Perihal Kebijakan Secure Parking, DPPF UI Jamin Akan Perbaiki Sosialisasi

Tuesday, 16 July 19 | 06:01 WIB

Senin (15/6) telah terjadi aksi penolakan kebijakan secure parking di Univerisitas Indonesia. Aksi yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI beserta aliansi ini turut menghadirkan masa aksi dari kalangan ojek pangkalan dan masyarakat umum.

Kemudian, Gandjar Kiswanto selaku Direktur Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas menjamin bahwa pihak kampus UI akan memperbaiki sosialisasi mengenai secure parking dengan lebih baik dan jauh lebih transparan. Ia pun juga menegaskan bahwa isu secure parking tersebut tidak seperti isu-isu di luar sana dan yang ada pada media.

“Tapi tidak seperti yang kalian baca atau dengar di media, atau diisukan. Jauh,” tururnya.

Sedangkan, Rifelly Dewi Astuti selaku Kepala Humas UI ketika dihubungi tim Suara Mahasiswa UI mengatakan bahwa pemberitahuan mengenai uji coba secure parking sudah diberitahukan dari seminggu yang lalu melalui spanduk-spanduk yang tertera di gerbang.

Kemudian ketika ditanya mengenai apakah kebijakan secure parking akan terus dilaksanakan jika pada uji cobanya memiliki hasil tidak efektif. Ia pun menjawab hal tersebut akan di evaluasi kembali tapi untuk tetap berlangsung atau tidak secure parking dia hanya menyarakan untuk menanyakan kepada pihak Rektor.

“Akan ada evaluasi. kalo pertanyaan ini silahkan bertanya ke pak rektor,” pungkasnya.

Ganjar juga menjelaskan bahwa kebijakan secure parking merupakan murni kebijakan untuk kebaikan bersama.

Selanjutnya ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa alasan diberlakukannya kebijakan secure parking di UI. Alasanya yang pertama, yaitu mewujudkan kampus yang ramah lingkungan. Kemudian alasan kedua, yaitu untuk meningkatkan keamanan di kampus UI Depok. Ia juga mengatakan bahwa pihak kampus ingin melakukan pengendalian kendaraan bukan penghalangan kendaraan.

“Dengan mekanisme ini, kita berharap ada peningkatan keselamatan dalam berlalu lintas, oleh seluruh civitas, UI maupun teman-teman karyawan,” tambahnya.

Selanjutnya mengenai keamanan kampus UI, ia menjelaskan lebih lanjut bahwa dengan secure parking pihak kampus akan lebih mudah memonitor kampus yang luasnya 320 hektar tersebut. Ia pun menambahkan bahwa secure parking tersebut dapat membantu pencatatan kendaraan yang masuk dan keluar.

Selain itu, Ganjar juga memaparkan bahwa untuk kedepannya akan dibuat jalur khusus masyarakat yang dari kukusan dan ingin ke Jakarta.

“Kami memahami ada masyarakat yang dari masyarakat kukusan ingin ke Jakarta, kita berikan, kita buatkan jalan khusus bagi saudara-saudara kukusan yang ingin ke Jakarta dan itu lebih cepat ketimbang harus melalui dalam lingkungan UI. Kita sebut Gerbang Utara, dan itu free of charge,” jelasnya.

Dalam penjeladannya ia juga sudah pikirkan mengenai saudara-saudara yang ada di kukusan dan ingin ke margonda, yaitu dengan menyiapakan jalannya dan itu free of charge.

Lalu, Ganjar menyampaikan amanat dari Rektor UI bahwa dana yang didapat dari secure parking tidak memiliki nilai komersial. Hasil dana tersebut akan digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur.

“Saya jamin itu (hasil dana secure parking -red) akan kembali ke kalian, ke kita semua civitas,” tegasnya.

Selain untuk sivitas akademika UI, hasil dana secure parking juga akan dikembalikan untuk masyarakat Kukusan Beiji dan Pondok Cina.

“Kontribusi pertama kami lalukan perbaikan jalan, perbaikan saluran. Kita juga akan melakukan perbaikan TPS (Tempat Pembuangan Sampah) sementara yang mungkin blm banyak ada di lingkungan kita,” jelasnya.

Teks : Halimah Ratna
Foto : Anggara Alvin
Kontributor: Trisha 
Editor : M. Aliffadli

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Uji Coba Sejak Minggu Lalu, Ini Rute Operasi Transjakarta di UI
Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Nasib Bus Kuning di Universitas Indonesia
Aksi Secure Parking Jilid 2