MWA UI UM Klarifikasi Kerja Sama UI-BTN

Thursday, 10 May 18 | 01:45 WIB
“Oke jadi sebenernya kabar burung mengenai UI tanda tangan kerja sama dengan BTN bermula dari foto yang beredar di mana ada perempuan memakai jaket kuning seperti menandatangani sesuatu dan foto dengan Menristekdikti yang diupload di laman Kemenristekdikti,” terang Althof Endawansa, Sekjen Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) 2018.
Hal tersebut diungkapkan Althof saat diwawancara oleh Suara Mahasiswa UI, menyambung pernyataan yang disampaikannya pada Diskusi Bandar Bingar pada Rabu (25/4) di Fakultas Hukum (FH) UI. Dalam diskusi tersebut, Althof berkata bahwa UI telah bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk student loan atau kredit pendidikan. Ia menjelaskan, sebelum diskusi terdapat dua sumber yang berbeda dan belum jelas kebenarannya.
Selanjutnya, Althof memaparkan bahwa ketika tim MWA UI UM menghubungi Muhammad Anis selaku rektor UI melalui WhatsApp, Anis menjawab bahwa UI termasuk ke dalam salah satu dari 27 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU).
“Jadi sebenernya kemaren ketika ditanya tentang “Apakah UI salah satu dari 27 Univ. yang diundang pada saat penandatanganan MoU dengan BTN di gedung Kemenristekdikti pada tgl 11?” Kemudian beliau hanya menjawab “Iya” interpretasi saya kemaren adalah ketika diundang berarti UI juga tanda tangan sebelum audiensi,” jelas Althof.
Lalu, ketika tim MWA mengklarifikasi kepada Hamid, ia mengatakan bahwa UI masih menutup pintu kredit pendidikan dengan pihak perbankan. Sebab, terdapat dua sumber informasi yang berbeda, MWA UI UM memutuskan mengadakan audiensi dengan Hamid Chalid selaku Wakil Rektor bidang SDM dan Kerja Sama untuk mengonfirmasi kabar penandatanganan MoU tersebut. Adapun audiensi diadakan setelah Diskusi Bandar Bingar berlangsung. Dalam audiensi tersebut, Hamid mengatakan bahwa UI secara lembaga sampai saat melakukan audiensi tidak menandatangani MoU apapun terkait student loan.
“Masih berdasarkan pengakuan beliau (Hamid Chalid -red), foto mahasiswi UI yang beredar di laman Kemenristekdikti tidaklah mewakili UI secara lembaga. Beliau juga mengatakan bahwa UI sebenarnya diundang oleh Kemenristekdikti untuk menghadiri acara peresmian kredit pendidikan, namun UI tidak mengirimkan delegasi pada acara tersebut. Rektor, Warek hingga Direktur Kerja Sama tidak ada yang hadir,” tambah Althof.
Lalu, Hamid juga menyatakan bahwa sampai saat ini UI masih menutup pintu kerja sama dengan bank yang menawarkan kredit pendidikan bagi biaya operasional pendidikan mahasiswa. Hal ini karena jika kredit pendidikan yang ditawarkan adalah untuk biaya operasional pendidikan, UI masih tidak terlalu butuh, karena beasiswa juga masih banyak tersedia.
“Sehingga saya juga beberapa kali menekankan ketika ada yang bertanya gimana UI, gimana isi MoU-nya, saya bilang kita lihat gimana hasil audiensinya,” tutup Althof.
Sementara itu, menjawab pertanyaan “Apakah UI masih melakukan kajian yang lebih dalam? Atau UI sudah memutuskan untuk memakai sistem student loan atau enggak?” Althof mengungkapkan bahwa menurut keterangan dari Hamid saat audiensi, sampai saat ini UI masih menutup pintu kerja sama dengan bank yang menawarkan kredit pendidikan bagi biaya operasional pendidikan mahasiswa.
Sedangkan, mengenai informasi yang disampaikan di diskusi publik, Althof mengatakan bahwa informasi tersebut diperoleh sebelum adanya audiensi dengan pihak rektorat. Adapun audiensi dengan pihak rektorat mengenai student loan dihadiri oleh Hamid Chalid, Vyan Tashwirul Afkar selaku MWA UI UM, Rendra Saputra selaku Kabid Kajian Kebijakan BK MWA UI UM, Giorgio Ramadhan selaku Staff Bidang Kajian Kebijakan BK MWA UI UM, Dinar Puspita selaku Wakadept Kastrat BEM FISIP UI, dan Zakia Shafira selaku Staff Dept. Kastrat BEM FISIP UI.
Teks: Halimah Ratna R.
Foto: Istimewa
Editor: Kezia Estha T.

Komentar



Berita Terkait

Tanggapi Kasus Terorisme, UKM Kerohanian UI Adakan Doa Untuk Negeri 
NOTIS Bahas Perbedaan Mahasiswa Program Vokasi dan Sarjana UI
Peneliti INDEF: Uraikan Sejarah hingga Rekomendasi Kebijakan Student Loan
Zico-Josua: UU MD3 Bukan Sekadar Masalah Praktik