'Sekilas Info': Album Musik yang Tidak Akan Diputar di Televisi

Andika Dwi Cahya, 21 July 2020

Nama Album : Sekilas Info
Artis : Jason Ranti
Genre : Folk
Label : Demajors
Tanggal Rilis : 23 Mei 2019

Musisi folk asal Tangerang Selatan, Jason Ranti, mengeluarkan album keduanya yang berjudul Sekilas Info. Di album tersebut, pria yang akrab disapa Jeje tetap konsisten menyuarakan kritik. Selain itu, ia juga membahas mengenai kehidupan personalnya. Cara Jeje mengeksekusi materi lagu tetap sama seperti di album sebelumnya, yaitu dengan absurditas dan lelucon. Kemudian, Jeje juga tetap menjaga keberaniannya menggunakan kata-kata yang kasar dan tidak senonoh sebagai umpatan dalam lirik lagu-lagunya. Mulai dari sinonim kata feses, hingga nama-nama alat kelamin, semua keluar dengan lancar dari mulutnya.

Sekilas Info merupakan bukti bahwa Jeje tidak kehilangan jati dirinya. Ia dengan setia memprotes ketidakadilan yang menurutnya dilakukan oleh orang tertentu, kelompok tertentu, bahkan Sang Juru Selamat sekalipun. Contohnya adalah lagu yang berjudul “kafir”. Lagu tersebut ditujukan untuk memprotes kelompok tertentu yang kerap mengkafirkan orang atau kelompok lainnya hanya karena berbeda keyakinan atau pandangan, suatu fenomena sosial yang beberapa waktu lalu ramai diperbincangkan. “Perjalanan iman soal personal, namun ia paksakan penafsiran orang lain”, begitulah Jeje menggambarkan keadaan tersebut dalam lirik lagunya. Selain “kafir”, lagu berjudul “seorang pria rela disodomi demi membeli susu anak” juga wajib didengarkan dengan saksama untuk mengetahui betapa Jeje sangat jeli dan peduli pada hal-hal yang ada di sekitar, tetapi tidak diperhatikan banyak orang. Lagu tersebut berasal dari kasus yang nyata terjadi di Indonesia. Sebuah kejadian miris yang gagal menjadi pusat perhatian masyarakat karena terkubur dengan isu-isu yang lebih besar. Ia menyampaikan lagu tersebut dengan nada marah, tetapi dapat membuat pendengarnya merasakan kesedihan yang mendalam.

Perbedaan Sekilas Info dengan album sebelumnya terletak pada banyaknya lagu mengenai kehidupan pribadi Jeje. Dari 12 lagu, setidaknya terdapat 5 lagu yang mengisahkan tentang kehidupan dirinya dan keluarganya. Mulai dari lagu berjudul “lpgwg” dan “lagu bapak bos” yang menceritakan kehidupannya semasa menjadi pegawai. Kemudian, lagu berjudul “dua ratus dua belas” yang menceritakan tentang perjalanan sulitnya meniti karir sebagai seniman. Lalu, lagu berjudul “penawar rasa ngambek” dan “judul tak diperlukan” yang menjadi pengakuan bahwa dirinya bukanlah apa-apa tanpa anak dan istrinya.

Walaupun didominasi oleh lagu-lagu berisi kritik dan kehidupan personal Jeje, lagu yang paling terkenal dalam album ini justru bukan berasal dari kedua kategori tersebut. “lagunya begini nadanya begitu” adalah lagu yang berhasil menjadi primadona dalam album ini. Lagu tersebut menceritakan tentang salah satu sastrawan besar Indonesia, yaitu almarhum Sapardi Djoko Damono. Selain membahas pribadi Pak Sapardi dan kehidupannya, lirik dalam lagu ini didominasi oleh kumpulan kutipan ataupun judul novel karya Sapardi yang dipelesetkan dan digabungkan dengan cermat oleh Jeje. Misalnya, novel Sapardi yang berjudul Ada Berita Apa Hari ini, Den Sastro? diubah menjadi lirik “Ada berita apa hari ini, Dian Sastro?…”, lalu ditambahkan lirik “…hidungmu abadi, nyaris seperti puisi”. Keahlian Jeje dalam bermain kata-kata berhasil membuat pendengarnya bertanya-tanya mengenai makna dari lagu tersebut. Padahal, makna lagu tersebut dapat diketahui dengan jelas karena tertera secara eksplisit, yaitu dalam lirik “Lagunya begini nadanya begitu, maknanya tak ada, mirip seperti pejabat.”

Oleh beberapa pihak, Jeje sering disamakan dengan Iwan Fals dan Bob Dylan. Hal tersebut wajar terjadi karena ketiganya memang memainkan genre yang sama dan alat musik yang sama. Akan tetapi, tetap terdapat perbedaan. Salah satu perbedaan Jeje dengan keduanya adalah nasib album mereka. Jeje memilih nasib yang berbeda untuk Sekilas Info. Keputusannya memasukkan kata-kata umpatan yang kasar dan tidak senonoh membuat Sekilas Info tidak dapat disaksikan melalui layar televisi. Seandainya mukjizat terjadi, Sekilas Info dapat diputar di televisi. Kemungkinan besar beberapa pihak akan tersinggung dengan pembahasan dan lirik lagu Jeje. Padahal, pembahasan tersebut memang nyata adanya dan lirik tersebut merupakan kata-kata yang biasa didengar setiap harinya, bahkan mungkin kita merupakan salah satu pengguna setianya. Akan tetapi, kalau mukjizat memang benar terjadi dan Sekilas Info dapat diputar di televisi, kemungkinan paling besar justru semua orang tidak akan tersinggung. Sebab, Sekilas Info pastinya akan penuh dengan sensor, sehingga di banyak bagian lagu, orang-orang hanya akan mendengarkan suara “tiiit” ataupun tidak mendengar apa-apa karena disenyapkan.

 

Teks: Andika Dwi Cahya (Kontributor)
Foto: Istimewa
Editor: Ruth Margaretha M.