OKK UI 2018 Bawa Semangat 20 Tahun Reformasi

Wednesday, 15 August 18 | 08:37 WIB

Acara puncak Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia (OKK UI) tahun 2018 diadakan pada tanggal 13 hingga 14 Agustus 2018. OKK UI tahun ini bertajuk Satukan Langkah Perubahan. Menurut Satria Adhitama selaku Project Officer (PO) OKK UI 2018, tema tersebut bermakna bahwa OKK UI mendukung mahasiswa baru Universitas Indonesia yang akan bertransformasi dari seorang siswa menjadi mahasiswa. “Hal ini menjadi semangat untuk melakukan perubahan bersama-sama,” tutur Satria.

Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini diadakan penampilan bakat terbaik dari mahasiswa baru UI yang telah diseleksi secara online melalui event OKK UI Got Talent yang ditampilkan pada saat pra acara puncak OKK UI 2018. “Nah jadi kita liat appreciative inquiry-nya, bahwa kita (Panitia OKK UI 2018 -red) pengen mengapresiasi potensi mereka. Makanya ada OKK Got Talent ,” ungkap Satria.

Selain itu, mahasiswa baru UI diajak untuk mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan. Sebelum disumbangkan, buku-buku ini dimanfaatkan untuk membentuk mozaik buku bertuliskan (ME)REFORMASI REFORMASI di acara puncak OKK hari kedua. Satria mengungkapkan bahwa OKK UI tahun ini ingin memanfaatkan semangat 20 tahun reformasi sekaligus memberikan kesan yang baik terhadap reformasi. “Kita pengen ngerubah stigma orang mengenai reformasi itu,” ungkap Satria.

Kemudian, pada mozaik buku tersebut juga diletakkan sebuah buku harapan yang berjudul Konseptor Masa Depan. Buku tersebut berisi kumpulan kata-kata harapan dari mahasiswa UI 2018 untuk Indonesia. Buku ini juga diberikan kepada Dinas Informasi dan Komunikasi Depok, Dinas Arsip Perpustakaan, dan Komunitas 1001 Buku.

Tak hanya itu, terdapat juga perbedaan dari OKK UI tahun ini dengan OKK UI tahun lalu. Perbedaannya, yaitu tidak adanya panita dengan pita lengan hitam atau yang biasa disebut Komisi Disiplin (Komdis). Menurut Satria alih-alih memberi hukuman kepada mahasiswa yang terlambat lebih baik 1000 mahasiswa baru yang datang paling awal diberi hadiah. Hadiah tersebut berupa biskuit.

Sedangkan mengenai mahasiswa yang telat akan diproses melalui mentor. “Kan lebih enak ya kalo lo diingetin sama orang yang lo kenal,” tambahnya.

Selanjutnya, acara puncak hari pertama dibuka dengan penampilan teatrikal dari panitia OKK UI 2018, penampilan tiga peserta terbaik OKK UI Got Talent, dan penampilan dari beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni UI.

Kemudian, terdapat acara dengan tiga sesi materi. Kali ini OKK UI mengundang Rangga Husnaprawira selaku Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UI 2015, Ali Abdillah selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI 2013, dan Alika Islamadina selaku Penyanyi sekaligus Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI 2012 sebagai pembicara sesi pertama.

Para alumni UI ini memberikan tips bagaimana menjalani kehidupan kuliah yang baik dan meniti kesuksesan di bangku kuliah. Ali mengajak mahasiswa UI 2018 untuk ikut berorganisasi dan melatih soft skills ketika kuliah. “Yang membedakan UI dengan kampus lainnya adalah organisasi kemahasiswaannya. Manfaatkan itu. Insyaallah dengan itu kalian bisa meniti kesuksesan,” ujar Ali.

Selain itu, berbicara perihal mengikuti kegiatan-kegiatan kampus tanpa takut mengacaukan akademis, Alika mengatakan bahwa kuncinya adalah menentukan skala prioritas. Lalu, Rangga menjawabnya dengan tiga tips, yaitu pilih-pilih kegiatan yang paling baik, temukan peer group yang supportif, dan punya target pencapaian akademis.

“Jadi, jangan mudah termakan bujuk rayu, misalnya dari senior soal kepanitiaan-kepanitiaan, sama punya life plan, insyaallah nggak akan tersesat. Biasanya orang yang tersesat, kedepannya capek, itu gara-gara nggak punya life plan,” Ali menambahkan.

Di sesi kedua dihadirkan Alfatih Timur selaku founder dari kitabisa.com dan Ahmad Zaky founder Bukalapak.com dengan tema Penggerak Perubahan. Alfatih dan Zaky memotivasi mahasiswa baru untuk memiliki jiwa inovatif. Zaky percaya bahwa gudang masalah sama dengan inovasi, sehingga seharusnya Indonesia tetap bisa maju meskipun memiliki banyak masalah.

Kemudian, Alfatih menyampaikan bahwa inspirasi inovasi bisa berasal dari masalah yang pernah dialami sendiri maupun kesuksesan orang lain yang belum ada di negeri sendiri. Ia juga mengungkapkan bahwa sebuah project inovasi hendaknya dimulai dari hal yang kecil. “Banyak temen-temen yang mau bikin startup, khususnya di bidang digital, tapi pusingnya langsung cara bikin web-nya, bikin apps-nya, padahal masalahnya sendiri belum tervalidasi,” ujar Ali.

“Tapi yang mau saya bungkus adalah, temen-temen masih semester satu, jadi take it easy. Belajar dulu aja, gaul dulu aja, ikut organisasi, nanti itu semua akan terakumulasi,” tambahnya.

Di akhir, Zaky juga menyampaikan agar jangan terlalu khawatir jika belum memiliki keahlian apa pun. “Nah, sebenarnya, seni belajar, seni membangun bisnis adalah membuka isi kepala kita. Justru kita ini harus dikosongkan kepalanya, jangan kebanyakan isi. Agar kita belajar hal baru. Karena bisnis itu banyak berasal dari hal yang baru,” jelas Zaky.

Di sesi terakhir, terdapat pemaparan materi dengan tema
Mengoptimalkan Potensi Indonesia yang diisi oleh Chairul Tanjung selaku Chief Executive Officer (CEO) CT Corp, Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Nurhayati Subakat selaku CEO Paragon.

Lalu, Chairul Tanjung memaparkan mengenai semua orang berhak untuk sukses bagaimana pun kekurangannya. “Jangan kalah di bidang akademis. Yang kedua, jangan jadi mahasiswa kuper, yang tahunya hanya belajar. Karena ilmu akademik saja tidak akan pernah bisa membawa anda sukses untuk menang dalam kompetisi. Dan yang ketiga, pastikan anda juga bisa mengasah entrepreneurship Anda,” ujar Chairul Tanjung.

Sedangkan, Menteri Susi Pudjiastuti memberikan edukasi mengenai potensi bahari Indonesia dan bagaimana cara menjaganya. Selain itu, ia juga memberikan motivasi agar tidak memedulikan perkataan merendahkan dari orang lain.

Lalu, Nurhayati memaparkan potensi kependudukan Indonesia di bidang wirausaha, khususnya kosmetik. Menurutnya, seharusnya bonus demografi dan sumber daya alam membuat Indonesia maju dengan produk-produk pemenuh kebutuhannya sendiri. Terakhir, acara puncak OKK UI 2018 ditutup dengan beberapa lagu dari band indie Fourtwnty.

 

 

Teks: Khairunnisa Hadisti
Foto: Istimewa
Editor: Halimah Ratna Rusyidah

Komentar



Berita Terkait

Klarifikasi Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2019 Terkait Sokongan Dana
Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor
Eksplorasi Pemira di FT UI: Kedua Paslon BEM UI 2019 Paparkan Gagasan Perihal Komersialisasi Lahan Parkir
Calon MWA UI UM 2019 Ungkap Pendapatan FEB UI