Menyingkap Kemenangan Clinton

Tuesday, 27 May 14 | 07:38 WIB

Judul                 :THE WAR ROOM
Sutradara        : Chris Hegedus, D. A. Pennebaker
Pemeran           : Bill Clinton, George Stephanopoulos, James Carville.
Tanggal rilis    : 5 Desember 1993
Durasi                : 96 Menit
Genre                 : Dokumenter, Drama

 

The War Room merupakan film dokumenter yang menggambarkan proses kampanye Bill Clinton yang saat itu maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1992. Produksi dimulai tahun 1992, dengan permintaan kepada tim kampanye Bill Clinton untuk membuat dokumentasi perjalanan kampanye yang akan dilakukan Bill Clinton oleh sutradara D. A Pennebaker dan Chris Hegedus.

Judul The War Room diambil dari istilah yang biasa digunakan tim kampanye Clinton untuk menggambarkan markas besar mereka. Di dalam markas besar itulah semua kegiatan yang berhubungan dengan proses kampanye Clinton dilakukan, mulai dari perencanaan, hingga pengawasan. Semua kegiatan ini memiliki dinamika yang beragam, sehingga staf kampanye sering membandingkan ruangan ini dengan medan perang, sehingga digunakanlah istilah ‘war room’ (ruang perang).

Berbagai rekaman awal film ini diperoleh dari televisi dan kru produksi dokumenter, yang berada di lokasi pada saat dimulainya masa pemilihan presiden. Perjalanan tim produksi dimulai dari kampanye pertama Clinton di New Hampshire, untuk kemudian lebih fokus di markas besar tim kampanye Bill Clinton yang terletak di bekas kantor surat kabar kecil di daerah Little Rock, Arkansas. Film ini menyajikan berbagai peristiwa di balik panggung sebuah politik nasional bersama staf kampanye Clinton.

Ada dua tokoh utama yang memiliki sifat bertolak belakang dalam film ini. Tokoh pertama adalah James Carville, manajer kampanye dan kepala bagian strategi Clinton. Ia merupakan orang yang tampak tegang, emosional, tetapi karismatik dan lebih memilih untuk tampil santai. Carville lebih banyak bekerja di balik layar, yaitu di markas besar kampanye.

Tokoh kedua adalah George Stephanopoulos, juru bicara media dan direktur media kampanye. George merupakan seorang pemuda tampan lulusan Rhodes yang selalu tampak rapih dan tenang dengan paduan jas dan dasi sebagai penampilan sehari-harinya. Tim produksi film ini memang hanya diberikan izin untuk merekam dinamika kedua tokoh ini, dengan akses yang amat terbatas kepada Bill Clinton. Kedua tokoh ini tampak bekerjasama dalam peran mereka masing-masing: satu sebagai orang yang bekerja dalam ruangan dan satu bekerja di lapangan.

Seiring berjalannya film, adegan yang disajikan lebih banyak fokus pada dinamika di dalam ‘war room’, menampilkan adegan-adegan seperti perdebatan sengit antar anggota tim kampanye Clinton saat memilih warna, bentuk tulisan, hingga ukuran poster kampanye. Meski hanya memiliki akses terhadap dua tokoh di atas, secara mengejutkan kamera juga mendapatkan izin untuk merekam berbagai momen-momen sensitif. Seperti momen dimana Carville dan Stephanopoulos sedang memberikan pengarahan singkat kepada kelompok spin doctor (Konsultan Politik) mereka setelah sebuah debat antara Clinton dan Bush, “teruslah mengulang informasi bahwa Bush bersikap defensif sepanjang debat berlangsung”.

Film ini juga menyajikan berbagai peristiwa kunci seperti serangan tim kampanye Clinton terhadap pernyataan George H. W. Bush “Read my Lips: No New Taxes”, skandal perselingkuhan Clinton dengan Gennifer Flowers, kekalahan Clinton pada daerah pilih utama New Hampshire, dan berbagai peristiwa lain. Film ini juga menyajikan berbagai momen dengan unsur drama. Seperti contoh, momen persaingan tim kampanye Clinton dengan staf kampanye Demokrat ketika mereka saling menuduh mengenai perobekan poster kampanye yang cukup menghibur. Ada pula kisah cinta yang berkembang antara Carville dan Mary Matalin yang merupakan kepala bagian strategi dalam tim kampanye Bush

Film ini melalui masa produksi selama kurang lebih 4 bulan, dengan jumlah rekaman sepanjang 35 jam. Secara singkat, bisa dikatakan bahwa selama 4 bulan proses pengambilan gambar, mereka hanya memperoleh gambar kegiatan dalam ‘war room’ Clinton selama kurang dari 2 hari. Meski Stephanopoulos dan Carville merupakan tokoh utama, banyak juga tokoh-tokoh penting dalam kampanye yang turut hadir dalam rekaman, termasuk Paul Begala, Dee Dee Myers, Mandy Grunwald, Bob Boorstin, Stan Greenberg, Mickey Kantor, Harold Ickes, dan Mary Matalin.

Manajer kampanye Clinton, David Wilhelm pun diundang untuk turut serta, tetapi undangan tersebut ditolaknya. Film ini menerima banyak tanggapan positif, yang salah satunya ditunjukkan oleh situs kritik film, Rotten Tomatoes dengan memberikan 95%. Film ini hanya ditayangkan di beberapa lokasi, sehingga hanya mencatat perolehan sebesar 21.446 dolar.

The War Room memiliki berbagai kelebihan, salah satunya adalah kemampuan sutradara untuk menggabungkan berbagai elemen, seperti politik, drama, bahkan cinta hingga menjadi bentuk dokumenter yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik untuk disaksikan.

Salah satu kekurangan film ini mungkin terletak pada durasi yang hanya 96 menit, sehingga penonton merasa harus memperoleh informasi lebih dalam mengenai peristiwa tertentu, yang tidak tersedia di film. Terlepas segala hal, film ini menyajikan gambaran yang realistis dengan penyajian yang menarik mengenai proses pencalonan presiden, mulai dari pencalonan awal hingga titik kemenangan kandidat.

Satu kesan yang diperoleh setelah menyaksikan dinamika Carville dan Stephanopoulos yang bergerak dalam bidang strategi dan penyelesaian masalah adalah mereka memang orang-orang yang kompeten dalam profesi mereka. Film ini menyajikan sisi lain dunia politik yang berusaha memembentuk proses penilaian kita terhadapnya. Sehingga layak untuk disaksikan dan dipahami bagi penonton yang memang tertarik dengan tema ini, atau bahkan yang tidak tertarik sekalipun.

Putri Diani P. Maharsi

Komentar



Berita Terkait

The Shape of Water: Memahami, Merelakan, Dipersatukan tanpa Mengenal Batas Entitas
Pertemuan untuk Masa Lalu
Hidup Seorang Anna Karenina
Lolongan Hati Howl