Ahmad selaku ayah dari Syamsuri Firdaus saat diwawancara tim Pers Suara Mahasiswa UI pada Senin (27/5) melalui telepon merasa senang dan terharu.

“Ya perasaanya sih senang, haru, bangga, bercampur mbak. Soalnya baru kali ini ya kita dari bima, pokoknya baru kali ini dari bima bisa tembus ke MTQ Internasional,” tuturnya.

Namun, dibalik kemenangannya dalam MTQ Internasional ternyata terdapat beberapa kisah yang menarik.

Sempat Dilema untuk Tidak Berangkat ke Turki

Syamsuri sempat dilema untuk tidak berangkat ke Turki dikarenakan tanggal perlombaan bersamaan dengan tanggal Ujian Akhir Semester (UAS). Tak hanya itu, ayah Syamsuri juga sempat menyuruh anaknya tidak berangkat ke Turki dikarenakan ujian.

“Kemarin juga sempat dia (Syamsuri -red) bilang ke saya. Kan pas ke Turki itu kan pas bersamaan dengan UAS. Saya bilang eh gak usah ikut kan pas ujian semester kan. Tapi dia bilang insyaallah saya hubungi dosen saya kalau bisa (ujian -red) susulan saya berangkat kalau nggak bisa saya ya nggak jadi berangkat katanya,” tutur Abdullah Ahmad.

Syamsuri Sudah Mengenal Al-quran dan Tilawah sedari Belia

Syamsuri dari kecil memang sudah tidak asing dengan al-quran dan tilawah. Hal tersebut dikatakan oleh Abdullah Ahmad, “Kalau belajar (tilawah -red) sejak kecil sejak umur lima tahun (saat masih -red) TK (Taman Kanak-kanak -red) dia (Syamsuri -red) sudah bisa untuk belajar tilawah. Dia memang punya suara bagus dari kecil, memang ada bakat,” tuturnya.

Kemudian, Abdullah Ahmad juga mengatakan bahwa Syamsuri memang pribadi yang tekun dalam belajar. Dari kecil sudah belajar untuk mengenal bunyi-bunyi surat al-quran dan qori-qori. Awal belajarnya dengan menirukan bunyi pembacaan surat-surat al-quran melalui televisi dan radio serta menirukan langsung cara membunyikannya.

Keluarga Syamsuri Anggap Al-quran sebagai Tradisi

Selain itu, Abdullah Ahmad juga mengatakan bahwa dalam keluarganya, al-quran sudah menjadi tradisi. Dari mulai kakek Syamsuri sampai ke ayah Syamsuri, mereka sempat memiliki profesi sebagai guru ngaji.

“Ya memang tradisi kita memang tradisi al-quran ya. Dari bapak saya dulu guru ngaji, saya juga sempat jadi guru ngaji di rumah. Jadi syamsuri dan adik-adiknya bisa ikut belajar ngaji, tilawah juga,” jelas ayahnya.

Tak hanya Syamsuri, adik bungsunya pun juga memiliki bakat tilawah. Hal ini juga disampaikan oleh Abdullah Ahmad bahwa anak nomor ketiganya sekaligus adik dari Syamsuri sudah terlihat bakatnya di bidang tilawah.

Selain itu, ternyata tidak hanya media yang ramai dengan berita kemenangan Syamsuri. Rumah Syamsuri di Bima juga turut ramai didatangi keluarga, teman-teman Syamsuri, dan guru-guru Syamsuri. Pemerintah daerah kota Bima juga turut senang dengan kemenangan Syamsuri. Pemerintah daerah akan adakan arak-arakan keliling kota Bima, mulai dari menjemput Syamsuri di bandara sampai mengantarnya ke rumah. Arak-arakan tersebut akan diadakan tepat pada tanggal 2 Juni 2019.

Kemudian, melihat prestasi Syamsuri yang begitu gemilang, Abdullah Ahamad berpesan agar Syamsuri tetap istiqomah dan tidak sombong.

“Ya harapannya ya satu istiqomah aja dengan al-quran. Nah sekarang kan (atas -red) berkahnya al-aquran bisa kemana-mana. Ya istiqomah aja pokoknya. Pegang erat nilai-nilai al-quran. Jangan sampai jadi sombong karena sekarang masih muda kan sudah memperoleh prestasi luar biasa, jangan sombong,” pungkasnya.

Teks : Halimah Ratna Rusyidah
Foto : Istimewa
Editor : Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Forum Terbuka Ungkap Alasan Adanya Secure Parking
Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Nasib Bus Kuning di Universitas Indonesia