Pendaftaran Calon Rektor UI Dibuka: Ketua MWA UI Optimis dengan Antusiasme Calon

Thursday, 11 July 19 | 09:19 WIB

Pada Rabu (10/7) proses pendaftaran bagi bakal calon Rektor UI periode 2019-2024 resmi dibuka. Hal tersebut resmi disampaikan pada konferensi pers yang diselenggarakan kemarin di Balai Kirti, Rektorat UI. Dalam proses pemilihan rektor ini, MWA UI akan bekerja sama dengan Panitia Khusus Pemilihan Rektor (Pansus Pilrek) dan Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) UI dalam melaksanakan mekanisme pencarian dan pemilihan rektor baru. Turut hadir Saleh Husin selaku Ketua MWA UI, Prof. Wiku Adisasmito selaku Ketua Pansus Pilrek, Prof. Yoki Yolizar selaku ketua P3CR, serta Donny Gahral Adian sebagai Sekretaris P3CR, guna menjelaskan mekanisme pemilihan rektor pada awak media yang hadir.

Adapun yang dipaparkan dalam konferensi pers tersebut berkisar tentang syarat dan kriteria bakal calon rektor, jadwal dan linimasa pemilihan rektor, serta tata tertib Pansus Pilrek dan P3CR yang telah disusun oleh MWA UI. Kemudian, MWA UI melakukan proses rekrutmen terhadap anggota P3CR. Semua rangkaian tersebut telah dimulai sejak bulan April 2019. “P3CR sudah bekerja hampir 3 minggu, hampir setiap hari, sehingga menghasilkan suatu prosedur yang profesional dan transparan sehingga memudahkan untuk calon rektor dari manapun, berasal dari internal UI, dari nasional, (maupun—red) diaspora,” ujar Wiku Adisasmito.

Lebih lanjut, Yoki Yulizar turut menambahkan beberapa poin dalam pemilihan rektor tahun ini. Sebagai Ketua P3CR, ia menjelaskan bahwa P3CR adalah lembaga yang harus menjalankan tugas dalam melakukan penjaringan dan penjaringan calon rektor, sesuai dengan tata tertib yang telah dirumuskan Pansus Pilrek. P3CR juga ditugaskan untuk mendapat bakal calon yang sebanyak-banyaknya, tidak terbatas pada alumni-alumni UI. Donny Gahral menyatakan optimisme mengenai jumlah calon rektor yang akan mendaftar. “Terus terang, dari masing-masing anggota P3CR, sudah beberapa nama sudah sempat dikumpulkan. Saya juga, sampai detik ini sudah ada sekitar 7 orang dari saya sendiri. Jadi mungkin dengan tambahan, saya kira bisa 40 atau 50 mungkin, mungkin bisa sampai 100 nama,” katanya.

Mengenai calon rektor yang akan mendaftar, Saleh Husin juga optimis dengan antuisiasme bakal pendaftar calon rektor. Bahkan, ia mengatakan sudah ada beberapa orang yang menghubunginya. “Kalau tadi Pak Donny bilang, yang menghubungi dia untuk daftar aja udah 7 orang. Ada yang pernah menjadi rektor di universitas swasta juga menghubungi saya juga,” ujarnya. Beliau juga mengharapkan adanya menteri yang mendaftar menjadi calon rektor. Calon rektor yang terjaring akan melewati seleksi oleh P3CR sehingga menghasilkan 20 nama, yang akan diumumkan tanggal 12 Agustus 2019. Selanjutnya, calon rektor akan melewati proses penyaringan oleh Pansus Pilrek dan akan menghasilkan 7 nama, yang akan diumumkan tanggal 16 September. Lalu, seleksi dan verifikasi terhadap calon rektor akan dilakukan oleh MWA UI hingga menghasilkan 3 nama, yang akan diumumkan tanggal 20 September. Debat publik yang dapat dihadiri segenap sivitas akademika UI dan masyarakat umum, akan dilangsungkan pada tanggal 23 September. Pada 25 September, Pansus Pilrek akan mengumumkan nama Rektor UI terpilih periode 2019-2024.

Calon rektor juga akan menjalani tes-tes kejiwaan, kesehatan, dan rasionalisme untuk membuktikan kapabilitasnya. Selain itu, pemilihan rektor akan melibatkan beberapa lembaga negara dan lembaga asesmen profesional untuk melakukan penilaian, verifikasi, klarifikasi, dan seleksi terhadap calon rektor. “Kita juga melibatkan BNPT (Badan Penanggulangan Terorisme -red), BIN (Badan Intelijen Negara -red), maupun PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan -red),” tambah Saleh Husin.

Dalam melakukan proses penjaringan, P3CR—selain menunggu calon rektor mendaftar—juga berperan aktif mengundang calon rektor yang disarankan oleh masyarakat umum untuk mendaftar sebagai calon rektor. “Nah, sebetulnya kita tuh menginginkan juga rekan-rekan media di sini, dan rekan-rekan mahasiswa, ya untuk membantu mencari suatu calon-calon rektor yang tertentu (yang memiliki kompetensi—red) dan dikawal supaya dia mendaftar,” ujar Yoki Yulizar. Beliau mengatakan segenap anggota P3CR sangat terbuka akan saran-saran dari sivitas akademika UI maupun masyakarat umum yang mengajukan nama bakal calon rektor yang potensial. Penjaringan secara aktif ini diharapkan mampu menjaring nama bakal calon rektor sebanyak-banyaknya dari aspirasi masyarakat. “Kami akan mengontak atau memberi suatu undangan (kepada bakal calon rektor—red), karena kan kita harus aktif. Terkadang kan calon-calon yang (disarankan dari penjaringan—red) aktif ini, misalnya dia mungkin tidak ada waktu atau segala macam, jadi kita akan perhatikan, kita akan kasih surat undangan, kalau kita bantu ya oke juga. Cuma nanti tentunya kan nggak bisa dimanjakan juga ya,” tambahnya.

Pemilihan Rektor UI periode ini diharapkan bisa membawa nama UI semakin mendunia serta mengukuhkan posisi UI sebagai salah satu universitas terbaik di dunia. Calon rektor diharapkan dapat membawa UI menduduki peringkat 200 besar universitas terbaik di dunia serta peringkat 5 besar universitas terbaik di Asia. Rektor UI yang terpilih juga diharapkan dapat mengembangkan riset di tanah air.

 

Reporter: Nada Salsabila
Kontributor: Alfa Tirza
Foto: Nada Salsabila

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Pemilihan Rektor UI 2019: MWA UI UM dan BEM UI Tanggapi Animo Mahasiswa yang Masih Kurang
Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor
Muhammad Anis Rektor Baru UI Periode 2014-2019
Meminta Transparansi Pilrek, BEM se-UI Lakukan Aksi Depan Rektorat