Misi Budaya KTF UI: Mengangkat Harga Diri dan Tradisi

Tuesday, 04 February 20 | 06:04 WIB

Komunitas Tari FISIP UI Radha Sarisha, atau yang biasa disingkat KTF UI, dalam waktu dekat akan kembali memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional. Melalui Misi Budaya, mereka mewujudkan kontribusinya kepada FISIP, UI, bahkan Indonesia dengan persembahan tarian dan musik tradisional yang dipertunjukkan secara internasional akan kekayaan budaya bangsa.

Dimulai sejak tahun 2011, berbagai festival negara maupun perlombaan berskala internasional pernah diikuti oleh KTF UI. Belgia, Bulgaria, Turki, hingga Belanda pernah mereka tapaki. Pada tahun 2020, Misi Budaya akan dilaksanakan di Korea Selatan.

Nouvna Nore Susimah, Vice Project Officer untuk Misi Budaya tahun 2020, menjelaskan bahwa biasanya Misi Budaya berlangsung selama empat minggu dengan empat festival yang akan dilaksanakan di negara-negara berbeda. Guna menyiapkan diri, Kontingen KTF UI sendiri dibekali latihan yang cukup panjang dan rutin karena banyaknya tarian yang akan ditampilkan.

Berbicara tentang kontingen, berbeda dengan tim yang dibentuk KTF untuk perlombaan, Kontingen Misi Budaya merupakan kesatuan anggota yang lebih besar dan dipersiapkan khusus untuk festival. KTF UI sendiri menyeleksi calon kontingen dengan audisi untuk melihat kemampuan tari mereka dan wawancara untuk menguji komitmen mereka. Selanjutnya, para calon kontingen yang berhasil lulus akan dilatih secara rutin.

Misi Budaya bukan hanya sekadar mengirimkan perwakilan dalam perlombaan seperti halnya festival yang telah banyak diikuti oleh KTF UI maupun komunitas tari lainnya. Namun, Misi Budaya turut andil dalam pelestarian budaya dan juga dapat dimaknai dengan perlindungan budaya.

“Tapi kalau menurut saya sendiri, Misi Budaya itu lebih ke proses sih, gimana kita ada kemauan. Jadi, di dalam satu kontingen kan banyak orang yang tujuannya beda-beda nih, tapi pada intinya kita harus mengukuhkan satu tujuan yang sama yaitu untuk banggain Indonesia, melalui musik dan tari tradisi,” jelas Nouvna.

Dalam mengikuti festival internasional, kontingen KTF UI pun bertemu dengan banyak kontingen dari negara lain. Saling memperkenalkan budaya yang dimiliki tentunya menjadi sebuah pembelajaran tersendiri. Bagaimana perbedaan bisa membuat para kontingen ini belajar mengenai budaya negara lain dan—yang lebih penting lagi—adalah bagaimana menghargai perbedaan itu sendiri.

Saat ada pepatah usaha yang baik menghasilkan hasil yang baik pula, sama seperti dirasakan oleh KTF UI sendiri dengan kerja keras latihan tarian maupun musik. Hal yang dapat dirasakan setelah tampil dalam festival, salah satunya mendapat apresiasi dari penonton maupun dari kontingen negara lain. Nouvna bercerita bahwa misi budaya tahun sebelumnya mendapat gemuruh tepuk tangan dan sempat mendapat hentakan kaki para penonton. Hal tersebut merupakan bentuk apresiasi dan kesenangan penonton. “Setiap kita turun panggung juga kaya ‘oh Indonesia you’re so good’, kaya gitu,” Ujar Nouvna.

Apresiasi juga datang dari pemerintah Indonesia melalui kedutaan luar negeri. Mereka pernah berkesempatan untuk bertemu dan bertamu di kediaman Duta Besar Indonesia untuk Belgia. Menetap untuk beberapa hari di sana merupakan pengalaman yang pernah mereka rasakan.

Terakhir, Nouvna melihat Misi Budaya ini sebagai momen para pelaku budaya dapat melestarikan budaya dan merasa dihargai. Selain itu, pesan yang ingin disampaikan Nouvna untuk mahasiswa dan masyarakat perihal pelestarian budaya Indonesia adalah jika bukan kita yang menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, siapa lagi?

“Suka banget sama kata-kata love it or lost it, jadi kalau misalnya bukan kita yang jaga, jangan marah kalau budaya ini diambil (oleh negara lain—red). Se-simple kaya aware aja gitu sama budaya-budaya yang ada. Aku pikir budaya itu penting karena semacam bukti nyata perjalanan sejarah. Jangan sampai suatu hari kita kehilangan identitas karena kehilangan budaya ini,” tutup Nouvna.

Teks: Fila Kamilah dan M. Sbastian Rai
Kontributor: Yogie Sani
Foto: Safira Paramita
Editor: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2020
Independen, Lugas, dan Berkualitas

Komentar



Berita Terkait