Mulai 1 Agustus 2019, Stasiun UI Tak Lagi Gunakan THB Commuter Line Sekali Jalan

Friday, 26 July 19 | 12:30 WIB

Pada awal Juli lalu, PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang merupakan operator dari moda Commuter Line (CL) mengirimkan sebuah informasi terbaru pada akun twitternya di @CommuterLine. Informasi tersebut menjelaskan bahwa THB sekali jalan tidak bisa digunakan lagi di lima stasiun CL yang ada di Jabodetabek diantaranya Stasiun Sudirman (SUD), Stasiun Palmerah (PLM), Stasiun Cikini (CKI), Stasiun Taman Kota (TKO), dan Stasiun Universitas Indonesia (UI) mulai 1 Agustus 2019.

Kemdian untuk memastikan sekaligus menerima informasi lebih lanjut, Tim Suara Mahasiswa UI menghubungi Adli Hakim selaku Manajer Komunikasi dari PT. KCI. Menurutnya, kebijakan ini telah dipertimbangkan secara matang karena Stasiun UI termasuk salah satu dari kelima stasiun CL yang ada di Jabodetabek, dimana pemakaian Kartu Multi Trip (KMT) dan Kartu Banknya yang sangat tinggi yakni kurang lebih sebesar 90% dari semua penumpang yang keluar dan masuk di stasiun ini.

Selanjutanya dari hasil wawancara diperoleh penjelasan bahwa sistem terbaru tersebut membuat penumpang yang terbiasa menggunakan kartu THB sekali jalan tidak dapat lagi naik dari Stasiun UI. Namun, apabila penumpang yang pada awalnya membeli tiket dari stasiun lain dengan relasi menuju ke Stasiun UI dengan Tiket Harian Berjalan (THB) Pergi – Pulang (PP), masih dapat kembali menuju stasiun awal dari Stasiun UI pada perjalanan keduanya. Hal ini memaksa pengguna agar beralih untuk menggunakan KMT dan Kartu Bank untuk transaksi yang lebih cepat ketika ingin naik kereta. Ia pun menyarankan untuk penumpang yang sudah terbiasa menggunakan Kartu THB sekali jalan agar berpindah stasiun ke Stasiun Pondok Cina (POC) yang hanya berjarak 300 meter dari Stasiun UI.

Selanjutnya mengenai perubahan sistem pelayanan tiket di Stasiun UI ini, ia punya pendapat sendiri.

“Sebetulnya ya, kami mengerti bahwa ini mungkin perubahan yang, ya, sebagian kecil akan sulit diterima tapi kalau dilihat sih sebagian besar justru menerimanya. Kalau memang penumpang pun harus membeli THB nanti akan diadakan edukasi oleh petugas mengenai kesulitannya juga kebutuhannya dan akan dicari jalan keluarnya,” jelasnya.

Sedangkan perihal sosialisasinya Adli mengatakan bahwa perubahan sistem tersebut akan disosialisasikan selama bulan pertama pelaksanaan.

“Memang pada bulan pertama itu kami ada posko khusus oleh petugas di stasiun-stasiun wajib KMT. Petugas existing akan tetap ada di sana dan akan dibantu juga oleh petugas yang biasa manajemen di kantor untuk memastikan hal ini berjalan dengan lancar. Ini bukan berarti toleransi ya tapi kita masih sadar akan edukasi lebih lanjut,” tambahnya.

Lalu ketika ditanya mengenai apakah penerapan sistem tersebut akan berlaku di seluruh stasiun CL di Jabodetabek,  ia kembali menjelaskan bahwa ia belum ada rencana untuk penerapan sistem tersebut ke seluruh stasiun CL di Jabodetabek.

“Ooh, belum-belum. Kami belum ada rencana ke sana karena ukuran stasiunnya akan dilihat terlebih dahulu dan juga perbandingan mengenai tinggi atau tidaknya pengguna dari KMT dan Kartu Bank di setiap stasiun yang dimaksud. Kalau di stasiun-stasiun itu (Jabodetabek -red) tentu harus banyak pertimbangan lainnya, maka, belum ada rencana di luar lima stasiun ini, belum ada”, pungkasnya.

Selain regulasi sistem pelayanan tiket, PT KCI juga mulai menyediakan isi ulang kartu bank seperti Flazz, e-Money, dan Tapcash pada loket stasiun. Walau sampai saat ini, PT KCI baru dapat menyediakannya hanya di stasiun Palmerah (PLM) dan Sudirman (SUD).

 

 

Teks: Adrian Falah

Ilustrasi: Adrian Falah

Editor: Muhamad Aliffadli

 

Pers Suara Mahasiswa UI 2019

Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait