Semangat Persatuan dalam Keberagaman di 5th UI Islamic Book Fair 2019

Sunday, 05 January 20 | 08:11 WIB

Toleransi dalam keberagaman merupakan jati diri bangsa Indonesia, terutama pada pemudanya. Semangat ini kemudian diimplementasikan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di Universitas Indonesia (UI), Salam UI 22, dalam rangkaian acara UI Islamic Bookfair (UI IBF) tahun ini. Dengan mengangkat tema Melukis Indahnya Persatuan, Warnai Keberagaman, UI IBF dilaksanakan pada 29-31 Desember 2019 di Balairung UI, Depok, Jawa Barat. UIIBF tahun ini diramaikan oleh lebih dari 10.000 pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini juga dimeriahkan oleh lebih dari 50 stand penerbit dan 35 stand bazar. Grand Opening 5th UI IBF dihadiri Mohammad Idris, Walikota Depok tahun 2019.

Ketua LDK Salam UI 22, Ahmad Safe’i Ridwan yang akrab dengan sebutan Safe’i, mengatakan bahwa Indonesia saat ini masih tergolong sebagai negara dengan tingkat literasi yang cukup rendah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh PBB (UNESCO) pada tahun 2016 terhadap 61 negara, Indonesia menduduki peringkat ke 60, hanya satu tingkat diatas Botswana. Safe’i juga mengungkapkan, walaupun zaman sudah berubah, budaya membaca dan literasi harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan. Hal ini sebagaimana sesuai dengan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah adalah tentang ‘iqra (membaca), maka sebegitu penting budaya literasi, dan budaya membaca bagi masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa.  Melalui kegiatan ini pula, Safe’i berharap, semoga UI IBF dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya agenda syiar literasi di seluruh kampus di Indonesia, InsyaAllah.

“Semoga para pengunjung bisa terpuaskan dengan khazanah ilmu yang disajikan melalui bedah buku dan seminar dari pembicara nasional serta buku-buku yang dihadirkan dari berbagai penerbit,” tambahnya lewat rilisnya. Acara ini diselenggarakan agar bisa menjadi wadah bagi civitas UI dan masyarakat untuk membahas bersama mengenai tema persatuan dan ukhuwah dalam islam, terang Project Officer UI IBF, Tri Puji Wahyuni. Rangkaian UI IBF ini juga dihadiri oleh berbagai penulis dan tokoh nasional, mulai dari Asma Nadia, Muzzamil Hasballah, Sherly Annavita, M. Atiatul Muqtadir (Fathur), Gus Yusron, Shofwan Al-Banna, dan narasumber lainnya.

Selain itu diadakan workshop kepenulisan oleh Azhar Nurun Ala, Kurniawan Gunadi, Mashita Fajri Masyuro, Nabila Budiarti. Selain seminar dan bedah buku, berlangsung pula kompetisi mewarnai, story telling, qasidah, dan acapella. UI IBF kemudian ditutup dengan “Konser Amal untuk Palestina” bersama KNRP. Konser ini dibuka dengan penampilan dari penyanyi Ebith Beat A, Vocafarabi dan ditutup oleh pemenang kompetisi acapella, Gemma Voice. Dengan ditutupnya “Konser Amal untuk Palestina” maka berakhirlah rangkaian UI IBF. Pihak panitia menyatakan terima kasihnya kepada Allah Subhanahu Wata’ala yang telah menjaga berjalannya syiar literasi ini

“Harapannya UIIBF bisa menjadi wisata literasi masyarakat dan civitas UI sebagai ajang untuk bertemu pembicara inspiratif di bidangnya,” ungkap Tri Puji Wahyuni.

 

Pers Suara Mahasiswa UI 2019
Independen, lugas, dan berkualitas!

Komentar



Berita Terkait