Middle East Festival; Pembumian bahasa Arab dan Pengenalan Budaya

Wednesday, 02 October 19 | 10:44 WIB

Kamis (28/9), pembukaan Middle East Festival (MEF) kesembilan yang digelar oleh program studi Sastra Arab, Fakultas Ilmu pengetahuan budaya (FIB), diselenggarakan di gedung X FIB UI. Pembukaan ini dihadiri oleh dua duta besar dari dua negara yaitu Yahya bin Hassan Alqahtani sebagai perwakilan mewakili kedatangan duta besar dari Arab Saudi dan Abdullah Sulaiman Abu Rumman sebagai perwakilan Kerajaan Jordania. Kedua perwakilan kedutaan besar masing-masing negara menyambut baik acara ini dan berharap bahasa Arab semakin keluar dari nilai eksklusifitasnya-pada negara Arab atau negara berpenduduk muslim saja-menuju inklusifitas. Selain dua duta besar, Wali Kota Depok, Muhammad Idris, Lc., M.A. juga ikut memberi sambutan hangat.

Acara ini mendapatkan perhatian yang cukup besar dari tim-tim lomba berbagai Universitas dan pesantren. Tercatat terdapat 18 lembaga dari Universitas termasuk pesantren yang mengirimkan kontingennya untuk mengikuti tujuh cabang perlombaan. Lomba-lomba tersebut terdiri dari lomba debat bahasa arab, MHQ (musabaqah Hifzil Quran), MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), Hena War, Arabic Voice, lomba puisi bahasa arab, dan kaligrafi. Program studi Sastra Arab melaksanakan rangkaian acara ini dalam lima hari, terhitung pembukaan di hari Kamis (26/9) dan penutupan serta pengumuman di hari Senin (30/9). Sedikit kejutan, perwakilan duta besar Arab Saudi memberikan tiga paket umrah untuk tiga pemenang lomba yang beruntung.

Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh program Studi Sastra Arab, FIB UI.   Ainun Safitri selaku ketua pelaksana acara mengatakan bahwa bahasa Arab adalah bahasa untuk semua kalangan, tidak terbatas pada orang arab, atau muslim saja. Nilai universalitas yang dibawa oleh bahasa Arab, menjadikan bahasa ini tidak hanya digunakan di negara-negara Arab, bahkan Eropa mulai menilik bahasa ini sebagai salah satu bahasa yang diajarkan, dan memiliki program studi tersendiri di universitas-universitasnya. Oleh karenanya, moto MEF tahun ini adalah Arabic Through  Boundaries atau dapat diartikan “bahasa arab untuk semua (universal)”.

Teks: A. Thoriq
Foto: Istimewa

Pers Suara Mahasiswa UI
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait