Optimalkan Fasilitas Kampus, UI Terapkan Izin Masuk Nontunai

Sunday, 18 February 18 | 01:01 WIB

Sosialisasi dan uji coba Izin Masuk Kampus (IMK) nontunai Universitas Indonesia telah dilaksanakan sejak  Senin (12/2) oleh UPT PLK (Unit Pengelola Teknis Pengamanan Lingkungan Kampus) UI hingga Mei 2018 didampingi masa evaluasi setiap satu bulan. Kebijakan ini dibuat untuk mendukung pemerintah menerapkan program transaksi non tunai.

“Sosialiasinya itu mulai hari ini tanggal 12 (Februari —red) ya, dengan pengaturan jam yang longgar,  misalkan kalo tadi mulai dari jam 3 itupun hanya dibuka untuk 2 lajur dari 4 lajur yang kita punya. Negara (pemerintah —red) juga sedang merencanakan program pembayaran nontunai, jadi kita sukseskan sama-sama dan kayaknya itu hal yang baik,” jelas Hendra Gunawan selaku Perwira Seksi Logistik UPT PLK UI.

Afkar Tashwirul selaku MWA UI UM 2018 juga memberikan tanggapannya, “Selain mendorong cashless society juga untuk mencegah penyebaran uang palsu dan meningkatkan efisiensi waktu pembayaran serta flow kendaraan.” Di lain pihak, Rojali selaku Wakil Kepala Departemen Adkesma BEM UI 2018 juga menyatakan opininya, “Intinya, selama program ini (Izin Masuk Kampus nontunai—red) baik untuk banyak pihak, kami mendukung. Namun, bukan berarti kami lepas tangan begitu saja. Kami juga tetap melakukan pendampingan dan penjaringan aspirasi agar dapat dicapai hasil yang optimal.”

Dalam prosesnya, Sivitas Akademika UI akan menggunakan tap cash atau E-Money (uang elektronik) BNI. Namun UPT PLK UI juga menyediakan sistem pembayaran manual bagi non-Sivitas Akademika UI yang belum memiliki dua jenis kartu tersebut, “Dia (non-Sivitas Akademika UI—red) bisa pakai manual, sistem lama, tapi kalo punya tap cash, pakai tap cash aja, makanya kita pilih tap cash. Kartunya itu sama dengan yang digunakan mahasiswa UI,” papar Hendra.

Ditetapkannya KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) UI dan tap cash sebagai alat transaksi Izin Masuk Kampus nontunai yaitu untuk mempermudah sivitas akademika serta mengoptimalkan fasilitas yang telah tersedia, “Iya, di UI sendiri itu kartu yang dipakai mahasiswa kebanyakan tap cash, karena KTM sendiri sudah tap cash, begitu juga dengan kartu karyawan (UI—red). Jika punya KTM, otomatis punya tap cash. Karena UI juga sudah kerja sama dengan BNI, jadi kalau kita gunakan kartu lain, misal brizzi atau E-Money, mahasiswa jadi harus beli kartu lagi, sistem yang ada diubah lagi. Jadi kita manfaatkan yang sudah ada saja,” jelas Hendra.

Meski terjadi peralihan izin masuk kampus UI dari tunai menjadi nontunai, hal ini tidak berpengaruh terhadap adanya indikasi pengurangan pegawai UPT PLK UI, “Enggak, gak pakai mesin, sistem pembayarannya diubah dari tunai ke nontunai.” Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Rojali, “Kami tidak dapat memastikan hal (pengurangan pegawai—red) ini. Hal ini tergantung pada kebijakan UI, yang jelas Izin Masuk Kampus nontunai masih dalam tahap uji coba. Apabila banyak keluhan dan dampak negatif, Izin Masuk Kampus nontunai tidak akan diteruskan,” paparnya.

Izin Masuk Kampus nontunai yang telah memasuki minggu ketiga di bulan Februari masih berada dalam tahap pemantauan, “Saya masih memantau keadaan dan menjaring aspirasi. Sejauh ini saya baru menerima laporan (aspirasi—red) dari para pengendara. Mereka berharap agar sistem pembayaran nontunai tidak hanya dapat dilakukan melalui BNI saja. Mereka ingin agar sistem pembayaran nontunai juga dapat dilakukan melalui uang elektronik bank lain, seperti halnya transjakarta, jalan tol, atau commuter line. Kami (Adkesma BEM UI 2018—red) mulai menampung aspirasi sampai minggu ketiga masa percobaan. Hal ini dilakukan agar aspirasi dapat tersambung ke pihak PLK saat evaluasi di minggu keempat,” papar Rojali.

Adapun menurut Ainun Safitri, mahasiswi FIB UI, menyatakan bahwa dirinya yang menggunakan kendaraan roda empat masih menggunakan transaksi tunai sebesar Rp4.000,00. Selain itu, dirinya pun mengaku telah mengetahui adanya spanduk pemberitahuan menggunakan tap cash ketika ia ke kampus UI pada siang hari.

Uji coba Izin Masuk Kampus NonTunai akan berlangsung hingga April 2018. Setelah sosialisasi berakhir, mulai Mei 2018, UPT PLK UI akan menghapus sistem pembayaran tunai. Bagi non-Sivitas Akademika UI yang tidak memiliki tap cash, UPT PLK UI akan menyediakan kartu tap cash di masing-masing loket jalur masuk serta menyediakan petugas jaga yang memegang tap cash untuk membantu proses transaksi.

 

Teks: Nurul Istikomah

Foto: Riardi Solihin

Editor: Kezia Estha Tumbol

Komentar



Berita Terkait

Sekretariat UKM Tidak Berpindah ke Gedung Baru Pusgiwa
Perbaiki Sistem, Ini yang Dilakukan Ketua Pelaksana Pemira IKM UI 2018
OKK UI 2018 Bawa Semangat 20 Tahun Reformasi
Dua Mahasiswa FH UI Ajukan Judicial Review UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme