Moeldoko: Negara yang Menerapkan Wajib Militer Biasanya Lebih Maju

Saturday, 24 May 14 | 06:26 WIB

Ditanya tentang wajib militer, Panglima Tentara Nasional Indonesia, Jenderal Moeldoko, menyatakan, Indonesia perlu menerapkannya. Dia berdalih negara yang menerapkan wajib militer biasanya lebih maju.

“Sebenarnya perlu untuk mengadakan wajib milter. Negara yang memiliki wajib militer biasanya lebih maju,” katanya, dalam kuliah umum bertajuk Peran Perguruan Tinggi Dalam Memelihara Pertahanan dan Ketahanan RI, di Balai Sidang UI, Selasa (20/5/2014)

Kemajuan ini, katanya, disebabkan pendidikan yang diberikan dalam dunia militer akan membentuk mental bangsa yang disiplin. Moeldoko mencontohkan Korea Selatan dan Singapura sebagai negara maju yang menganut wajib militer.

“Wajib militer bisa menjadi sarana menuju kesana,” lanjut Moeldoko memaparkan alasannya.

Namun, manfaat yang didapat dengan mewajibkan pelatihan militer ini harus berbenturan dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Indonesia. “Masalahnya, kegiatan wajib militer bukan sesuatu yang hanya bisa sekali dilakukan. Harus ada pelatihan teratur bagi pesertanya, bahkan setelah mereka tak lagi dikarantina. Dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” Moeldoko menyayangkan keadaan ini.

Seperti diketahui, isu wajib militer sempat mencuat pertengahan 2013 lalu. Saat itu, Rancangan Undang-Undang tentang Komponen Cadangan yang yang dibahas Komisi I DPR dinilai sebagai dasar warga Indonesia ikut wajib militer.

Dara Adinda Kesuma Nasution
Foto: Rama Ohara

Komentar



Berita Terkait

Sorot Toleransi, Talkshow dan Workshop Diadakan untuk Merawat Keberagama(a)n
Mengulik Potensi Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Iran
Dubes Dian Wirengjurit: “Iran Berharap Banyak pada Indonesia.”
Keberagamaan adalah Keseimbangan