Pernyataan Sikap UI atas Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Friday, 20 February 15 | 11:53 WIB

Kamis (19/2), Prof. Dr. Topo Santoso, S.H.,M.H., Dekan Fakultas Hukum, mewakili Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met. yang tidak dapat hadir, membacakan tiga poin pernyataan sikap Universitas Indonesia terkait ancaman terhadap pemberantasan korupsi, di Kampus Salemba UI.

Isi pernyataan tersebut mencakup dukungan sikap Presiden yang tidak jadi melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, meminta Presiden menyelamatkan KPK dari berbagai upaya pelemahan, serta mengajak seluruh sivitas UI untuk tidak tinggal diam melihat kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Pernyataan sikap ini dihadiri oleh Pimpinan Universitas Indonesia, para dekan, para guru besar, Ketua Program Pascasarjana dan Vokasi, serta perwakilan lembaga mahasiswa. Masing-masing pihak bergantian mengutarakan pendapatnya.

Topo Santoso menambahkan, “Persoalan ini bukan hanya masalah politik dan hukum yang bisa diselesaikan satu-dua lembaga, tapi lebih dari itu, tindakan korupsi ini sudah mengakar di Indonesia, jadi butuh kerja sama semua pihak.”

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Dr. Adrianus L.G. Waworuntu, M.A. ikut serta memberi tanggapan, bahwa tidak ada budaya korupsi dalam nilai-nilai bangsa Indonesia. Sebab, menurutnya, budaya asli kita mencakup nilai-nilai positif seperti gotong royong.

“Permasalahan korupsi tidak akan terselesaikan jika kita hanya mengaggapnya sebagai persoalan politik dan hukum yang heboh sesaat dan tenggelam di kemudian hari. Korupsi adalah persoalan nilai dan budaya yang telah bergeser dari nilai asli bangsa Indonesia,” ujar Adrianus.

Sementara itu, Prof. Riris Sarumpaet, Guru Besar FIB UI, sempat mengkritik sikap diam UI  selama ini atas kondisi Indonesia. “UI harus meninggalkan kebiasaan ini dan memberikan sesuatu yang nyata dalam memerangi korupsi,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan Prof. Riris, Dr. Agustin Kusumayati, M.Sc. Ph.D. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, menyatakan bahwa ada dua kekuatan perguruan tinggi ilmiah dan moral. Korupsi telah menjadi penyakit moral bangsa yang harus segera diobati.

Ditanya oleh salah seorang pengunjung mengenai langkah konkret yang akan dilakukan UI setelah pernyataan sikap, Topo Santoso menjawab. “Langkah konkret yang akan dilakukan adalah mengawal proses hukum dan politik. Mahasiswa UI diharapkan ikut serta membantu mengawal dan mengawasi keadaan negara ini,” katanya.

Kirana Aisyah

Pingkan Ayudita

Foto: M. Fachrizal Helmi

Komentar



Berita Terkait

Calon MWA UI UM 2019 Garisbawahi Urgensi Pembangunan RSPUI
Eksplorasi di Farmasi, Calon Anggota MWA UI UM 2019 Janjikan Dua Hal Ini
Unjuk Diri di UI Salemba, Berikut Janji Calon MWA UI UM
Calon Anggota MWA UI UM 2019 Beberkan Lima Janji Setelah Terpilih