Perbaiki Sistem, Ini yang Dilakukan Ketua Pelaksana Pemira IKM UI 2018

Saturday, 08 September 18 | 11:20 WIB

Panitia Pemira UI 2018 fokus pada perbaikan Peraturan Pemira dengan tujuan semua Panitia Pemira, maupun publik Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (IKM UI) mendapat kepastian hukum.

Menurut keterangan dari Fatchurrahman Geigy selaku Project Officer Pemilihan Raya (PO Pemira) UI 2018, setelah ia melakukan analisa, peraturan tahun lalu itu kurang tepat untuk dijadikan sebuah peraturan Panitia Pemira. Banyak kekosongan hukumnya, ada beberapa yang tidak diatur dalam Peraturan Pemira tahun 2017.

Selanjutnya, mempertimbangkan kondisi fisik dan akademis calon peserta Pemira 2018, menurut keterangan dari PO, Pemira UI 2018 akan membatasi waktu eksplorasi.

“Gue pengen terciptanya keadilan bagi IKM UI itu sendiri, adil buat IKM UI, kayak elu dapat apa yang elu mau dari calon, elu berhak menilai kelayakan ketua BEM UI, DPM UI, MWA UI, yang elu ekspetasi seperti apa, yang elu pengen seperti apa dan juga kita menciptakan rasa adil bagi peserta pemiranya, mereka (peserta pemira -red) juga berhak punya waktu untuk ngerjain tugas-tugasnya lah minimal, jadi harus adil dan seimbang,” tuturnya.

Lalu, mengingat persentase partisipan yang sedikit saat eksplorasi menjadi alasan Panitia Pemira untuk membuat notula dalam bentuk video yang akan di unggah di youtube channel Pemira TV. Harapannya supaya teman-teman IKM UI yang tidak sempat hadir pada saat eksplorasi langsung dapat menyaksikan eksplorasi melalui akun youtube Pemira TV.

Sedangkan, perihal waktu dan durasi eksplorasi Fatchur merasa hal ini harus dibenahi karena pada saat eksplorasi yang sering berakhir pada dini hari tidak sepadan dengan partisipan yang datang. Partisipan yang datang tidak mencapai 50%. Seringkali hanya dihadiri oleh simpatisan A dan simpatisan B sehingga Fatchur berpikir kembali mengenai sistem eksplorasi yang seperti itu masih berjalan efektif atau tidak.

Kemudian, perihal waktu sendiri, Fatchur mengatakan bahwa akan ada pembatasan waktu. Pembatasan waktu tersebut, yaitu waktu eksplorasi hanya akan difasilitasi Panitia Pemira UI sampai pukul 01.00 WIB.

“Maksimal eksplorasi sampai jam 1, setelah jam 1 kita akan putus semua fasilitas, fasilitas dalam artian notulensi dan perizinan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, apabila eksplorasi lebih dari waktu yang ditentukan oleh Panitia Pemira maka eksplorasi selanjutnya tidak mendapat fasilitas.

“Kalau lebih dari jam 1 atau misalkan BEM maksimal 4 jam, kalau lebih dari 4 jam kita akan putus fasilitasnya. Kalau misal temen-temen mau lanjut uji publik, calonnya sanggup dan calonnya mau, yaudah lanjut aja nggak papa,” tambahnya.

Selanjutnya, Fatchur juga menghimbau agar temen-teman IKM UI dalam masa Pemira benar-benar menilai kelayakan calon dari substansinya. “Walaupun ini tahun politik, jangan terjebak pada politik identitas namun harus mengedepankan politik substansinya,” tuturnya.

Sedangkan, untuk anggaran dana sendiri Ulfa Rodiah selaku ketua DPM UI, mengatakan bahwa anggaran untuk Pemira UI 2018 sekitar 30-40 Juta. “Anggaran tuh kita tahun ini ya nggak cuma DPM doang tapi seluruh kegiatan kemahasiswaan, UKM gitu gitu juga sama kita dapat pengurangan itu, (mengenai dana untuk Pemira 2018 -red) lupa kemarin, pokoknya 40an apa 30an gitu aku lupa, tapi itu kan sistemnya reimburse,” tuturnya.

Teks: Grace Elizabeth Kristiani
Infografis: Vega Mylanda
Editor: Halimah Ratna Rusyidah dan Kezia Estha T

Komentar



Berita Terkait

Paslon BEM UI 2019 Paparkan Alasan Penggabungan dan Pemisahan Kastrat-Akprop dalam Rencana Kepengurusan
Calon MWA UI UM 2019 Garisbawahi Urgensi Pembangunan RSPUI
Eksplorasi di Farmasi, Calon Anggota MWA UI UM 2019 Janjikan Dua Hal Ini
Perihal Isu RUU Farmasi, Kedua Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Siap Mengawal