Registrasi Akademik Rutin Bermasalah, Kasubdit Registrasi: Sistem SIAK-BP Belum Dinonaktifkan

Monday, 28 January 19 | 01:53 WIB

Menanggapi ramainya keluhan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang kesulitan saat melakukan registrasi secara daring di hari pertama, Suara Mahasiswa mendatangi Direktorat Pendidikan pada 23 Januari lalu guna meminta keterangan. Setelah diarahkan ke Subdit Registrasi, Fernan selaku Kasubdit Registrasi memberikan keterangannya. Menurutnya, gangguan yang kerap terjadi pada saat pengisian rencana studi atau dikenal sebagai IRS dalam Sistem Informasi Akademik Next Generation (SIAK-NG) disebabkan oleh sistem yang bernama SIAK Biaya Pendidikan (SIAK-BP), yang berkomunikasi dengan SIAK-NG sendiri, belum dinonaktifkan.

SIAK-BP sendiri merupakan sistem biaya pendidikan yang mulai diterapkan semenjak tahun 2016 dikarenakan adanya hasil audit keuangan UI yang mempertanyakan tunggakan keuangan UI secara menyeluruh. “UI sendiri secara institusi itu ada hasil audit yang mempertanyakan tunggakan (keuangan –red). (Tunggakan keuangan –red) UI itu besar sekali. Akhirnya diterapkan (SIAK-BP yang –red) diminta dari keuangan UI (sendiri –red), kalau memiliki tunggakan (Uang Kuliah Tunggal atau UKT –red) di semester sebelumnya, tidak (akan –red) bisa mengisi IRS,” terang Fernan.

Server SIAK-BP terbagi menjadi dua, yaitu fitur yang disambungkan ke SIAK-NG untuk memeriksa tunggakan UKT dan fitur yang disambungkan ke bank untuk host to host payment. Perbedaan lainnya juga terlihat pada performa server SIAK-BP yang tidak seoptimal server SIAK-NG. Sehingga pada saat server SIAK-BP mati, semua mahasiswa non beasiswa memiliki data tunggakan, dan hal itu yang memblok pengisian IRS di SIAK-NG. “Kalau secara sistem, karena ini (SIAK-BP –red) permintaannya tidak meloloskan yang ada tunggakan (untuk –red) mengisi IRS, jadi kalau ini (SIAK-BP –red) mati, otomatis yg diberikan di SIAK(-NG –red) itu ada tunggakan (UKT –red). Jadi kalau secara data mungkin yang punya tunggakan (UKT sebenarnya –red) cuma 10% dari semua mahasiswa. Tapi yang 90%-nya jadi punya tunggakan juga diliatnya di SIAK (-NG –red),” ungkap Kasubdit Registrasi Direktorat Pendidikan UI.

Ketika ditanya kesiapan untuk mengaktifkan kembali sistem SIAK BP, Fernan tidak menyebutkan kepastian waktu dan menjelaskan bahwa memasukkan tidaknya SIAK BP kembali ke SIAK-NG adalah kewenangan dari direktorat pendidikan. “Kalau saya sih, selama proses pemeriksaan tunggakan itu belum bisa dipastikan stabil, saya prefer (lebih baik –red) untuk engga (diaktifkan –red) dulu, (sementara tidak –red) memasukkan lagi pemeriksaan itu. Saya cuma bisa minta tolong, tapi ya kewenangannya (ada –red) di direktorat pendidikan,” jelas Fernan.

Teks: Nurul Istikomah
Ilustrasi: Aryodi
Editor: Grace Elizabeth Kristiani
Kontributor: M. Aliffadli

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Menyelisik Kisah Dibalik Kemenangan Syamsuri Firdaus dalam Ajang MTQ Internasional di Turki
Aksi Untuk Negeri Angkat Kemanusiaan Sebelum Kekuasaan
BOP Dari Tahun ke Tahun
Perubahan KAMABA 2019