Sesparlu Gandeng Mahasiswa di Simulasi MSNS 2018

Monday, 13 August 18 | 08:20 WIB

8-10 Agustus 2018 menjadi hari terselenggaranya MSNS (Multi Stage Negotiation Simulation) yang berlokasi di Gedung Caraka Loka, Pusdiklat Kementerian Luar Negeri. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu).

MSNS ialah simulasi persidangan yang diterapkan saat bernegosiasi dengan banyak negara. Hal tersebut selaras dengan keterangan Direktur Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat. “MSNS adalah simulasi persidangan multilateral yang bersifat multi stage sesuai dengan realita dalam diplomasi multilateral,” tuturnya.

Selanjutnya, simulasi persidangan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berfokus pada isu maritim Association of South East Asia Nations (ASEAN) yang membahas persoalan penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia dan narkotika, serta isu yang aktif menarik perhatian dunia internasional, yaitu laut Cina Selatan.

Selain peserta Sesparlu yang berperan sebagai Head and Deputy of Delegation, para mahasiswa program studi hubungan internasional dari berbagai universitas di Indonesia turut dilibatkan sebagai delegate untuk masing-masing negara ASEAN+3 (ASEAN Plus Three). Para delegasi juga merasakan simulasi konferensi pers dan wawancara doorstop oleh tim media. Kali ini, Sesparlu mengundang Suara Mahasiswa Universitas Indonesia untuk mengisi peran dari media tersebut.

Kegiatan ini mendapat respon positif seperti yang diungkapkan Novi N. Jauhari, mahasiswi dari Universitas Indonesia. “Kami semua mendapat pengalaman untuk melaksanakan simulasi sidang ASEAN bersama para ahlinya, ilmu yang tentunya spesial karena tidak kami dapatkan dari kelas maupun teks bacaan. Bagi saya, kegiatan seperti MSNS sangat baik dan menyenangkan untuk membuka mata para generasi muda, terutama bagi kami yang tertarik untuk menggeluti karier di kancah internasional,” jelas mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2015 tersebut.

Simulasi persidangan diakhiri dengan kesepakatan forum terhadap joint communique yang dihasilkan pada hari terakhir persidangan yaitu 10 Agustus 2018.

Teks: Nurul Istikomah
Foto: Istimewa dan Rezkita Gustarachma Astari Suhendar
Editor: Kezia Estha T.

Komentar



Berita Terkait

Peringati Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Mahasiswa Suarakan Tujuh Kebohongan Industri Rokok dalam Pameran dan Seni
Revolusi Industri 4.0: Masihkah Relevan Gerakan Mahasiswa?
Peneliti INDEF: Uraikan Sejarah hingga Rekomendasi Kebijakan Student Loan
Masuki Tahun Politik, BEM FEB UI Ajak Mahasiswa Melek Isu SARA