Nasib Bus Kuning di Universitas Indonesia

Thursday, 18 July 19 | 05:40 WIB

Beredarnya percakapan antara Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dengan seorang supir Bus Kuning (Bikun) di media sosial baru-baru ini menjadi viral dan sedang hangat diperbincangkan oleh para mahasiswa UI. Pasalnya, Bus Kuning atau yang biasa disingkat dengan ‘Bikun’, yang bertahun-tahun sudah menjadi salah satu ikon dari UI, dikabarkan akan berhenti beroperasi di lingkungan UI. Hal tersebut dikarenakan kontrak antara UI dengan bikun sudah habis dan digantikan dengan mulai beroperasinya bus Transjakarta sebagai bus umum sekaligus bus kampus di kawasan UI mulai tanggal 1 Agustus 2019.

Dikutip dari website resmi UI (www.ui.ac.id), Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerja sama antara pihak Universitas Indonesia (UI) dengan PT Transjakarta resmi ditandatangani pada Selasa (09/07/2019) di Ruang Rapat A, Pusat Administrasi Universitas Indonesia (PAUI) atau Gedung Rektorat UI.

Selanjutnya, tujuan dari kerjasama antara UI dengan PT Transjakarta adalah untuk merealisasikan program kampus hijau untuk lingkungan yang bebas pencemaran dan bus kampus yang ramah untuk difabel serta orang-orang lanjut usia (lansia).
Untuk tarif bus Transjakarta ini, apabila di luar wilayah kampus UI adalah Rp.3.500 dan gratis untuk di dalam wilayah kampus (sampai asrama UI). Sebanyak 35 unit bus Transjakarta akan disiapkan untuk 2 rute yang sudah ada yaitu Lebak Bulus-UI dan Manggarai-UI, menyusul 3 rute baru yaitu Kp Rambutan-UI via Lenteng Agung, Kp Rambutan-UI via Raya Bogor, dan UI-Margonda dengan tambahan 15 unit bus Transjakarta (dikutip dari news.detik.com)

Menanggapi isu pergantian Bikun menjadi bus Transjakarta, Suara Mahasiswa UI telah mewawancarai salah satu supir bikun yang bernama Arifin pada hari Senin (15/07/2019). Ia mengakui bahwa kontrak antara bikun dengan pihak UI yang sudah berlangsung selama kurang lebih 3 sampai 4 tahun memang sudah habis. Sementara, supir bikun yang usianya sudah tidak memenuhi syarat untuk supir bus Transjakarta (dilansir dari wartakota.tribunnews.com, usia untuk supir bus Transjakarta adalah minimal 25 tahun dan maksimal 50 tahun) kemungkinan besar akan diberhentikan.

Sedangkan bersumber dari official acount Instagram Universitas Indonesia, pihak UI mengatakan bahwa habisnya kontrak dengan Bus Kuning jatuh pada akhir tahun 2019.

Selanjutnya dengan sumber info yang sama, pihak UI menjelaskan bahwa Bikun itu ada dua macam. Yang pertama Bikun milik UI dan Bikun outsorce. Bikun UI akan tetap beroperasi di UI sedangkan Bikun Outsorce akan diserahkan ke perusahaanya.

Kemudian, Arifin selaku Sopir Bikun UI mengatakan bahwa sampai saat ini pihak UI belum mengadakan sosialisasi perihal pemberhentian operasi bikun kepada supir-supir bikun. Tetapu pihak Transjakarta sendiri sudah melakukan survei dengan berkeliling kawasan UI disertai adanya pembenaran dari supir-supir Transjakarta yang memperbesar kemungkinan bahwa bikun akan benar-benar berhenti beroperasi.

“Saya sebenarnya antara setuju dan tidak setuju. Setuju karena, pertama, memang sudah banyak yang mengeluhkan tentang ketinggian bikun yang menyulitkan naik turunnya penumpang, terutama orang-orang lansia, dan yang kedua, bikun memang kurang ramah lingkungan karena masih memakai bahan bakar solar sementara UI ingin menciptakan kampus berlingkungan hijau,” ujar Arifin ketika ditanyai pendapatnya tentang hal ini.

Ia pun melanjutkan bahwa ia tiak setuju karena tidak adanya sosialisasi terkait hal tersebut dari pihak UI dengan para sopir Bikun.

“Gak setujunya karena kasihanlah, harusnya kan ada sosialisasi, ada musyawarah dimana hal ini bisa dibicarakan secara bersama-sama dari pihak UI dan pihak yg terkait. Kumpulinlah supir-supir bikun, istilahnya kita kan kenalnya baik-baik, keluarnya pun baik-baik, kekeluargaannya ada. Kan sekarang nyari kerja susah ya, apalagi untuk orang-orang seusia mereka yang gak memenuhi syarat supir Transjakarta, kasian juga, mereka masih punya tanggung jawab untuk keluarganya, kemungkinan besar mereka belum tahu bakal kemana. Jadi masalah apa yang ingin dibicarakan yang penting kumpul dulu dengan pihak-pihak yang terkait, biar ada pembicaraan lebih lanjut, takutnya ada yg tersinggung karena bikun disini tidak hanya ada sebulan atau dua bulan tapi sudah bertahun-tahun,” tutur Arifin yang berprofesi sebagai supir Bikun.

Meskipun begitu, di dalam beberapa tulisan media massa perihal beroperasinya bus Transjakarta di kawasan kampus UI, bikun masih disebut-sebut akan tetap beroperasi. Arifin juga mengatakan sempat ada kabar bahwa 12 bikun akan tetap beroperasi tetapi hanya saat rush hour yaitu jam-jam sibuk di pagi dan sore hari untuk menghindari keterlambatan bagi mahasiswa UI akibat secure parking.

Semenjak diadakannya secure parking, Arifin mengeluhkan berkurangnya juga waktu bagi beliau dan supir-supir bikun yang lain untuk beristirahat karena keharusan untuk berada di halte-halte wilayah kampus UI dalam jarak hanya beberapa menit. Sampai sekarang, belum ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kepastian dari nasib bikun untuk selanjutnya.

 

 

Teks : Fira Izdihar
Foto : Istimewa
Editor : Muhamad Aliffadli

Komentar



Berita Terkait

Forum Terbuka Ungkap Alasan Adanya Secure Parking
Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Aksi Secure Parking Jilid 2