MWA UI UM Kurang Dikenal Mahasiswa, Kedua Calon Berikan Solusi

Saturday, 30 November 19 | 03:59 WIB

Isu kesadaran mahasiswa terhadap keberadaan MWA Unsur Mahasiswa menjadi salah satu pembahasan dalam uji publik yang dilaksanakan di Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) baru UI, sebagai agenda pemaparan visi dan misi para calon MWA UI UM 2020 terakhir di Kampus UI Depok.  Kedua calon pun memberikan paparan solusi terkait keberadaan MWA UI UM yang masih dianggap asing oleh sebagian Mahasiswa Universitas Indonesia.

Anggota audiens menyatakan jika kehadiran MWA UI UM sebagai pembawa kepentingan mahasiswa Universitas Indonesia di kancah forum MWA UI masih kurang dikenal. Jika dibandingkan lembaga kampus lainnya, seperti halnya BEM, masih banyak mahasiswa yang belum menyadari pentingnya MWA Unsur Mahasiswa. Hal ini pun dibenarkan oleh kedua calon MWA UI UM. Mereka mengaku kerap menjumpai pertanyaan-pertanyaan perihal apa itu MWA UI UM ketika melakukan kunjungan ke tiap fakultas.

Berdasarkan wawancara Suara Mahasiswa dengan beberapa mahasiswa yang ada di sekitar lokasi uji publik, pada umumnya mereka tahu kalau ada MWA UI UM, namun tidak mengetahui fungsi dan tugasnya.

Kurangnya publikasi masih menjadi penyebab utama MWA UI UM kurang begitu dikenal di kalangan mahasiswa, sebagaimana yang disampaikan salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

“Publikasi mereka yang kurang banget, padahal dibanding BEM rame banget, nih. Padahal MWA tuh semua kebijakan-kebijakan mereka lebih kerasa ke mahasiswa, terkait isu biaya pendidikan, fasilitas dan lain-lain.”

Hal senada juga diungkapkan mahasiswa lain yang dijumpai sekitar lokasi uji publik, 

” Menurut gua, kenapa orang banyak gak kenal, karena dia pengen dikenal tapi ga ngenalin diri, seharusnya lu sebagai yang tinggi, ya lu duluan yang memperkenalkan diri kepada masyarakat UI khususnya, nah baru kita bisa kenal, nongkrong bareng,” kritik Icad, mahasiswa UI angkatan 2018,  mengenai kurangnya sosialisasi MWA UI UM di ranah mahasiswa.

Untuk menyikapi persoalan ini, kedua calon memaparkan solusi mereka masing-masing. Calon nomor urut 2, Alim Anggono, menganggap forum camp yang selama ini berjalan dirasa kurang efektif karena hanya lembaga-lembaga tertentu saja yang tahu hasil dari forum camp tersebut. Ia menjanjikan akan membawakan semacam diskusi terbuka di tiap fakultas demi membahas isu-isu yang sedang dikawal MWA UI UM.

“Sifatnya saya ingin membuat lebih terbuka, sehingga nantinya semua orang yang mau hadir (ataupun –red) lalu lalang bisa ikut, tidak terbatas, dia bisa jelasin langsung dan memaparkan langsung, sekaligus juga  menjaring aspirasi,” jelasnya.

Calon nomor urut 1, Zaki Zamzami, juga membawakan narasi yang tidak jauh berbeda. Selain akan mengedepankan publikasi, ia juga menyatakan akan melakukan kunjungan ke tiap fakultas. Tak hanya itu, Zaki juga menjanjikan akan membuat terobosan lainnya, yakni melibatkan berbagai komunitas dan penampilan seni untuk menambah daya tarik pada tiap kunjungan MWA UI UM.

Penulis: Rifki Wahyudi
Editor: M. I. Fadhil
Foto: Anggara Alvin

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020: Representasi Perempuan di Organisasi
Uji Publik RIK: Transparansi dan Uji Publik UI Art War
Cakabem UI 2020: Relevansi Pembagian 3 Bidang Minat dan Bakat
Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020 Paparkan Waktu Ideal FPT