Perbedaan BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan Mandiri

Monday, 20 June 16 | 07:07 WIB

Ketika Anda mendengar kata BPJS, Anda perlu tahu bahwa BPJS sendiri terbagi kedalam dua kategori yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Masing-masing kategori ini memiliki syarat yang hampir sama, namun keduanya memiliki perbedaan dalam penerapannya. Agar Anda merasa lebih jelas, tak ada salahnya Anda menyimak informasi berikut.

Definisi program

BPJS Kesehatan terdiri dari dua kategori yaitu BPJS kesehatan mandiri dan BPJS kesehatan yang merupakan peralihan dari program pemerintah seperti Jamkesmas dan Jamkesda.

BPJS ini dibiayai secara pribadi oleh pemilik kartu yang bersangkutan dalam 3 kelompok utama. Kelompok pertama membayar Rp 80.000,00. Kelompok kedua membayar Rp 51.000,00. Sedangkan kelompok ketiga membayar Rp 25.500,00.

Hal tersebut berbeda dengan BPJS yang berkaitan dengan tenaga kerja, karena awalnya program ini adalah peralihan dari program Jamsostek yang sekarang ini meliputi empat program unggulan, seperti jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan  jaminan pensiun yang bisa diikuti seluruhnya oleh pekerja yang bersangkutan atau tergantung dari perusahaan yang membayar iuran.

Besar iuran umumnya dihitung secara prosentase dari gaji pokok yang  diterima pegawai, yaitu 5,7% untuk JHT, 0,3% JK, 0,24%JKK, 3% JP.

Manfaat program

Jika dilihat dari segi manfaat, BPJS ketenagakerjaan memiliki fungsi yang lebih banyak jika dibandingkan dengan program jaminan kesehatan biasa.

Jika jaminan kesehatan biasa, umumnya hanya mampu mengganti biaya pengobatan ringan maupun berat (operasi atau terapi), maka ada beberapa fungsi yang ditanggung oleh program seperti:

  • Dana yang bisa digunakan untuk membuka usaha maupun mengajukan pinjaman rumah, ketika berhubungan dengan JHT atau JP.
  • Memiliki dana yang dapat digunakan oleh keluarga yang ditinggalkan, ketika pemegang kartu BPJS ketenagakerjaan meninggal dalam kecelakaan kerja.
  • Dana pengobatan yang dapat dicairkan ketika pemegang kartu yang bersangkutan mengalami kecelakaan namun hanya kecelakaan ringan.

Syarat pengajuan

Secara umum, pengajuan asuransi yang berhubungan dengan kesehatan akan lebih mudah jika dibandingkan dengan BPJS yang berhubungan dengan ketenagakerjaan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Perusahaan yang bersangkutan wajib mendaftarkan pegawai yang bersangkutan dengan melampirkan persyaratan seperti KTP, KK, dan perjanjian kerja. Baca juga: Mahasiswa FK Tuntut Moratorium Pendidikan Kedokteran
  • Perusahaan juga wajib memperbarui peserta yang didaftarkan ketika ada perubahan dari jumlah peserta yang lama dengan waktu maksimal penyampaian adalah 7 hari.

Metode klaim

Ketika Anda ingin mengklaim dana yang ada pada program ketenagakerjaan, ada beberapa tahapan yang harus Anda lalui terlebih dahulu, seperti:

  • Mendatangi kantor BPJS utama yang ada pada wilayah tempat Anda didaftarkan sebagai penerima klaim atau kantor utama setempat,
  • Membawa kelengkapan yang dibutuhkan seperti kartu kepesertaan asli, fotokopi kartu identitas, baik SIM maupun KTP, surat yang menandakan Anda berasal dari perusahaan pemberi jaminan ketenagakerjaan (baik yang sudah pensiun maupun belum), kartu keluarga yang asli beserta fotokopinya. Namun demikian, untuk peserta jaminan ketenagakerjaan yang berada diluar negeri dan ingin mengambil uang jaminan tenaga kerja bisa melampirkan fotokopi vissa dan paspor yang masih berlaku (dari negara tinggal terbaru). Sedangkan untuk pemegang kartu yang mengalami kecelakaan kerja dan ingin mengklaim dana, maka syarat berbagai identitas juga harus dilengkapi dengan surat asli dari dokter yang merawat selama kecelakaan hingga masa penyembuhan.
  • Verifikasi akan dilakukan segera oleh petugas admin dan dalam jangka waktu 30 hari, Anda akan mendapat verifikasi pencairan dana dari petugas BPJS ketenagakerjaan setempat.

 Teks: Ads

Komentar



Berita Terkait