NOTIS Bahas Perbedaan Mahasiswa Program Vokasi dan Sarjana UI

Thursday, 26 April 18 | 05:43 WIB

Senin (23/4) telah dilaksanakan NOTIS atau Nongkrong Kritis yang diadakan oleh Departemen Kastrat BEM Vokasi UI 2018. Diskusi tersebut membahas beberapa permasalahan di Program Vokasi UI salah satunya yaitu mengenai kurikulum Program Vokasi 2016. Awalnya, Kurikulum Program Vokasi 2016 menerapkan sistem 321 yaitu 3 semester menerapkan perkuliahan di kampus, 2 semester menerapkan pelaksanaan magang di industri dan 1 semester fokus untuk membuat Tugas Kuliah Akhir.

Namun, menurut Sigit Pranowo selaku Direktur Program Vokasi UI, kurikulum tersebut belum sesuai di Program Vokasi UI. Ia memprediksi pada tahun 2020 Kurikulum Program Vokasi 2016 baru sesuai pelaksanaannya dengan Peraturan Menristekdikti Nomor 44 tahun 2015. Ia juga mengatakan bahwa terdapat beberapa keluhan dari mahasiswa Program Vokasi UI seperti bagaimana cara mereka untuk aktif berorganisasi, sementara Kurikulum Program Vokasi 2016 menerapkan sistem SKS yang satu SKS untuk teori berdurasi 70 menit dan satu SKS untuk praktik berdurasi 170 menit sehingga mahasiswa Program Vokasi menghabiskan waktu kuliah hingga malam hari.

Kemudian, Sigit menambahkan bahwa sebaiknya mahasiswa Program Vokasi UI lebih terampil daripada mahasiswa Program Sarjana. Ia pun menambahkan bahwa Program Vokasi memang berbeda dengan Program Sarjana. Membangun Program Vokasi di lingkungan yang sama dengan Program Sarjana menimbulkan mindset mahasiswa Program Vokasi UI mengenai organisasi masih sama seperti mahasiswa Program Sarjana UI.

Selanjutnya, Sigit menjelaskan bahwa telah dilaksanakan survei online sebanyak dua kali mengenai D-3 dan D-4 di Program Vokasi yang ditujukan kepada mahasiswa Program Vokasi. Hasil survei pertama menunjukkan bahwa apabila diadakan program D-4, mahasiswa Program Vokasi ingin program D-3 tidak ditutup. Lalu, hasil survei kedua yang menambahkan pertanyaan seputar rencana melanjutkan kuliah untuk mahasiswa Program Vokasi UI dengan mencantumkan opsi Program D-4 atau Program Ekstensi tersebut menunjukkan bahwa hanya 21% dari responden yang memilih program D-4. Ia juga menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh mahasiswa yang ingin melanjutkan kuliah sambil bekerja. Apabila seorang mahasiswa mengikuti program D-4 lalu kuliah sambil bekerja, maka akan menjadi sulit karena program D-4 satu semester full praktik.

Tak hanya itu, Direktur Program Vokasi juga membahas mengenai turunnya BOP mahasiswa Program Vokasi UI 2017 yang semula berjumlah Rp9.000.000 menjadi Rp8.000.000. Ia mengungkapkan bahwa salah satu alokasi dana BOP ditujukan untuk mengadakan Wajib Program Bahasa Inggris selama satu tahun dengan biaya Rp600.000. Bentuk dari Wajib Program tersebut adalah semacam diskusi secara online dan jika sudah disepakati oleh pihak ketiga yang menangani program tersebut maka Wajib Program Bahasa Inggris bisa mulai dilaksanakan pada September 2018.

Selain itu, diskusi yang bertajuk Notis ini juga membahas mengenai fasilitas Program Vokasi UI yaitu penggunaan ruangan untuk kegiatan organisasi yang dibatasi sampai pukul 22.00 WIB, dengan alasan keamanan dan menghindari adanya penyalahgunaan narkoba di Program Vokasi UI. Sedangkan, mengenai kerusakan fasilitas di Program Vokasi UI, Sigit mengaku senang jika ada mahasiswa yang mengkritisi dan melaporkan kekurangan dan kerusakan dari fasilitas dan pelayanan Program Vokasi UI dan laporan tersebut akan langsung ditindaklanjuti oleh pihak yang bertanggung jawab.

Pada diskusi tersebut juga turut hadir Priyanto selaku Manajer Pendidikan dan Kemahasiswaan, Mohammad Ridha selaku Manajer Keuangan dan Fasilitas serta Deni Danial selaku pihak yang membahas tentang D-3 dan D-4 UI, Kurikulum Pendidikan Vokasi 2016, Biaya Operasional Pendidikan (BOP) Program Vokasi UI dan Fasilitasnya.

Teks: Fajria Aulina Mulianingsidhi dan Legia Nurul Azmi
Foto: Riardi Solihin
Editor: Halimah dan Kezia

Komentar



Berita Terkait

Tanggapi Kasus Terorisme, UKM Kerohanian UI Adakan Doa Untuk NegeriĀ 
MWA UI UM Klarifikasi Kerja Sama UI-BTN
Peneliti INDEF: Uraikan Sejarah hingga Rekomendasi Kebijakan Student Loan
Zico-Josua: UU MD3 Bukan Sekadar Masalah Praktik