Sehatkah Kopiku?

Sunday, 31 December 17 | 04:21 WIB

Tanaman kopi menghasilkan biji kopi untuk dijadikan minuman kopi yang digemari masyarakat. Tanaman kopi ditanam pada ketinggian di atas 700 meter di atas permukaan laut. Curah hujan juga mempengaruhi kualitas dari biji kopi, idealnya curah hujan yang sesuai dengan tanaman kopi yaitu 1500 –  2500 mm per tahun.

Di Indonesia dikenal beberapa jenis kopi, diantaranya kopi arabika dan kopi robusta. Warna biji kopi arabika agak coklat. Hasil produksi kopi lebih tinggi dari kopi arabika karena kopi robusta tidak terlalu sulit dalam proses penanaman dan pemeliharaannya. Menurut penelitian, kandungan kafein kopi arabika lebih rendah dibandingkan kafein kopi robusta yaitu 1,2% untuk kafein kopi arabika dan 2,2% kafein kopi robusta.

Baca Juga:Starbucks Perpustakaan Pusat UI Pindah Akhir Tahun 2017

Menurut penelitian W.I. Aditya, kafein yang masuk ke dalam tubuh manusia, bekerja dengan mengambil alih reseptor adenosine dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin. Kafein tersebut dimetabolisme dalam hati dan dikeluarkan dari tubuh selama 2-10 jam. Kafein yang terdapat di kopi, dapat mempengaruhi sistem saraf pusat, otot, dan ginjal.

Manfaat kafein bagi penikmatnya yaitu meringankan asma, membuat perasaan penikmatnya menjadi lebih segar dan energik. Susunan kimia pada kafein dinamakan theophylline. Kopi dianggap mampu bekerja seperti theophylline dalam mengurangi gejala mengi dan sesak nafas pada penderita penyakit asma karena menimbulkan efek relax pada sel-sel di saluran pernapasan. Kafein juga dianggap mampu mengembalikan semangat karena dapat menstimulasi kinerja sistem saraf pusat.

Konsumsi kafein yang berlebih dapat menimbulka keracunan kafein. Gejala yang biasanya timbul yaitu gelisah, cemas, insomnia, keceriaan yang berlebihan, sering buang air kecil, dan masalah gastrointestinal. Insomnia yang dialami penderita dapat mengurangi konsentrasi.

Untuk menjaga kesehatan tubuhmu, sebaiknya konsumsi kopi sekitar 300 mg per hari atau setara dengan 2-3 cangkir kopi. Mulailah mengurangi konsumsi kopi bila sudah merasa terlalu berlebih. Mengganti jenis kopi menjadi teh herbal dapat mengurangi konsumsi kopi bagi penikmat kopi yang sudah terlalu berlebihan.

Daftar Pustaka
  • Aditya, I. W., Nocianitri, K. A. and Yusasrini, N. L. A. (2016) ‘Kajian Kandungan Kafein Kopi Bubuk, Nilai pH dan Karakteristik Aroma dan Rasa Seduhan Kopi Jantan (Pea berry coffee) dan Betina (Flat beans coffee) Jenis Arabika dan Robusta’, Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (Itepa), 5(1), pp. 1–12.
  • Budiharto, A. (no date) ‘Budidaya dan Pasca Panen KOPI’.
  • Marintan Lestari. (2013). Pengaruh Kopi terhadap Penyakit Asma. Retrieved from https://www.vemale.com/topik/asma/25831-pengaruh-kopi-terhadap-penyakit-asma.html
  • Monica Purdiani. (2014). Hubungan Penggunaan Minuman Berkafein Terhadap Pola Tidur Dan Pengaruhnya Pada Tingkah Laku. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(1), 1–15.

 

 

Teks: Mustikawati dan Tri Aprilliana Wulandari, Mahasiswa FKM UI

Foto: Ilustrasi Kopi. Foto Beautiful Healthy Lifestyle 

Komentar



Berita Terkait