Rektor UI Putuskan Kenaikan Biaya Pendidikan Tanpa Libatkan Mahasiswa

Sunday, 26 May 19 | 01:24 WIB

Jumat (24/05) sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan BEM-BEM Fakultas yang tergabung dalam aliansi berkumpul di depan Gedung rektorat jam 2 siang. Kehadiran sejumlah mahasiswa tersebut bertujuan untuk menyuarakan aspirasi dengan melakukan aksi terkait keputusan rektor terbaru menenai kenaikan Biaya Operasional Pendidikan (BOP).

Keputusan tersebut diresmikan secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan BEM UI maupun Majelis Wali Amanat (MWA) UI yang merupakan instrumen untuk mengevaluasi keputusan rektor.

“Surat keputusan yang dikeluarkan dari rektor kemarin itu bener-bener gak ada keterlibatan mahasiswa (di -red) dalamnya. Bahkan sampai surat itu terbit, MWA aja gak tau gitu bahwa rektor pengin ngeluarin surat kayak gini, yang menaikan biaya pendidikan di UI. Padahal biaya pendidikan kan sesuatu yang menyangkut kepentingan mahasiswa banyak dan pada akhirnya sangat disayangkan aja karena itu mengingat UI sekarang punya visi untuk mencapai World Class University-nya itu tapi tidak menerapkan asas-asas umum peraturan yang baik,” ujar Salman dari BEM FISIP UI, selaku koordinator media seruan aksi tersebut.

Sebelum aksi di depan rektorat, BEM UI beserta aliansi aksi menerbitkan kajian yang mengkritisi penetapan biaya pendidikan di UI yang meningkat dan kebijakan tersebut tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada mahasiswa maupun MWA. Hal tersebut telah melanggar asas-asas umum standar pengelolaan institusi perguruan tinggi dalam Undang-Undang Administrasi Pemerintahan yakni keterbukaan partisipasi dalam membuat keputusan.

“Hari ini rencananya kita ngasih kajian terkait (apa -red) sebenarnya dalam proses terbit naskah itu ada kecenderungan terkait administrasi sih, begitu,” Kata Salman

Selanjutnya, para peserta seruan aksi pun mengenakan atribut-atribut seperti toga yang terbuat dari kantong plastik sampah, topi wisuda uang dan payung hitam bertuliskan, “Tunduk Kepada Payung Hukum”. Mereka juga membawa gimmick berupa amplop surat besar yang ditujukan untuk Bapak Rektor.

Lalu Awang selaku Koordinator Sosial dan Politik BEM UI menyuarakan aspirasinya melalui puisi.
“Kami sudah muak dengan slogan World Class University, kami sudah muak dengan slogan universitas terbaik di Indonesia, kami tidak memerlukan seribu slogan-slogan itu tapi kami ingin satu puisi yang bermakna. Puisi yang berjudul ”Libatkan Mahasiswa dalam Kebijakan yang Ditetapkan Permanen”. Kami ingin suatu puisi yang nantinya akan memberi ruang-ruang kepada mahasiswa untuk menentukan nasibnya. Memberikan ruang-ruang kepada mahasiswa untuk mengetahui untuk apa kenaikan biaya pendidikan untuk apa kebijakan itu dibuat, apa manfaatnya, mana kajiannya,” tegas Awang.

Di sisi lain, Salman menjelaskan bahwa UI memiliki tiga sumber pemasukan dari pemerintah. Tiga sumber tersebut, yaitu pemasukan dari pemerintah, biaya pendidikan, dan biaya non-pendidikan. Namun, Salman menyayangkan bahwa ketika UI membutuhkan uang atau mengalami defisit yang dibebankan adalah mahasiswa dengan cara menaikkan biaya pendidikannya.

Selanjutnya dari seruan aksi ini, BEM UI beserta aliansi aksi berharap rektorat dapat semakin terbuka dalam pembuatan keputusan dengan cara melibatkan mahasiswa dan menjadikan mahasiswa sebagai objek keputusan dalam proses tersebut. Hal ini dapat dimulai dari mengembangkan peran MWA yang di dalamnya terdapat MWA UI Unsur Mahasiswa.

“Sebenarnya kita punya instrumen yaitu MWA (UI UM -red) yang mewakili stakeholder mahasiswa tapi yang sangat disayangkan pertama karena mereka engga tahu, dan selama ini sifatnya MWA itu hanya evaluatif terhadap sikap yang diambil oleh rektor gitu. Dia tidak bersifat memberikan suatu masukan atau suatu pertimbangan sebelum suatu kebijakan itu keluar. Jadi sebenarnya kalau ditanya bagaimana mahasiswa seharusnya berkontribusi itu memaksilkan instrumen yang udah ada yaitu MWA. Bukan hanya dalam mengevaluasi tapi juga dalam proses perencanaan dan pengesahan,” tutup Salman.

Teks: Trisha D. H
Foto: A. Alvin
Editor: Grace Elizabeth

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Pemira UI 2019: Kebijakan Baru Terkait Sistem Pemungutan Suara dan Kriteria Calon Peserta
Perihal Kebijakan Secure Parking, DPPF UI Jamin Akan Perbaiki Sosialisasi
Pemilihan Rektor UI 2019: MWA UI UM dan BEM UI Tanggapi Animo Mahasiswa yang Masih Kurang
BOP Dari Tahun ke Tahun