Peserta Pemira IKM UI Beri Jawaban Soal Kenaikan Biaya Pendidikan Vokasi

Sunday, 19 November 17 | 07:08 WIB

Eksplorasi Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa UI (Pemira IKM UI) kembali diadakan pada Rabu (15/11) lalu di Kantin Atas Vokasi. Adapun isu yang ditanyakan oleh panelis berfokus terhadap kenaikan biaya pendidikan program Vokasi.

Siswandi Putra selaku panelis yang hadir saat itu menanyakan mengenai mahasiswa Vokasi yang keberatan dengan biaya pendidikan. Calon Anggota Majelis Wali Amanat UI Unsur Mahasiswa (MWA UI UM), Vyan Tashwirul Afkar menjelaskan apa saja yang harus dilakukan oleh mahasiswa Vokasi.

(Baca Juga: Ketua BEM UI: Rektor Janjikan Forum bagi Mahasiswa Vokasi)

“Yang paling penting adalah komunikasi antara mahasiswa dengan pihak kemahasiswaan untuk dapat mengajukan keringanan berupa cicilan biaya pendidikan, apabila belum mampu membayar cicilan pada waktu yang ditentukan, maka dapat menangguhkan dengan membuat perjanjian antara mahasiswa dengan Direktorat Keuangan dan yang paling terakhir jika tidak bisa dilakukan adalah menghubungi Iluni (Ikatan Alumni UI) untuk patungan menggalang dana bersama seperti yang dilakukan pada fakultas lain.” jelas Afkar.

Sementara itu, untuk Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI diminta oleh Aulia Anggita Sastra yang merupakan panelis soal bantuan apa yang akan ditawarkan oleh BEM UI dalam menghadapi kenaikan biaya pendidikan program Vokasi.

Menanggapi hal tersebut, pasangan nomor urut satu, M. Luthfie Arif daan Shendy Ristandi mengatakan bahwa ada beasiswa yang dapat diakses oleh mahasiswa Vokasi.

“Kami membawa program UI Excellence yang dapat membantu beberapa mahasiswa Vokasi yang keberatan akan biaya pendidikannya, kami bekerja sama dengan Beasiswa Bakti yUI dan Beasiswa Aktivis sehingga mahasiswa yang mendapatkan beasiswa bukan hanya orang yang pintar secara akademik namun juga pintar dalam berorganisasi,” papar El.

(Baca Juga: Direktur Program Vokasi: Vokasi UI Selama Ini Vokasi-vokasian)

Di lain pihak, pasangan nomor urut dua, Zaadit Taqwa dan Idmand Perdina berpendapat bahwa hal itu dapat diawali dengan pengajuan keringanan melalui MWA UI untuk disalurkan dan diadvokasikan pada rektorat, “Mengangkat isu yang lebih dalam dan mendetail agar semua orang mengetahui permasalahan yang terjadi di program Vokasi dan ikut serta menyelesaikan masalah bersama-sama,” ujar Zaadit.

Revisi Peraturan Rektor

Adapun kebijakan mengenai kenaikan biaya pendidikan untuk program Vokasi, Pararel, dan Kelas Internasional di tahun 2017/2018 tidak melibatkan MWA UI UM. Sehingga dalam eksplorasi tersebut, Afkar menyatakan bahwa dirinya siap untuk mengawal revisi Peraturan Rektor Nomor 25 Tahun 2017 tentang Biaya Pendidikan Mahasiswa Non S-1 Reguler.

Mengenai revisi peraturan rektor, Idmand mengungkapkan bhbahwa pihaknya mendapatkan info terkait biaya pendidikan sebesar sembilan juta untuk angkatan 2017/2018 akan diturunkan dan sedang menunggu revisi.

El pun turut berpendapat terkait pernyataan Rektor UI yang membubarkan atau menaikkan biaya pendidikan Program Vokasi.

“Jadi sebenarnya pasca aksi kemarin itu yang gue dengar biaya pendidikan akan diturunin tapi belum jelas. SK juga belum turun. Nah terkait kuota, pasca aksi itu muncul opsi kuota tetap (dan -red) biaya pendidikan naik atau biaya diturunkan (dan -red) kuota ditambah. Nah jawaban gue itu biaya diturunkan kuota bertambah,” jelasnya.

 

Teks: Legia Nurul 

Foto: Frista Nanda

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait

Dua Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI Ungkap Kesalahannya Selama Pemira
Permohonan Wanda-Sayyid Dikabulkan MM, Panitia Pemira Adakan Sidang Banding Ulang
Ketua Pelaksana Pemira IKM UI Beri Penjelasan Soal Tidak Lolosnya Wanda-Sayyid
Dinyatakan Lolos Bersyarat, M. Luthfie Arif Merasa Sangat Tidak Puas