Paslon BEM UI 2019 Paparkan Cara Edukasi Pemilu 2019

Wednesday, 21 November 18 | 09:01 WIB

Senin (19/11) telah berlangsung eksplorasi Pemilihan Raya Universitas Indonesia (Pemira UI) tahun 2018 di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UI. Pada sesi Eksplorasi Calon BEM UI 2019 dihadiri oleh dua panelis. Dalam sesi panelis, kedua paslon diminta untuk menjelaskan cara mencerdaskan mahasiswa dalam rangka Pemilihan Umum 2019.

Menanggapi hal tersebut, paslon nomor urut 1 yaitu Alfian Tegar Prakarsa-Muhammad Akbar Buana Tafsili membawa sebuah narasi pertengahan yang bertajuk #2019UntukInovasi.

“Di antara narasi yang saat ini kuat gitu ya #TetapJokowi atau #GantiPresiden, yaitu (kami membawa—red) narasi #2019UntukInovasi,” ungkap Tegar.

Narasi tersebut dibangun dengan beberapa cara. Pertama, melalui creative campaign, yaitu berupa video atau infografis. Kemudian, mereka akan membantu advokasi mahasiswa/i daerah untuk bisa menggunakan hak pilih mereka di Tempat Pemilihan Suara (TPS) sekitar Depok. Terakhir, mereka juga berencana untuk membentuk sebuah diskusi online yang menghadirkan tokoh-tokoh muda dari dua belah kubu. “Nanti akan berdiskusi bersama di youtube, mungkin contohnya seperti asumsi.co,” lanjut Kepala Kajian dan Aksi Strategis BEM UI 2017 itu.

Selanjutnya, dengan adanya narasi #2019UntukInovasi, orang-orang diharapkan akan melihat masing-masing tokoh berdasarkan inovasi yang dibawanya untuk Indonesia.

Sedangkan, paslon nomor urut 2, Manik Marganamahendra-Muhammad Rifadli menekankan pada kajian yang representatif untuk mahasiswa dan nantinya akan diusulkan kepada para paslon.

“Di sini kita tidak hanya semata-mata mengawasi saja, tapi kita juga memberikan masukan isu-isu serta narasi-narasi yang ingin kita sampaikan sebagai mahasiswa,” jelas Manik.

Mengenai narasi seperti apa yang akan dibawa. Manik menjelaskan bahwa narasi yang dibawa ada dua, yaitu narasi dari mahasiswa sebagai mahasiswa yang mengenyam pendidikan tinggi, serta bagaimana kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar. Kajian tersebut rencananya juga melibatkan organisasi-organisasi lain, seperti Kelompok Studi Mahasiswa (KSM).

“Nanti kajiannya (dibuat—red) atas nama teman-teman yang membuat kajian itu sendiri,” ujar Manik.

Melalui kajian tersebut, Manik melanjutkan, baik masyarakat maupun mahasiswa diharapkan akan memiliki standar yang sudah terstandardisasi, misalnya ketika KPU (Komisi Pemilihan Umum) mengeluarkan visi dan misi dari setiap calon.

“Jadi kita mengedukasikan kembali apa yang sudah menjadi common sense dari setiap pemilih itu sendiri,” tutupnya.

Teks: Destya Galuh Ramadhani

Foto: Riardi Solihin

Editor: Halimah dan Kezia

#PEMIRAIKMUU2018

Komentar



Berita Terkait

BEM se-UI Mengecam Aksi Teror Anti Pemberantasan Korupsi
Berdonasi Tanpa Uang
Manusia di Balik Manusiaui
Festival Bahasa Isyarat