Satu Pasangan Dinyatakan Lolos Verifikasi Berkas Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020

Friday, 15 November 19 | 05:58 WIB

Kamis (14/11) telah dilaksanakan sidang verifikasi berkas calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) tahun 2020. Sidang ini diikuti oleh lima pasangan calon, yaitu Aditya Hardono dan Samuel Humala; M. Risky Altaresh dan Camar Maulana; Fajar Adi Nugroho dan Tri Rahmawati; Ahmad Fauzy dan Kabul Hidayatullah; serta Marcel Agusta dan Raesha Dwina.

Sidang yang dilakukan di Sekretariat DPM UI, Pusgiwa UI Lantai 2 tersebut menghasilkan pasangan Fajar-Tri dinyatakan lolos, pasangan Ahmad-Kabul dan Marcel-Raesha dinyatakan lolos bersyarat, serta pasangan Camar-Ares dan Aditya-Samuel dinyatakan tidak lolos.

Pasangan Ares-Camar dinyatakan tidak lolos dalam sidang verifikasi berkas karena IKM Ares dianggap tidak aktif. Menanggapi hal itu, Ares mengatakan bahwa IKM-nya bukan tidak aktif, tetapi sedang dalam massa transisi. Mengingat bahwa Ares sendiri merupakan mahasiswa angkatan 2016 yang mendaftar lagi menjadi mahasiswa baru angkatan 2019 di jurusan yang sama yaitu Fisika.

Kemudian, sesuai dengan Peraturan di TAP Kongres terakhir BAB II Mekanisme Lanjutan Ketiga pasal 2, dinyatakan bahwa pengambilan berkas dan pengembalian berkas juga bisa dilakukan pada tanggal 15 November 2019. Maka, Bakal Calon Pasangan Ares-Camar masih dapat mendaftarkan diri dan kembali melakukan verifikasi berkas.

Mengenai hal itu, Ares yang diwawancarai oleh tim Suara Mahasiswa (Suma) UI menyatakan bahwa dia akan berusaha untuk segera mengurus status IKM-nya untuk kemudian mendaftar lagi di hari Jumat (15/11).

“Intinya, sih, yang gue tangkep untuk bisa lolos ataupun lolos bersyarat tadi kan cuma kurang IKM. Nah, IKM gue tuh bukan hoaks tapi memang dalam proses mutasi,” ujar Ares.

Sedangkan, untuk pasangan Aditya-Samuel dinyatakan tidak lolos karena semua berkas pendaftaran administratif tidak terpenuhi. Selain itu, juga terdapat beberapa berkas wajib yang tidak terpenuhi, seperti bukan anggota aktif IKM UI, surat keterangan sedang menjalani pidana keluhan ataupun penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, surat keterangan bukan pengurus partai politik dan atau organisasi, surat keterangan bersedia mengisi pakta integritas yang dimaksud oleh panitia Pemira IKM UI, dan beberapa berkas lain.

Mengenai perpolitikan UI dalam Pemira IKM UI, pasangan Marcel-Raesha yang dinyatakan lolos bersyarat pun memutuskan undur diri. Alasan mereka mengundurkan diri karena tujuan mereka mendaftar adalah untuk mengikuti konstentasi Pemira UI. Marcel pun mengatakan bahwa tujuannya mengikuti konstentasi ini untuk membangun awareness kepada publik bahwa konstentasi Pemira tahun ini sangat tidak sehat.

“Tujuan kami membangun awareness publik bahwa Pemira tahun ini aneh dan lucu,” jelas Marcel.

 

Teks: Halimah Ratna Rusyidah
Editor: Ramadhana Afida Rachman
Foto: OA KP Pemira IKM UI

Pers Suara Mahasiswa UI
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait

Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI 2020: Representasi Perempuan di Organisasi
MWA UI UM Kurang Dikenal Mahasiswa, Kedua Calon Berikan Solusi
Uji Publik RIK: Transparansi dan Uji Publik UI Art War
Cakabem UI 2020: Relevansi Pembagian 3 Bidang Minat dan Bakat