Sidang Sengketa Pemira IKM UI, Wanda Melani Ajukan Tujuh Permohonan

Sunday, 12 November 17 | 06:32 WIB

Jum’at (10/11) pukul 16.00 WIB telah dilaksanakan Sidang Sengketa Pemilu untuk memeriksa dan mengadili perkara kondisi perselisihan Pemilihan Raya Ikatan Keluarga Mahasiswa (Pemira IKM) UI yang terdaftar dalam nomor perkara 02/PSHP-I/2017/MM.UI dengan Pemohon Wanda Melani di Ruang MC Hafni, Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

(Baca Juga: Ini Penjelasan Tujuh Poin Tuntutan Wanda Melani)

Sidang tersebut merupakan sidang kedua setelah sidang pertama terpaksa diundur karena termohon (Panitia Pemira –red) tidak menghadiri sidang. Agenda sidang adalah pembacaan surat permohonan dari pihak pemohon.

Surat permohonan yang dibacakan oleh Kintan Nadya memaparkan bahwa termohon telah mengeluarkan keputusan Nomor 09/SK/PEMIRAIKMUI/9/2017 tentang ketetapan hasil sidang permohonan keberatan yang melanggar Pasal 11, Pasal 22 ayat 1 dan ayat 2, serta Pasal 23 ayat 2 dan ayat 4 dalam Peraturan Panitia (PP) Pemira IKM UI No. 1 tahun 2017.

(Baca Juga: Tak Lolos Sidang Banding, Tim Wanda-Sayyid Pertanyakan Kepastian Hukum)

Adapun, surat permohonan tersebut berisi tujuh poin tuntutan mengenai perizinan masuknya kuasa hukum dalam sidang keberatan, sidang keberatan yang dilaksanakan secara tertutup, menciderai asas keterbukaan, penunjukkan Majelis Sidang, ketidakhadiran Komite Pengawas (KP) pada sidang keberatan, pembacaan surat permohonan pada sidang keberatan, serta hak dan wewenang anggota DPM.

(Baca Juga: Ketua Pelaksana Pemira IKM UI Beri Penjelasan Soal Tidak Lolosnya Wanda-Sayyid)

Sidang itu dihadiri oleh Muhammad Badru sebagai Hakim Konstitusi, Tunggal S sebagai Panitera, tiga orang yang mewakili pemohon, yaitu Cindy Tomasa, Faisal Alhaq Harahap, dan Kintan Nadya, serta dua orang termohon, yaitu Heru Utomo Aji dan Mirza Amadea.

Karena belum adanya kejelasan mengenai kewenangan dan poin-poin perkara, Ketua Hakim mengakhiri sidang pertama dan akan melanjutkan pada Sabtu (11/11) dengan agenda penyerahan alat bukti.

 

Teks dan Foto: Halimah Ratna

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait