Remote Lib UI: Akses Jurnal Internasional tanpa Batasan Lokasi

Monday, 20 April 15 | 05:23 WIB

Sebelum membuat makalah, mahasiswa biasanya melakukan studi pustaka melalui buku, ataupun jurnal terlebih dahulu. Sebagian besar dari mereka memanfaatkan perpustakaan untuk mengakses media-media pembelajaran tersebut.

Tetapi, ada sebuah kebijakan dari Perpustakaan Pusat UI yang tidak memperkenankan mahasiswanya meminjam atau membawa pulang jurnal koleksi. Dampaknya, mahasiswa hanya bisa membaca jurnal tersebut di tempat yang disediakan atau memfotokopi 10 halaman pertamanya saja.

Tak heran, banyak mahasiswa yang lebih memilih untuk memanfaatkan jurnal internasional yang dimuat secara online. “Ya, daripada ribet harus baca di perpus, mending pakai jurnal online saja,” ujar Erlyna Armya Septimorien, mahasiswi Fakultas Teknik.

Menyadari hal ini, pihak UI kemudian memfasilitasi mahasiswanya dengan akses jurnal berbayar online secara gratis. Mahasiswa hanya perlu mengakses laman http://remote-lib.ui.ac.id yang ditautkan menggunakan teknologi Ezproxy (produk OCLC-red), sehingga mahasiswa dapat mengakses jurnal tersebut di mana saja hanya dengan melakukan log-in via Single Sign On.

Ezproxy juga yang menyebabkan mahasiswa bisa mengakses jurnal berbayar secara gratis. Apabila pengguna langsung membuka laman penyedia jasa tanpa perantara Ezproxy, maka mereka tetap harus membayar jika ingin mengakses jurnal-jurnal tersebut.

Untuk Ezproxy, UI membayar Rp 65 juta  per tahunnya kepada OCLC, terpisah dari kerjasama dengan penyedia jasa yang menghabiskan dana sebesar Rp 10-12 miliar agar jurnal tersebut bisa diakses secara gratis oleh mahasiswa UI.

Jurnal online berbayar ini juga menawarkan literatur bidang keilmuan yang beragam. “Tiap penyedia jasa mengunggulkan literatur bidang keilmuan yang berbeda-beda. Misalnya, Jstor yang lebih banyak memuat jurnal-jurnal bertemakan ekonomi, atau IEEE yang lebih condong ke ilmu komputer,” jelas Sony Pawoko, administrator Remote Lib.

Di samping semua kelebihan yang ditawarkan, Remote Lib juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kecepatan akses yang menurun jika tidak menggunakan jaringan internet milik univesitas sendiri.

Meskipun demikian, masih banyak mahasiswa yang tetap menggunakannya di luar lingkungan kampus. Salah satunya adalah Muhammad Yunus Azhari. Mahasiswa Fakultas Hukum UI ini hampir selalu menggunakan fasilitas Remote Lib ketika melakukan studi pustaka sebelum mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosennya.

“Dalam pembuatan tugas makalah, biasanya dosen mengharuskan mahasiswanya untuk menggunakan jurnal internasional sebagai referensi. Jadi mau tidak mau, ya harus menggunakan jurnal online berbayar. Tapi, sejak UI memberikan fasilitas ini, proses pembelajaran jadi lebih mudah dan wawasan mahasiswa juga sepertinya makin bertambah,” ungkap Yunus.

Menurut pihak Humas Perpustakaan Pusat (Perpusat) UI, jumlah mahasiswa UI yang menggunakan fasilitas ini selalu meningkat setiap harinya. Sebelumnya, pihak Humas Perpusat sempat melakukan uji coba selama enam bulan serta promosi via email dan sosialisasi melalui website.

“Kami juga akan melakukan promosi ke fakultas-fakultas, dan menyisipkan informasi penggunaan Remote Lib ini dalam Pelatihan Literasi Informasi yang sering diadakan oleh Perpustakaan Pusat UI,” jelas Nizmir, Humas Perpustakaan Pusat UI.

“Dan karena dana yang dikeluarkan untuk mengembangkan fasilitas ini tidak sedikit, kami sangat berharap semua mahasiswa memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya,” tutup Nidzmir.

 Rafiqah Nurrahmi, Altifani R. Hayyu

Foto: Gerard Kawun

Editor: Dara Adinda Kesuma Nasution

Komentar



Berita Terkait