Perihal Isu RUU Farmasi, Kedua Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Siap Mengawal

Thursday, 08 November 18 | 03:37 WIB

Memasuki eksplorasi Pemilihan Raya Universitas Indonesia (Pemira UI), Fakultas Farmasi (FF) menjadi tujuan Calon Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Unsur Mahasiswa (MWA UI UM) serta Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) pada Rabu (7/11).

Bertempat di Farbase, Fakultas Farmasi bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI nomor urut 1 (satu) yaitu Alfian Tegar Prakasa dan Muhammad Akbar Buana Tafsili menjelaskan bahwa nantinya kontribusi BEM UI kepada Fakultas Farmasi terletak pada platform yang mereka bangun yaitu SmartUI serta program lainnya seperti program pasca-kampus berupa mentoring dengan alumni UI, IKM UI Summit, dan lain-lain.

Sedangkan, calon nomor urut 2 yaitu Manik Marganamahendra dan Muhammad Rifadli akan berkontribusi untuk Fakultas Farmasi dengan cara menjalin kerja sama mengenai isu yang diangkat, memberikan bantuan advokasi bersama MWA dengan menjadi penghubung antara pihak pemegang otoritas di UI.

“Langkah yang akan kami lakukan yaitu advokasi mengenai pembangunan gedung perihal dialog FF antara Adkesma BEM se-UI dengan rektorat. Di sini, dari kami juga menghimpun berbagai permasalahan-permasalahan dari temen-temen Farmasi dalam konteks fasilitas dan lainnya, tapi di sini cakupannya dalam hal per-adkesma-an,” ujar Fadli dari calon nomor urut 2 yang membahas tentang pembangunan gedung Farmasi mengingat FF masih terbilang baru dan membutuhkan fasilitas berupa tempat.

Selain itu dalam seni panelis, para Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI juga mengutarakan tentang isu di Fakultas Farmasi yang sedang dikawal.

“Yang kami ketahui, terdapat RUU (Rancangan Undang-Undang –red) Farmasi dan ini menjadi cita-cita temen-temen Farmasi semua dan ini bahkan se-simpel kelas profesi di Farmasi belum ada payung hukumnya. Contohnya adalah kasus PCC (Patient Counseling Competition –red) nah dari situ adalah bukti bahwa tidak ada kedisiplinan dari payung hukum yang ada,” ungkap Tegar.

Sejalan dengan itu, Manik juga mengatakan bahwa isu yang sedang dikawal oleh Fakultas Farmasi adalah tentang RUU Farmasi. Namun, menurutnya bukan karena tidak adanya payung hukum sebab sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009. Dalam hal tersebut, yang dipermasalahkan adalah payung hukumnya mati dan oleh karena itu BEM UI akan membantu dalam kajian hingga ke jenjang advokasi dan juga propaganda.

Di akhir, kedua calon menanggapi pertanyaan dari panelis mengenai isu kajian BEM Seluruh Indonesia (SI) yang memiliki masalah dalam penulisan referensi. Tegar mengatakan bahwa posisi BEM UI sendiri lebih menempatkan diri pada refleksi dimana seharusnya BEM SI dalam membuat kajian, perlu melibatkan BEM UI.

Selain itu, Tegar juga mengungkapkan bahwa posisi BEM UI dalam BEM SI bersifat dilematis yakni di satu sisi jika BEM UI terlibat terlalu jauh dalam BEM SI, hal tersebut akan memberatkan BEM UI sendiri. Namun, jika BEM UI menarik diri dari BEM SI, mereka tidak masuk aliansi yang dapat memberikan kontribusi di bidang pengetahuan maupun hal lainnya.

Berbeda dengan Tegar, Manik mengatakan bahwa BEM UI seharusnya belajar dari BEM SI untuk hati-hati dalam membuat kajian. “Yang menjadi fokus kami juga bagaimana BEM UI bisa jadi role model untuk mahasiswa-mahasiswa lainnya dalam membuat kajian,” tutup Manik.

 

 

Teks: Ramadhana Afida Rachman
Foto: Riardi Solihin
Editor: Halimah dan Kezia

Pers Suara Mahasiswa UI 2018
Independen, lugas, dan berkualitas!
#PEMIRAIKMUI2018

Komentar



Berita Terkait

Eksplorasi FIB UI: Kedua Paslon BEM UI Beri Pandangan Isu Kekerasan Seksual
Klarifikasi Kedua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2019 Terkait Sokongan Dana
Calon MWA UI UM 2019 Utarakan Pendapat Pemindahan Bedeng dan Transparansi Kinerja Rektor
Eksplorasi Pemira di FT UI: Kedua Paslon BEM UI 2019 Paparkan Gagasan Perihal Komersialisasi Lahan Parkir