Sidang Verifikasi Kedua Tak Loloskan Satupun Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI

Friday, 03 November 17 | 05:57 WIB

Kamis (2/10) telah berlangsung Sidang Verifikasi Berkas Bakal Calon Pemilihan Raya Ikatan Keluarga mahasiswa Universitas Indonesia (Pemira IKM UI) Tahun 2017 yang kedua. Dalam Sidang Verifikasi tersebut, ketiga Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI tidak lolos Sidang Verifikasi.

Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UIdan Wanda Melani Larasati dan Sayyid Ridha dinyatakan tidak lolos sidang oleh Majelis Sidang verifikasi. Hal itu karena Sayyid Ridha selaku Bakal Calon Wakil Ketua BEM UI tidak dapat menghadiri Sidang Verifikasi karena adanya masalah keluarga.

Menanggapi hal itu, Wanda menyatakan bahwa pihaknya akan mengajukan banding terkait keputusan yang ditetapkan oleh Majelis Sidang Verifikasi.

Sedangkan Selanjutnya, pasangan Bakal Calon M. Luthfie Arief dan Shendy Ristandi juga dinyatakan tidak lolos Sidang Verifikasi. Pasalnya, berdasarkan catatan panitia Pemira pada saat melakukan validasi berkas pengembalian, panitia menemukan adanya pemalsuan data.

Adapun pada Pasangan Bakal Calon Zaadit Taqwa dan Idmand Perdina, berkas administrasi pelengkap berupa esai dengan tema “Menata Ulang Gerakan Mahasiswa Universitas Indonesia di Era Generasi Milenial” dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Dalam hal ini, Majelis Sidang menyebutkan bahwa pasangan bakal calon tersebut hanya menulis esai dalam Bahasa Indonesia dengan jumlah kata sebanyak 821 kata dan untuk Bahasa Inggris sejumlah 902 kata. Sementara, peraturan panitia menyebutkan  batas minimal sebanyak 1.200 kata.

Selain itu, Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa dan Idmand Perdina juga kurang memenuhi persyaratan berkas administrasi lain berupa dokumen yang berisi identitas lengkap dari anggota tim.

Dari 48 identitas anggota tim yang dikumpulkan, hanya 21 orang yang memenuhi syarat, sehingga hal itu melanggar Peraturan Panitia Pemira IKM UI 2017 Pasal 2 ayat (3) poin e. Dalam hal ini, Pasangan Bakal Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM seharusnya mengumpulkan berkas identitas anggota tim secara lengkap minimal sejumlah 45 orang.

Sedangkan untuk berkas lembar dukungan, Pasangan Bakal Calon tersebut tidak memenuhi jumlah minimal di Fakultas Kedokteran yang seharusnya berjumlah 125 orang. Sementara, Zaadit Taqwa dan Idmand Perdina hanya mengumpulkan dukungan sebanyak 122 orang.

Mirza Amadea selaku Ketua Pelaksana Pemira IKM UI 2017 yang ditemui usai Sidang Verifikasi kedua menjelaskan bahwa pada dasarnya, bakal calon yang dinyatakan tidak lolos dalam rangkaian Sidang Verifikasi Pemira UI 2017 disebabkan oleh adanya kekurangan dalam hal kelengkapan persyaratan administratif maupun persyaratan umum. Dalam hal ini, jika persyaratan umum bakal calon tidak lengkap, maka bakal calon tersebut dinyatakan tidak lolos. Sementara itu, bila persyaratan administratif bakal calon tidak lengkap, maka dinyatakan lolos bersyarat.

Selain itu, bila ada salah satu unsur pada lembaran dukungan yang diberikan oleh DPM UI dengan format yang terdiri dari kolom-kolom untuk nomor, nama, NPM, fakultas, nomor telepon, dan tanda tangan tidak lengkap, maka akan berakibat pada berkurangnya jumlah pendukung bakal calon. Hal itu berpotensi menjadi penyebab gagalnya pemenuhan syarat jumlah minimal yang harus diperoleh.

Amadea pun menjelaskan bahwa bakal calon yang tidak lolos sidang verifikasi diberi kesempatan untuk mengikuti sidang banding yang akan diadakan secara tertutup yang diikuti oleh majelis sidang, calon, dan data calon yang diberikan.

Pengajuan sidang banding ini adalah hak setiap bakal calon yang tidak lolos. Mereka diberi waktu untuk mengajukan sidang banding atau tidak dengan ketentuan bakal calon melapor kepada panitia Pemira UI 2017 1×24 jam sejak sidang ditutup.

 

Teks: Rifa Fauzyandi

Foto: Maria Julita

Editor: Eri Tri Anggini

Komentar



Berita Terkait

Peserta Pemira IKM UI Beri Jawaban Soal Kenaikan Biaya Pendidikan Vokasi
Ketua Pelaksana Pemira IKM UI Beri Penjelasan Soal Tidak Lolosnya Wanda-Sayyid
Dinyatakan Lolos Bersyarat, M. Luthfie Arif Merasa Sangat Tidak Puas
Tak Lolos Sidang Banding, Tim Wanda-Sayyid Pertanyakan Kepastian Hukum